Belasan sapi di Sumsel terjangkit PMK
Kamis, 19 Mei 2022 21:19 WIB
Hewan ternak sapi di Palembang. ANTARA/Yudi Abdullah
Palembang (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumsel menyebutkan sebanyak 16 sapi di empat daerah terdeteksi terjangkit wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).
Sebaran hewan ternak yang terjangkit PMK yakni Kota Lubuklinggau terdeteksi 10 ekor sapi, Kabupaten Musirawas empat ekor sapi, dan masing-masing satu ekor sapi di Kabupaten Ogan Ilir dan Ogan Komering Ilir (OKI), kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel Ruzuan Effendi di Palembang, Kamis.
Khusus di Kota Lubuklinggau, dari 10 ekor sapi yang terdeteksi terjangkit PMK, empat ekor di antaranya mati, lima ekor positif PMK dan dilakukan upaya potong paksa, serta satu ekor dalam kondisi masih sakit dan sudah diisolasi agar tidak menulari hewan ternak lainnya.
Sedangkan, empat ekor sapi di Kabupaten Musirawas telah dilakukan upaya potong paksa, serta dua ekor di Kabupaten Ogan Ilir dan Ogan Komering Ilir (OKI) sedang diupayakan pengobatan dan isolasi agar tidak menulari hewan ternak lainnya, katanya.
Dia menjelaskan, Indonesia sebenarnya telah bebas PMK pada 1986 dan mendapat pengakuan dari dunia internasional pada 1990, namun saat ini wabah penyakit hewan ternak itu terdeteksi lagi.
Melihat fakta lapangan tersebut, pihaknya mengajak semua pihak dan lapisan masyarakat mewaspadai wabah PMK itu agar tidak meluas ke 13 kabupaten/kota Sumsel lainnya.
Untuk mengantisipasi berkembang dan meluasnya penularan PMK, menurut dia, pihaknya bersama instansi terkait berupaya memperketat pengawasan lalu lintas ternak.
Sebaran hewan ternak yang terjangkit PMK yakni Kota Lubuklinggau terdeteksi 10 ekor sapi, Kabupaten Musirawas empat ekor sapi, dan masing-masing satu ekor sapi di Kabupaten Ogan Ilir dan Ogan Komering Ilir (OKI), kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel Ruzuan Effendi di Palembang, Kamis.
Khusus di Kota Lubuklinggau, dari 10 ekor sapi yang terdeteksi terjangkit PMK, empat ekor di antaranya mati, lima ekor positif PMK dan dilakukan upaya potong paksa, serta satu ekor dalam kondisi masih sakit dan sudah diisolasi agar tidak menulari hewan ternak lainnya.
Sedangkan, empat ekor sapi di Kabupaten Musirawas telah dilakukan upaya potong paksa, serta dua ekor di Kabupaten Ogan Ilir dan Ogan Komering Ilir (OKI) sedang diupayakan pengobatan dan isolasi agar tidak menulari hewan ternak lainnya, katanya.
Dia menjelaskan, Indonesia sebenarnya telah bebas PMK pada 1986 dan mendapat pengakuan dari dunia internasional pada 1990, namun saat ini wabah penyakit hewan ternak itu terdeteksi lagi.
Melihat fakta lapangan tersebut, pihaknya mengajak semua pihak dan lapisan masyarakat mewaspadai wabah PMK itu agar tidak meluas ke 13 kabupaten/kota Sumsel lainnya.
Untuk mengantisipasi berkembang dan meluasnya penularan PMK, menurut dia, pihaknya bersama instansi terkait berupaya memperketat pengawasan lalu lintas ternak.
Pewarta : Yudi Abdullah
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menko PMK sebut 1.050 huntara telah dibangun untuk korban bencana Sumatera
29 December 2025 16:06 WIB
Pemerintah tambahkan 280 unit starlink untuk pulihkan komunikasi di Sumatera
29 December 2025 11:30 WIB
Pemerintah tetapkan 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama pada 2026
19 September 2025 22:21 WIB
Pemerintah gerak cepat tangani kasus dua balita cacingan di Seluma Bengkulu
18 September 2025 5:34 WIB
DJP sebut penerimaan pajak kripto meningkat, potensi Rp600 miliar per tahun
01 August 2025 10:04 WIB
Terpopuler - Peristiwa
Lihat Juga
636 jemaah Tarikat Naqsabandiyah ikuti kegiatan Suluk Ramadhan di Bengkulu
26 March 2023 16:55 WIB, 2023
Penyelundupan puluhan gagak hitam untuk ritual mistik digagalkan polisi
24 March 2023 21:17 WIB, 2023