
Masa depan anak-anak di Desa Sukorahayu tumbuh melalui Program Tenggiri PHE OSES

Kami sangat mengapresiasi kepedulian PHE OSES melalui Program Tenggiri ini. Bantuan pemberian makanan utama dan vitamin bagi balita yang mengalami stunting sangat membantu masyarakat kami.
Sukorahayu, Lampung Timur (ANTARA) - PT Pertamina Hulu Energi OSES (PHE OSES) menghadirkan langkah nyata untuk membantu menurunkan angka stunting bagi balita di Desa Sukorahayu, melalui Program Tenggiri (Terpadu Edukasi Nelayan Gizi & Informasi Resik).
Program yang berlangsung sejak Desember 2025 hingga Januari 2026 menyasar anak balita yang masuk kategori stunting.
Selama dua bulan pelaksanaan, para balita menerima Pemberian Makanan Utama (PMU) sebanyak 60 kali serta pemberian vitamin selama 30 hari guna membantu memenuhi kebutuhan gizi, memperbaiki pertumbuhan, dan meningkatkan kondisi kesehatan mereka.
Pelaksanaan program ini turut didukung Kepala Desa Sukorahayu Afria Syahdi, serta melibatkan Kelompok Posyandu Melati Desa Sukorahayu, dan tenaga kesehatan dari UPTD Puskesmas Labuhan Maringgai.
Selain pemberian bantuan gizi, kegiatan juga dilengkapi dengan sosialisasi mengenai stunting dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang disampaikan oleh kader posyandu kepada para ibu yang memiliki anak dengan kondisi stunting.
Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai gejala, faktor penyebab, serta langkah-langkah pencegahannya sejak dini.
Kepala Desa Sukorahayu, Afria Syahdi dalam pernyataan di Lampung Timur, Senin, menyampaikan apresiasinya atas kepedulian Perusahaan terhadap kesehatan masyarakat di desanya.
"Kami sangat mengapresiasi kepedulian PHE OSES melalui Program Tenggiri ini. Bantuan pemberian makanan utama dan vitamin bagi balita yang mengalami stunting sangat membantu masyarakat kami. Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut karena sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang anak-anak di Desa Sukorahayu,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan tenaga kesehatan dari UPTD Puskesmas Labuhan Maringgai Retno menekankan pentingnya intervensi gizi dan edukasi kesehatan dalam upaya penanganan stunting.
"Penanganan stunting tidak hanya melalui pemberian makanan bergizi, tetapi juga melalui edukasi kepada orang tua mengenai pola makan anak, kebersihan lingkungan, pola hidup sehat serta pemberian ASI eksklusif sejak lahir hingga usia enam bulan, serta imunisasi lengkap. Program ini sangat membantu kami dalam memperkuat upaya pencegahan dan penanganan stunting di masyarakat," kata Retno.
Head Communication Relations & CID PHE OSES Indra Darmawan menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen Perusahaan untuk menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.
"Melalui Program Tenggiri, PHE OSES tidak hanya memberikan bantuan gizi kepada anak-anak yang membutuhkan, tetapi juga meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi serta pola hidup sehat. Kami berharap program ini dapat membantu memperbaiki pertumbuhan anak-anak sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pencegahan stunting sejak dini," kata Indra.
Indra mengatakan, melalui pendekatan yang memadukan intervensi gizi dan edukasi kesehatan, Program Tenggiri diharapkan mampu berkontribusi dalam menurunkan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak di Desa Sukorahayu.
"Bagi masyarakat desa pesisir tersebut, program ini bukan sekadar bantuan pangan atau vitamin, tetapi juga menjadi simbol kepedulian dan harapan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh sehat, kuat, dan meraih masa depan yang lebih baik," ujarnya.
Baca juga: Pemkab Lampung Selatan siapkan empat strategi guna percepat penurunan stunting
Baca juga: BKKBN Lampung sebut pendampingan 1.000 HPK upaya entaskan stunting
Baca juga: Program Tenggiri PHE OSES dukung pengentasan stunting di Lampung Timur
Pewarta : Muklasin
Editor:
Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
