Babi yang mati mendadak di Maua Hilia Agam positif terpapar flu babi Afrika
Jumat, 24 Desember 2021 6:23 WIB
Tim gabungan mengambil tulang tengkorak babi di Rimbo Ateh Ikia Maua Hilia, Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Rabu (8/12/2021). (Antara/Yusrizal)
Lubukbasung, (ANTARA) - Sampel organ tubuh babi yang mati mendadak di Maua Hilia, Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, positif terpapar virus African Swine Fever (ASF) atau virus flu babi Afrika.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian Agam, Farid Muslim di Lubukbasung, Jumat, mengatakan hal itu berdasarkan hasil laboratorium Balai Veteriner Bukittinggi dan hasil laboratorium itu keluar pada Senin (20/12).
"Ini berdasarkan investigasi lapangan Balai Veteriner Bukittinggi yang dikirimkan, namun kami tidak mengetahui hasil laboratorium, terkait metode dan jenis virus itu," katanya.
Ia mengatakan sampel babi yang mati secara mendadak itu diambil oleh tim gabungan berasal dari Balai Veteriner Bukittinggi, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar, Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan Sumbar pada Rabu (8/12).
Tim gabungan mengambil sampel berupa tulang tengkorak, tulang bagian tubuh lainnya, tanah lokasi babi mati mendadak dan sumber air setelah mendapat laporan dari warga adanya puluhan babi mati mendadak.
"Tim menemukan dua organ tubuh babi dan salah satu sampel tulang babi yang diambil itu positif ASF," katanya.
Dengan kondisi itu, ia mengimbau warga jika menemukan babi mati mendadak untuk melaporkan ke UPTD Puskeswan terdekat.
Ini dalam rangka mencegah penularan virus tersebut ke hewan liar lainnya.
"Di Agam tidak ada peternak babi, dan kita mewaspadai menular ke hewan lainnya, karena virus itu tidak bisa menular ke manusia," katanya.
Sebelumnya, warga Maua Hilia Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, dihebohkan dengan ditemukannya puluhan bangkai babi di lahan perkebunan mereka.
Temuan bangkai babi tersebut terjadi semenjak tiga bulan lalu.
"Kematian babi liar secara mendadak ini merupakan yang pertama di Agam," katanya.*
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian Agam, Farid Muslim di Lubukbasung, Jumat, mengatakan hal itu berdasarkan hasil laboratorium Balai Veteriner Bukittinggi dan hasil laboratorium itu keluar pada Senin (20/12).
"Ini berdasarkan investigasi lapangan Balai Veteriner Bukittinggi yang dikirimkan, namun kami tidak mengetahui hasil laboratorium, terkait metode dan jenis virus itu," katanya.
Ia mengatakan sampel babi yang mati secara mendadak itu diambil oleh tim gabungan berasal dari Balai Veteriner Bukittinggi, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar, Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan Sumbar pada Rabu (8/12).
Tim gabungan mengambil sampel berupa tulang tengkorak, tulang bagian tubuh lainnya, tanah lokasi babi mati mendadak dan sumber air setelah mendapat laporan dari warga adanya puluhan babi mati mendadak.
"Tim menemukan dua organ tubuh babi dan salah satu sampel tulang babi yang diambil itu positif ASF," katanya.
Dengan kondisi itu, ia mengimbau warga jika menemukan babi mati mendadak untuk melaporkan ke UPTD Puskeswan terdekat.
Ini dalam rangka mencegah penularan virus tersebut ke hewan liar lainnya.
"Di Agam tidak ada peternak babi, dan kita mewaspadai menular ke hewan lainnya, karena virus itu tidak bisa menular ke manusia," katanya.
Sebelumnya, warga Maua Hilia Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, dihebohkan dengan ditemukannya puluhan bangkai babi di lahan perkebunan mereka.
Temuan bangkai babi tersebut terjadi semenjak tiga bulan lalu.
"Kematian babi liar secara mendadak ini merupakan yang pertama di Agam," katanya.*
Pewarta : Altas Maulana
Editor : Samino Nugroho
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Diduga terjangkit ASF, puluhan babi mati mendadak di Kabupaten Agam, Sumbar
04 December 2021 20:26 WIB, 2021
Agam kembali menyala, sistem kelistrikan Sumbar pulih 100 persen pascabencana
08 December 2025 7:17 WIB
Kasus Rest Area KM45, Anak korban: Laporan ditolak berdalih pistol bohongan
06 January 2025 15:47 WIB, 2025
Sebanyak 2.742 ekor anak sapi di Agam Sumbar lahir hasil kawin suntik selama 2023
19 February 2024 18:56 WIB, 2024
Terpopuler - Peristiwa
Lihat Juga
636 jemaah Tarikat Naqsabandiyah ikuti kegiatan Suluk Ramadhan di Bengkulu
26 March 2023 16:55 WIB, 2023
Penyelundupan puluhan gagak hitam untuk ritual mistik digagalkan polisi
24 March 2023 21:17 WIB, 2023