OJK: COVID-19 turunkan pendapatan 84,02 persen UMKM
Jumat, 4 Februari 2022 20:16 WIB
Tangkapan layar Ketua Satgas Pengembangan Keuangan Syariah dan Ekosistem UMKM Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ahmad Buchori dalam media briefing daring, Jumat (4/2/2022). (ANTARA/Sanya Dinda)
Jakarta (ANTARA) - Ketua Satgas Pengembangan Keuangan Syariah dan Ekosistem UMKM Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ahmad Buchori menyebut pandemi COVID-19 menurunkan pendapatan 84,02 persen dari 65 juta pelaku UMKM di Indonesia.
Ia merinci setidaknya delapan dari 10 UMKM mengalami penurunan permintaan produk akibat COVID-19.
"Pandemi dan kebijakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) berdampak pada UMKM dengan 84 persen mengalami penurunan pendapatan," kata Ahmad dalam media briefing daring yang dipantau di Jakarta, Jumat.
Sekitar 34 dari 100 perusahaan UMKM mengaku mengalami penurunan harga produk di tengah COVID-19.
Sebanyak 62,21 persen UMKM mengalami kendala keuangan untuk membiayai pegawai dan kegiatan operasional. Karena itu setidaknya tujuh dari 10 perusahaan UMKM membutuhkan modal usaha sebagai bantuan yang paling dibutuhkan.
"Di samping itu, pemasaran atau penjualan produk juga menjadi kendala paling banyak dialami di semua skala usaha," kata Ahmad.
Karena itu selain mendorong pembiayaan UMKM, OJK juga melakukan pendampingan dan membantu pemasaran produk UMKM, melalui dorongan kepada industri jasa keuangan untuk mendampingi UMKM, program kampus UMKM bersama, peningkatan literasi digital bagi UMKM, dan mendorong UMKM onon boarding di platform digital.
"Dari sisi pemasaran, OJK mendorong pemanfaatan platform UMKMMU, di mana 1.023 pelaku UMKM binaan OJK telah on boarding dengan 10.240 produk lokal unggulan," tegas Ahmad.
Ke depan, OJK berkomitmen untuk tetap memperkuat kebijakan dalam menjawab berbagai tantangan global maupun domestik, termasuk melalui peningkatan peran sektor jasa keuangan dalam mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional, khususnya di sektor-sektor prioritas dan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Ia merinci setidaknya delapan dari 10 UMKM mengalami penurunan permintaan produk akibat COVID-19.
"Pandemi dan kebijakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) berdampak pada UMKM dengan 84 persen mengalami penurunan pendapatan," kata Ahmad dalam media briefing daring yang dipantau di Jakarta, Jumat.
Sekitar 34 dari 100 perusahaan UMKM mengaku mengalami penurunan harga produk di tengah COVID-19.
Sebanyak 62,21 persen UMKM mengalami kendala keuangan untuk membiayai pegawai dan kegiatan operasional. Karena itu setidaknya tujuh dari 10 perusahaan UMKM membutuhkan modal usaha sebagai bantuan yang paling dibutuhkan.
"Di samping itu, pemasaran atau penjualan produk juga menjadi kendala paling banyak dialami di semua skala usaha," kata Ahmad.
Karena itu selain mendorong pembiayaan UMKM, OJK juga melakukan pendampingan dan membantu pemasaran produk UMKM, melalui dorongan kepada industri jasa keuangan untuk mendampingi UMKM, program kampus UMKM bersama, peningkatan literasi digital bagi UMKM, dan mendorong UMKM onon boarding di platform digital.
"Dari sisi pemasaran, OJK mendorong pemanfaatan platform UMKMMU, di mana 1.023 pelaku UMKM binaan OJK telah on boarding dengan 10.240 produk lokal unggulan," tegas Ahmad.
Ke depan, OJK berkomitmen untuk tetap memperkuat kebijakan dalam menjawab berbagai tantangan global maupun domestik, termasuk melalui peningkatan peran sektor jasa keuangan dalam mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional, khususnya di sektor-sektor prioritas dan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Pewarta : Sanya Dinda Susanti
Editor : Edy Supriyadi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Giatkan inklusi keuangan digital, Bank Raya dorong optimalisasi program loyalitas pelanggan
16 January 2026 17:51 WIB
Pertamina Patra Niaga kuatkan transformasi digital topang energi nasional
13 December 2025 18:04 WIB
XLSmart gelar Teman Pintar Indonesia tingkatkan kemampuan literasi digital siswa Lampung
08 December 2025 12:10 WIB
Wagub Lampung: ASN harus bisa jadi penggerak transformasi digital pemerintah
01 December 2025 19:34 WIB
Komdigi ajak masyarakat untuk aktif awasi risiko penggunaan digital pada anak
16 November 2025 9:51 WIB
Program "SERASI" wujudkan desa digital yang mandiri energi dan ramah lingkungan
10 November 2025 7:03 WIB
Terpopuler - Info Usaha
Lihat Juga
Mentan copot 192 pejabat dan 2.300 distributor pupuk yang ganggu produksi pertanian
07 January 2026 21:47 WIB