Tanoto Foundation luncurkan e-PINTAR bantu para guru di Indonesia saat pandemi
Selasa, 14 September 2021 21:59 WIB
CEO Tanoto Foundation, Dr. J. Satrijo Tanudjojo ketika membuka acara peluncuran e-PINTAR, Selasa (14/9). ANTARA/Tanoto Foundation
Jakarta (ANTARA) - Program Tanoto Foundation, e-PINTAR, diluncurkan di Jakarta, Selasa, sebagai suatu inovasi pengembangan profesi kependidikan untuk mengakomodasi kebutuhan pengembangan diri secara terus-menerus bagi guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia.
CEO Global Tanoto Foundation, Dr J Satrijo Tanudjojo, menyatakan, teknologi memiliki keunggulan untuk meningkatkan kualitas pendidikan sehingga organisasinya memanfaatkan teknologi untuk pelatihan berbasis digital berskala besar dan penyebaran praktik baik pengajaran.
“Program e-PINTAR untuk mendukung digitalisasi pendidikan, terutama di area pengembangan kompetensi guru. Kami percaya guru harus mahir memanfaatkan teknologi untuk belajar, agar mampu mendampingi siswanya yang digital native,” kata dia, saat membuka acara peluncuran e-PINTAR.
Guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia dapat mengakses pijakan e-PINTAR secara fleksibel, lintas waktu, dan geografis. e-PINTAR menyediakan ruang bagi para peserta berkomunikasi dengan fasilitator dan guru-guru peserta lain untuk saling belajar.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek, Iwan Syahril PhD, menghargai kehadiran e-PINTAR yang diharapkan dapat menjadi solusi menghadapi tantangan pembelajaran pada masa pandemi.
Ia sangat mengapresiasi upaya organisasi nirlaba ini yang telah menciptakan program e-PINTAR berbasis digital yang akan dapat diakses seluas-luasnya melalui pintartanoto.id.
“Program ini memberi kesempatan pada guru-guru untuk terus melakukan pembelajaran, berlatih secara mandiri melalui sistem tata kelola pembelajaran,” katanya.
Sebagai pijakan pelatihan guru dan kepala sekolah berbasis digital, e-PINTAR telah diuji coba pada April 2021 oleh 500 guru di Indonesia, terutama yang berasal dari daerah yang belum bermitra dengan Program PINTAR.
Setelah mengikuti uji coba, 98,1 persen peserta menyatakan e-PINTAR meningkatkan kemampuan mengajar pembelajaran aktif dan membantu beradaptasi dalam penggunaan teknologi.
Konten e-PINTAR diharapkan menjadi kontribusi peningkatan kapasitas guru melalui berbagai fitur seperti video dan kuis interaktif, artikel bacaan, penugasan, hingga forum diskusi.
Klinik pemantapan materi dimana peserta dapat berkomunikasi dengan fasilitator juga diharapkan memberikan pemahaman lebih lanjut berkaitan dengan modul yang dipelajari dalam e-PINTAR. Peserta juga akan mendapatkan sertifikat jika telah menyelesaikan semua aktivitas pelatihan dalam pijakan e-PINTAR.
Baca juga: Tahun ajaran baru, kegiatan belajar mengajar masih dilakukan secara daring
CEO Global Tanoto Foundation, Dr J Satrijo Tanudjojo, menyatakan, teknologi memiliki keunggulan untuk meningkatkan kualitas pendidikan sehingga organisasinya memanfaatkan teknologi untuk pelatihan berbasis digital berskala besar dan penyebaran praktik baik pengajaran.
“Program e-PINTAR untuk mendukung digitalisasi pendidikan, terutama di area pengembangan kompetensi guru. Kami percaya guru harus mahir memanfaatkan teknologi untuk belajar, agar mampu mendampingi siswanya yang digital native,” kata dia, saat membuka acara peluncuran e-PINTAR.
Guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia dapat mengakses pijakan e-PINTAR secara fleksibel, lintas waktu, dan geografis. e-PINTAR menyediakan ruang bagi para peserta berkomunikasi dengan fasilitator dan guru-guru peserta lain untuk saling belajar.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek, Iwan Syahril PhD, menghargai kehadiran e-PINTAR yang diharapkan dapat menjadi solusi menghadapi tantangan pembelajaran pada masa pandemi.
Ia sangat mengapresiasi upaya organisasi nirlaba ini yang telah menciptakan program e-PINTAR berbasis digital yang akan dapat diakses seluas-luasnya melalui pintartanoto.id.
“Program ini memberi kesempatan pada guru-guru untuk terus melakukan pembelajaran, berlatih secara mandiri melalui sistem tata kelola pembelajaran,” katanya.
Sebagai pijakan pelatihan guru dan kepala sekolah berbasis digital, e-PINTAR telah diuji coba pada April 2021 oleh 500 guru di Indonesia, terutama yang berasal dari daerah yang belum bermitra dengan Program PINTAR.
Setelah mengikuti uji coba, 98,1 persen peserta menyatakan e-PINTAR meningkatkan kemampuan mengajar pembelajaran aktif dan membantu beradaptasi dalam penggunaan teknologi.
Konten e-PINTAR diharapkan menjadi kontribusi peningkatan kapasitas guru melalui berbagai fitur seperti video dan kuis interaktif, artikel bacaan, penugasan, hingga forum diskusi.
Klinik pemantapan materi dimana peserta dapat berkomunikasi dengan fasilitator juga diharapkan memberikan pemahaman lebih lanjut berkaitan dengan modul yang dipelajari dalam e-PINTAR. Peserta juga akan mendapatkan sertifikat jika telah menyelesaikan semua aktivitas pelatihan dalam pijakan e-PINTAR.
Baca juga: Tahun ajaran baru, kegiatan belajar mengajar masih dilakukan secara daring
Pewarta : Ade P Marboen
Editor : Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
RSUDAM Lampung: Layanan radioterapi tetap buka di masa libur panjang Lebaran
17 March 2026 21:28 WIB
Masa depan anak-anak di Desa Sukorahayu tumbuh melalui Program Tenggiri PHE OSES
16 March 2026 17:29 WIB
Gianluca Prestianni dilarang tampil selama masa investigasi kasus rasialisme
24 February 2026 4:25 WIB
Dompet Dhuafa renovasi sejumlah sekolah pada masa pemulihan pasca-bencana Sumatera
13 January 2026 7:51 WIB
Terpopuler - Sekolah/Perguruan Tinggi
Lihat Juga
Disdik Lampung tingkatkan kemampuan akademik lalui pembiasaan soal berbasis HOTS
14 January 2026 20:21 WIB
Sekolah desa sebagai pusat peradaban, Dosen UM Kalianda lakukan pengabdian di Lampung Selatan
12 January 2026 14:50 WIB
Program FKUI kampus pertama peraih akreditasi internasional dari IAAHEH-INT
21 December 2025 10:11 WIB