Kelompok ekstremis tewaskan 21 warga sipil di Kongo timur
Senin, 4 April 2022 19:00 WIB
Foto dokumentasi - Rachele-Ngabausi, 2, terluka akibat anggota milisi saat mereka menyerang desa Tchee, berdiri di dalam sebuah kamp pengungsi di Bunia, provinsi Ituri, timur Republik Demokratik Kongo, Senin (9/4/2018). REUTERS/Goran Tomasevic)
Beni (ANTARA) - Kelompok yang diduga ekstremis menewaskan sedikitnya 21 warga sipil dalam serangan di sebuah desa di Republik Demokratik Kongo timur tadi malam, kata kelompok HAM dan saksi mata pada Senin.
Pelaku yang diyakini berasal dari Pasukan Demokrat Bersekutu (ADF) menyerang Desa Masambo pada Minggu malam, kata presiden kelompok HAM Ruenzori Sector Civil Society Ricardo Rupande.
Desa Masambo berada di sekitar 40 km timur Kota Beni di distrik Ruenzori.
ADF merupakan milisi Uganda yang beroperasi di Kongo timur sejak 1990an. Kelompok itu disalahkan atas ribuan kematian sejak kembali muncul pada 2013. Banyak pembantaian tengah malam dilakukan dengan menggunakan parang dan kapak.
"Tak menyangka saya masih hidup. Kami sudah berada di tempat tidur ketika kami mendengar suara sepatu bot di luar dan peluru. Usai terdengar tangisan korban kami baru sadar terjadi penggerebekan," kata Kakule Saanane, warga Masambo.
Keduanya mengatakan sejauh ini telah ditemukan 21 jasad, namun jumlah korban tewas kemungkinan bertambah.
Juru bicara militer Kongo Antony Mwalushayi mengatakan pihaknya akan mengeluarkan pernyataan begitu evaluasi keamanan lokasi selesai.
Uganda mengirim lebih dari 1.000 tentara ke Kongo pada Desember untuk menggelar operasi gabungan melawan ADF.
Sumber: Reuters
Pelaku yang diyakini berasal dari Pasukan Demokrat Bersekutu (ADF) menyerang Desa Masambo pada Minggu malam, kata presiden kelompok HAM Ruenzori Sector Civil Society Ricardo Rupande.
Desa Masambo berada di sekitar 40 km timur Kota Beni di distrik Ruenzori.
ADF merupakan milisi Uganda yang beroperasi di Kongo timur sejak 1990an. Kelompok itu disalahkan atas ribuan kematian sejak kembali muncul pada 2013. Banyak pembantaian tengah malam dilakukan dengan menggunakan parang dan kapak.
"Tak menyangka saya masih hidup. Kami sudah berada di tempat tidur ketika kami mendengar suara sepatu bot di luar dan peluru. Usai terdengar tangisan korban kami baru sadar terjadi penggerebekan," kata Kakule Saanane, warga Masambo.
Keduanya mengatakan sejauh ini telah ditemukan 21 jasad, namun jumlah korban tewas kemungkinan bertambah.
Juru bicara militer Kongo Antony Mwalushayi mengatakan pihaknya akan mengeluarkan pernyataan begitu evaluasi keamanan lokasi selesai.
Uganda mengirim lebih dari 1.000 tentara ke Kongo pada Desember untuk menggelar operasi gabungan melawan ADF.
Sumber: Reuters
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Agus Wira Sukarta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kodam XXI terjunkan prajurit redam konflik gajah dan warga di Lampung Timur
26 January 2026 11:11 WIB
Tim SAR gabungan cari nelayan yang hilang di Perairan Kuala Penet Lampung Timur
10 January 2026 19:33 WIB
Pastikan kegiatan belajar optimal, Bupati Lamtim kunjungi MIN 2 dan SDN 2 Sukadana
07 January 2026 14:59 WIB
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Kapal induk USS Abraham Lincoln siap lakukan operasi ke Iran dalam 1-2 hari
27 January 2026 9:55 WIB