Mensos mengajar di KAT Orang Rimba Jambi
Rabu, 16 Maret 2022 23:39 WIB
Menteri Sosial Tri Rismaharini menjadi pendidik bagi anak-anak Orang Rimba di Sungai Terap, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Menteri sosial membangun sarana dan prasarana dasar untuk pendidikan dan layanan kesehatan bagi warga SAD di Jambi. (Antara/Muhamad Hanapi)
Jambi (ANTARA) - Menteri Sosial Tri Rismaharini mengajar kepada anak-anak Komunitas Adat Terpencil (KAT) Suku Anak Dalam (SAD) atau orang rimba di Sungai Terap, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, Rabu.
Mensos menyampaikan pengajaran di bangunan community center yang baru saja selesai dibangun oleh Kementerian Sosial sebagai tempat pemberdayaan bagi warga SAD di daerah itu.
"Kami berupaya memberikan pengajaran yang layak untuk anak-anak Orang Rimba di Jambi, karena mereka ini hidupnya masih berpindah-pindah dan anak-anaknya ikut serta berpindah-pindah. Dengan ini kami berupaya memberikan pendidikan untuk anak-anak orang rimba di Jambi," kata Tri Rismaharini.
Mensos berharap ke depan akan ada kesetaraan bagi Orang Rimba di Jambi dengan masyarakat lainnya, baik dari segi pendidikan, kesejahteraan sosial dan aspek-aspek lainnya.
Maka dari itu Kementerian Sosial berupaya memberikan akses-akses untuk kesejahteraan bagi warga SAD tersebut yang dimulai dari akses pendidikan dan kesehatan bagi warga SAD.
"Untuk mendukung layanan kesehatan, Kementerian Sosial akan memberikan fasilitas berupa kendaraan dinas untuk tenaga kesehatan agar dapat memberikan layanan kesehatan yang sebelumnya datang ke permukiman warga SAD dua minggu sekali, maka bisa dilakukan dalam waktu satu minggu sekali," kata Tri Rismaharini.
Kemensos berjanji akan mendukung penuh pembangunan fasilitas untuk pemberdayaan bagi warga SAD di daerah itu. Mensos berharap hadirnya sarana dan prasarana kebutuhan dasar untuk warga SAD di daerah itu dapat meningkatkan mutu layanan pendidikan dan kesehatan bagi warga SAD tersebut.
Community center tersebut merupakan bantuan dari dana CSR SKK Migas-PetroChina Internasional Jabung senilai Rp199 juta. Kemudian dari dana APBN dilakukan pembangunan fasilitas air bersih dan MCK komunal senilai Rp199 juta.
Kemudian dibangun pula sarana pendukung, seperti solar cell, sound system, perpustakaan dan sebagainya dengan nilai Rp77,8 juta.
"Konsep yang kami terapkan adalah bagaimana membangun sumber daya manusia warga SAD di Jambi agar mereka bisa dan setara dengan warga Indonesia lainnya," kata Tri Rismaharini.
Mensos menyampaikan pengajaran di bangunan community center yang baru saja selesai dibangun oleh Kementerian Sosial sebagai tempat pemberdayaan bagi warga SAD di daerah itu.
"Kami berupaya memberikan pengajaran yang layak untuk anak-anak Orang Rimba di Jambi, karena mereka ini hidupnya masih berpindah-pindah dan anak-anaknya ikut serta berpindah-pindah. Dengan ini kami berupaya memberikan pendidikan untuk anak-anak orang rimba di Jambi," kata Tri Rismaharini.
Mensos berharap ke depan akan ada kesetaraan bagi Orang Rimba di Jambi dengan masyarakat lainnya, baik dari segi pendidikan, kesejahteraan sosial dan aspek-aspek lainnya.
Maka dari itu Kementerian Sosial berupaya memberikan akses-akses untuk kesejahteraan bagi warga SAD tersebut yang dimulai dari akses pendidikan dan kesehatan bagi warga SAD.
"Untuk mendukung layanan kesehatan, Kementerian Sosial akan memberikan fasilitas berupa kendaraan dinas untuk tenaga kesehatan agar dapat memberikan layanan kesehatan yang sebelumnya datang ke permukiman warga SAD dua minggu sekali, maka bisa dilakukan dalam waktu satu minggu sekali," kata Tri Rismaharini.
Kemensos berjanji akan mendukung penuh pembangunan fasilitas untuk pemberdayaan bagi warga SAD di daerah itu. Mensos berharap hadirnya sarana dan prasarana kebutuhan dasar untuk warga SAD di daerah itu dapat meningkatkan mutu layanan pendidikan dan kesehatan bagi warga SAD tersebut.
Community center tersebut merupakan bantuan dari dana CSR SKK Migas-PetroChina Internasional Jabung senilai Rp199 juta. Kemudian dari dana APBN dilakukan pembangunan fasilitas air bersih dan MCK komunal senilai Rp199 juta.
Kemudian dibangun pula sarana pendukung, seperti solar cell, sound system, perpustakaan dan sebagainya dengan nilai Rp77,8 juta.
"Konsep yang kami terapkan adalah bagaimana membangun sumber daya manusia warga SAD di Jambi agar mereka bisa dan setara dengan warga Indonesia lainnya," kata Tri Rismaharini.
Pewarta : Muhammad Hanapi
Editor : Edy Supriyadi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jenjang pendidikan anak rimba Suku Anak Dalam sangat rendah, rata-rata hanya sampai SD
30 May 2022 13:54 WIB, 2022
Kebakaran terjadi di pemukiman padat penduduk Talang Aman Rimba Kemuning Palembang
14 April 2022 5:16 WIB, 2022
Polisi Dan temenggung adat orang rimba bujuk pelaku penembakan serhkan diri
08 November 2021 12:59 WIB, 2021
Digagas Butet Manurung dkk, "Sokola Rimba" lahir dari perpaduan budaya dengan pendidikan
14 February 2020 21:46 WIB, 2020
Terpopuler - Peristiwa
Lihat Juga
636 jemaah Tarikat Naqsabandiyah ikuti kegiatan Suluk Ramadhan di Bengkulu
26 March 2023 16:55 WIB, 2023
Penyelundupan puluhan gagak hitam untuk ritual mistik digagalkan polisi
24 March 2023 21:17 WIB, 2023