Bandarlampung (ANTARA) - Salah seorang perajin kue tutun di Kota Bandarlampung mengalami kenaikan jumlah pemesanan sepekan menjelang Hari Raya Imlek 2573 Kongzili.
"Untuk sementara yang sudah berjalan sampai hari ini sehari bisa dibuat 500 sampai 750 buah kue tutun," ujar perajin kue tutun Hasan Kurniawan, di Bandarlampung, Senin.
Ia mengatakan, kenaikan produksi tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya yang dalam sehari hanya mencapai 400 buah.
"Tahun kemarin akibat COVID-19 produksi hanya 400 buah sehari, lalu jumlah hari produksi pun berkurang 4 sampai 5 hari," katanya.
Menurutnya, peningkatan produksi tersebut naik karena adanya meningkatnya permintaan sampai 80 persen dari keadaan normal.
"Dari keadaan normal tahun ini permintaan sudah naik sekitar 80 persen, dari tahun sebelumnya yang hanya 60 persen. Ini mulai naik karena keadaan telah mulai membaik di banding tahun sebelumnya jadi penjualan mulai bagus juga," ucapnya.
Dia melanjutkan, dalam memenuhi kebutuhan akan kue tutun yang meningkat itu, telah disiapkan 15 orang pekerja yang mengerjakan produksi tiap harinya.
"Kue tutun ini musiman jadinya kita fokus mengerjakan ini bersama 15 orang pekerja sampai lembur. Untuk usaha ini pun sudah dilakukan sejak 1978," katanya.
Ia menjelaskan, satu kilogram kue tutun dijual dengan harga Rp25 ribu, dan pemasaran produk hanya di lingkup Kota Bandarlampung.
"Tahun ini karena harga gula pasir naik, terigu juga sedikit naik harga jual kue tutun naik dari sebelumnya Rp24 ribu menjadi Rp25 ribu. Sedangkan untuk produksi bisa menggunakan 100 kilogram gula dan tepung," ucapnya pula.
"Untuk sementara yang sudah berjalan sampai hari ini sehari bisa dibuat 500 sampai 750 buah kue tutun," ujar perajin kue tutun Hasan Kurniawan, di Bandarlampung, Senin.
Ia mengatakan, kenaikan produksi tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya yang dalam sehari hanya mencapai 400 buah.
"Tahun kemarin akibat COVID-19 produksi hanya 400 buah sehari, lalu jumlah hari produksi pun berkurang 4 sampai 5 hari," katanya.
Menurutnya, peningkatan produksi tersebut naik karena adanya meningkatnya permintaan sampai 80 persen dari keadaan normal.
"Dari keadaan normal tahun ini permintaan sudah naik sekitar 80 persen, dari tahun sebelumnya yang hanya 60 persen. Ini mulai naik karena keadaan telah mulai membaik di banding tahun sebelumnya jadi penjualan mulai bagus juga," ucapnya.
Dia melanjutkan, dalam memenuhi kebutuhan akan kue tutun yang meningkat itu, telah disiapkan 15 orang pekerja yang mengerjakan produksi tiap harinya.
"Kue tutun ini musiman jadinya kita fokus mengerjakan ini bersama 15 orang pekerja sampai lembur. Untuk usaha ini pun sudah dilakukan sejak 1978," katanya.
Ia menjelaskan, satu kilogram kue tutun dijual dengan harga Rp25 ribu, dan pemasaran produk hanya di lingkup Kota Bandarlampung.
"Tahun ini karena harga gula pasir naik, terigu juga sedikit naik harga jual kue tutun naik dari sebelumnya Rp24 ribu menjadi Rp25 ribu. Sedangkan untuk produksi bisa menggunakan 100 kilogram gula dan tepung," ucapnya pula.