Risiko komplikasi jantung lebih tinggi setelah infeksi COVID-19
Sabtu, 2 April 2022 20:56 WIB
Arsip - Petugas medis bekerja di ruang perawatan darurat (ICU) pasien COVID-19 di rumah sakit Cambrai, Prancis, 1 April 2021. ANTARA/REUTERS/Pascal Rossignol/as
Los Angeles (ANTARA) - Sebuah riset baru menunjukkan bahwa risiko komplikasi jantung secara signifikan lebih tinggi setelah seseorang terinfeksi SARS-CoV-2 ketimbang setelah vaksinasi COVID-19 mRNA.
Riset, yang diterbitkan oleh Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) AS pada Jumat (1/4), menganalisis data rekam medis elektronik dari 40 sistem layanan kesehatan AS selama periode 1 Januari 2021-31 Januari 2022.
Para ilmuwan menemukan kecenderungan bahwa risiko reaksi jantung secara signifikan lebih tinggi setelah infeksi SARS-CoV-2 ketimbang setelah dosis pertama, kedua atau tak tertentu dari vaksinasi COVID-19 mRNA bagi semua kelompok lain berdasarkan jenis kelamin dan usia, menurut riset tersebut.
Sejumlah temuan itu mendukung kelanjutan penggunaan vaksin COVID-19 mRNA di kalangan semua orang yang memenuhi syarat, yang berusia 5 tahun ke atas, katanya.
Komplikasi jantung, terutama myocarditis dan pericarditis, dikaitkan dengan infeksi SARS-CoV-2 dan vaksinasi COVID-19 mRNA.
Sindrom peradangan multisistem adalah komplikasi dari infeksi SARS-CoV-2 yang jarang terjadi namun serius, dengan sering melibatkan jantung, menurut riset tersebut.
Sumber: Xinhua
Riset, yang diterbitkan oleh Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) AS pada Jumat (1/4), menganalisis data rekam medis elektronik dari 40 sistem layanan kesehatan AS selama periode 1 Januari 2021-31 Januari 2022.
Para ilmuwan menemukan kecenderungan bahwa risiko reaksi jantung secara signifikan lebih tinggi setelah infeksi SARS-CoV-2 ketimbang setelah dosis pertama, kedua atau tak tertentu dari vaksinasi COVID-19 mRNA bagi semua kelompok lain berdasarkan jenis kelamin dan usia, menurut riset tersebut.
Sejumlah temuan itu mendukung kelanjutan penggunaan vaksin COVID-19 mRNA di kalangan semua orang yang memenuhi syarat, yang berusia 5 tahun ke atas, katanya.
Komplikasi jantung, terutama myocarditis dan pericarditis, dikaitkan dengan infeksi SARS-CoV-2 dan vaksinasi COVID-19 mRNA.
Sindrom peradangan multisistem adalah komplikasi dari infeksi SARS-CoV-2 yang jarang terjadi namun serius, dengan sering melibatkan jantung, menurut riset tersebut.
Sumber: Xinhua
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wagub Lampung: Kenalkan "golden hour" serangan jantung untuk cegah kematian
27 November 2025 9:57 WIB
Akan pasang alat pacu jantung, karier Edoardo Bove di Liga Italia berakhir
08 December 2024 5:19 WIB, 2024
Sebanyak 13 dokter spesialis jantung Indonesia belajar ke China guna perkuat layanan
12 November 2024 11:22 WIB, 2024
IDI sebut pembelajaran pijat jantung ke masyarakat penting dilakukan
04 November 2024 19:47 WIB, 2024
Serangan jantung jadi penyebab sopir tabrak halte Trans Jakarta di Pasar Rebo
27 January 2024 21:13 WIB, 2024
Dosen Unpad ciptakan alat holter monitor jantung yang canggih dan ekonomis
16 December 2023 21:09 WIB, 2023