Harga beras di Mesuji anjlok
Rabu, 5 Mei 2021 13:19 WIB
Harga gabah di Mesuji turun (Antara Lampung/Raharja)
Mesuji,Lampung (ANTARA) - Sejumlah petani di tiga kecamatan di Kabupaten Mesuji, Lampung, mengeluhkan harga beras yang anjlok di daerah itu menjelang Lebaran, sehingga harga jual beras tidak bisa menutupi modal yang dikeluarkan untuk mengolah lahan mereka.
Para petani di Kecamatan Mesuji, Kecamatan Mesuji Timur dan Kecamatan Rawa Jitu Utara menyebutkan harga beras kini berkisar Rp6.500/kg, padahal sebelumnya mencapai Rp7.200/kg.
"Tentu kami sangat bingung karena tak cukup mengganti biaya yang dikeluarkan,"katan Sairun, salah satu petani di Kecamatan Mesuji, Rabu.
Meski demikian, ia menyebutkan tetap menggeluti pekerjaan sebagai petani dan tetap menaruh harapan akan bisa membiayai ekonomi keluarga dengan mengandalkan hasil pertanian.
Ia mengatakan harga beras sekarang hanya Rp6.500/kg, sebelumnya Rp7.200/kg.
"Tentu kami berharap harga beras bisa stabil karena inilah harapan kami sebagai petani," katanya.
Kendala yang dialami petani dalam menjual hasil sawahnya adalah kondisi jalan yang hanya bisa dilintasi motor.
"Kami berharap kepada pemerinta agar dapat menstabilkan harga beras. Kondisi seperti ini membikin kami sulit bertahan karena biaya tanam dan pemeliharaan padi yang hampir sama dengan hasil panen,"katanya.
Sementara itu, salah seorang pedagang beras Tigimin mengatakan bahwa agen dan pabrik membeli beras dari petani Rp6.500/kg. Kemudian beras itu dipasok ke pedagang berkisar Rp7.000- Rp7.500/kg. Sekarang memang stok beras banyak sehingga harganya turun," katanya.
Para petani di Kecamatan Mesuji, Kecamatan Mesuji Timur dan Kecamatan Rawa Jitu Utara menyebutkan harga beras kini berkisar Rp6.500/kg, padahal sebelumnya mencapai Rp7.200/kg.
"Tentu kami sangat bingung karena tak cukup mengganti biaya yang dikeluarkan,"katan Sairun, salah satu petani di Kecamatan Mesuji, Rabu.
Meski demikian, ia menyebutkan tetap menggeluti pekerjaan sebagai petani dan tetap menaruh harapan akan bisa membiayai ekonomi keluarga dengan mengandalkan hasil pertanian.
Ia mengatakan harga beras sekarang hanya Rp6.500/kg, sebelumnya Rp7.200/kg.
"Tentu kami berharap harga beras bisa stabil karena inilah harapan kami sebagai petani," katanya.
Kendala yang dialami petani dalam menjual hasil sawahnya adalah kondisi jalan yang hanya bisa dilintasi motor.
"Kami berharap kepada pemerinta agar dapat menstabilkan harga beras. Kondisi seperti ini membikin kami sulit bertahan karena biaya tanam dan pemeliharaan padi yang hampir sama dengan hasil panen,"katanya.
Sementara itu, salah seorang pedagang beras Tigimin mengatakan bahwa agen dan pabrik membeli beras dari petani Rp6.500/kg. Kemudian beras itu dipasok ke pedagang berkisar Rp7.000- Rp7.500/kg. Sekarang memang stok beras banyak sehingga harganya turun," katanya.
Pewarta : Deddy Irawan
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Direktur BEI tindaklanjuti rencana MSCI terkait "review" saham di Indonesia
28 January 2026 13:39 WIB
Terpopuler - Mesuji
Lihat Juga
Wamentrans dukung produk program transmigrasi dari Lampung tembus pasar global
24 January 2026 22:56 WIB
Pimpin apel perdana paska dilantik, Wakil Bupati Mesuji beri ultimatum para pejabat
25 February 2025 9:39 WIB
Pj Bupati Mesuji resmi luncurkan penanaman jagung serentak 1 juta hektare
22 January 2025 7:49 WIB, 2025