Pemerintah serap Rp25 triliun dari lelang SUN pada pekan ini
Rabu, 2 Februari 2022 20:43 WIB
Seorang karyawan BNI mengamati harga Surat Utang Negara (SUN) di BNI Treasury, Jakarta. FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo/Koz. (ANTARA/PRASETYO UTOMO)
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah menyerap Rp25 triliun dari lelang Surat Utang Negara (SUN) pada Rabu, 2 Februari 2022 dengan mempertimbangkan imbal hasil atau yield Surat Berharga Negara (SBN) yang wajar di pasar sekunder, serta rencana kebutuhan pembiayaan tahun 2022.
"Minat investor pada lelang SUN hari ini masih terlihat solid. Pelaku pasar sudah mulai melakukan price in atas sikap hawkish dari Bank Sentral AS," kata Direktur Surat Utang Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Deni Ridwan kepada dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.
Selain itu, likuiditas di pasar keuangan domestik masih sangat melimpah, sehingga penawaran yang masuk pada lelang hari ini sebesar Rp72,07 triliun atau mencatat bid to cover ratio sebesar 2,88 kali dari target sebesar Rp25 triliun.
Deni menjelaskan fokus investor pada lelang kali ini adalah dua SUN seri benchmark dengan tenor 10 dan 20 tahun, dengan penawaran umum untuk kedua seri tersebut mencapai 41,06 persen dari total.
"Selain itu, penawaran masuk terbesar pada lelang SUN hari ini adalah pada tenor 20 tahun sebesar yaitu dari Rp15,76 triliun," ujarnya.
Ia melanjutkan, lelang hari ini juga masih didominasi oleh investor domestik yang mencapai 93,74 persen dari penawaran umum, sementara partisipasi investor asing pada lelang tercatat senilai Rp4,51 triliun atau 6,26 persen dari total penawaran umum
Dengan demikian, total yang dimenangkan untuk investor asing sebesar Rp2,25 triliun atau 8,99 persen, dengan mayoritas dari tenor lima tahun, sehingga masih lebih tinggi dari rata-rata lelang terakhir yaitu sebesar 6,53 persen.
Partisipasi investor asing pada lelang hari ini masih dipengaruhi oleh libur imlek terutama pada negara-negara Asia seperti Tiongkok, Hongkong, Taiwan, Korea Selatan, Singapura, Vietnam, dan Malaysia.
Sementara itu, Deni menjelaskan yield rata-rata tertimbang pada lelang SUN kali ini secara umum sangat kompetitif apabila dibandingkan dengan level pasar pada penutupan hari sebelumnya.
Level yield pada lelang kali ini tercatat mixed, SUN tenor 5, 10, dan 20 tahun menurun antara satu sampai dua basis poin (bps), sementara untuk SUN tenor 15 dan 30 tahun terdapat kenaikan yield masing-masing sebesar satu dan dua bps.
Sesuai dengan kalender penerbitan SBN tahun 2022, lelang penerbitan SUN selanjutnya akan dilaksanakan pada tanggal 15 Februari.
"Minat investor pada lelang SUN hari ini masih terlihat solid. Pelaku pasar sudah mulai melakukan price in atas sikap hawkish dari Bank Sentral AS," kata Direktur Surat Utang Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Deni Ridwan kepada dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.
Selain itu, likuiditas di pasar keuangan domestik masih sangat melimpah, sehingga penawaran yang masuk pada lelang hari ini sebesar Rp72,07 triliun atau mencatat bid to cover ratio sebesar 2,88 kali dari target sebesar Rp25 triliun.
Deni menjelaskan fokus investor pada lelang kali ini adalah dua SUN seri benchmark dengan tenor 10 dan 20 tahun, dengan penawaran umum untuk kedua seri tersebut mencapai 41,06 persen dari total.
"Selain itu, penawaran masuk terbesar pada lelang SUN hari ini adalah pada tenor 20 tahun sebesar yaitu dari Rp15,76 triliun," ujarnya.
Ia melanjutkan, lelang hari ini juga masih didominasi oleh investor domestik yang mencapai 93,74 persen dari penawaran umum, sementara partisipasi investor asing pada lelang tercatat senilai Rp4,51 triliun atau 6,26 persen dari total penawaran umum
Dengan demikian, total yang dimenangkan untuk investor asing sebesar Rp2,25 triliun atau 8,99 persen, dengan mayoritas dari tenor lima tahun, sehingga masih lebih tinggi dari rata-rata lelang terakhir yaitu sebesar 6,53 persen.
Partisipasi investor asing pada lelang hari ini masih dipengaruhi oleh libur imlek terutama pada negara-negara Asia seperti Tiongkok, Hongkong, Taiwan, Korea Selatan, Singapura, Vietnam, dan Malaysia.
Sementara itu, Deni menjelaskan yield rata-rata tertimbang pada lelang SUN kali ini secara umum sangat kompetitif apabila dibandingkan dengan level pasar pada penutupan hari sebelumnya.
Level yield pada lelang kali ini tercatat mixed, SUN tenor 5, 10, dan 20 tahun menurun antara satu sampai dua basis poin (bps), sementara untuk SUN tenor 15 dan 30 tahun terdapat kenaikan yield masing-masing sebesar satu dan dua bps.
Sesuai dengan kalender penerbitan SBN tahun 2022, lelang penerbitan SUN selanjutnya akan dilaksanakan pada tanggal 15 Februari.
Pewarta : Agatha Olivia Victoria
Editor : Agus Wira Sukarta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
JK raih penghargaan tertinggi 'Order of the Rising Sun' dari Kaisar Jepang
10 May 2022 15:20 WIB, 2022
Juara renang Olimpiade Sun Yang kalah banding atas larangan terkait doping
05 March 2022 6:31 WIB, 2022
Pada peringatan Revolusi 1911, Sun Yat Sen disebut sebagai pelopor besar revolusi demokrasi
10 October 2021 7:41 WIB, 2021
inspirasi sukses berkarier, "Segelas Kopi dan Segudang Cerita Karier",
06 October 2021 11:43 WIB, 2021
Terpopuler - Info Finansial/Bursa
Lihat Juga
DJBC catat penerimaan kepabeanan dan cukai Lampung Rp1,76 triliun di triwulan III
01 November 2025 18:05 WIB