BPBD catat korban meninggal dunia dampak bencana di Agam capai 120 orang

id Korban bencana alam di Agam,banjir ts,banjir bandang,banjir bandang ts,bantuan korban banjir,bantuan korban banjir ts,ko

BPBD catat korban meninggal dunia dampak bencana di Agam capai 120 orang

Personel Polri sedang mencari korban yang hilang dampak banjir bandang di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.  ANTARA/Yusrizal.

Korban terbanyak tersebar di Kecamatan Palembayan

Lubuk Basung (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat mencatat korban meninggal dunia dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda daerah itu mencapai 120 orang tersebar di enam kecamatan.

Ini merupakan data korban meninggal dunia pada Minggu (30/11) pukul 23.00 WIB," kata Kepala Pelaksana BPBD Agam Rahmat Lasmono di Lubuk Basung, Senin.

Ia mengatakan ke-120 korban meninggal dunia itu tersebar di Kecamatan Malalak sebanyak 12 orang, Matur satu orang, Tanjung Raya delapan orang.

Sementara di Kecamatan Palupuh satu orang, Palembayan 97 orang dan Ampek Nagari satu orang.

"Korban terbanyak tersebar di Kecamatan Palembayan," katanya.

Ia menambahkan korban yang belum ditemukan sebanyak 74 orang tersebar di Kecamatan Malalak enam orang, Palembayan 63 orang, Lubuk Basung satu orang dan Tanjung Raya empat orang.

Untuk proses pencarian, tambahnya, bakal dilanjutkan pada Senin (1/12) pagi melibatkan BPBD Agam, Satpol PP, Damkar, Basarnas, TNI, Polri, PMI Agam dan lainnya.

"Pencarian korban juga menurunkan anjing pelacak (K9) dari Polri," katanya.

Ia menambahkan korban yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Basung 44 orang dan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang satu orang.

Sedangkan warga yang mengungsi akibat banjir, banjir bandang dan longsor sebanyak 6.300 orang.

Ke 6.300 orang itu berasal dari Kecamatan Palembayan, Ampek Nagari, Palupuh, Tanjung Raya, Tanjung Mutiara, Baso, Malalak, Banuhampu, Matur, Ampek Koto dan Lubuk Basung.

"Mereka mengungsi di rumah saudaranya, masjid, mushalla, sekolah dan lainnya. Untuk kebutuhan makan, telah kita dirikan dapur umum," katanya.

Pewarta :
Editor : Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.