Pemkot Metro tunggu keputusan Kemendikbud terkait proses KBM
Kamis, 9 Juli 2020 16:28 WIB
Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Kota Metro, Nasir AT saat diwawancarai di ruanganya, Kamis. (Antaralampung.com/Hendra Kurniawan)
Metro (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Metro masih menunggu keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk memulai kembali kegiatan belajar mengajar (KBM) bagi siswa SD dan SMP di kota setempat.
"Iya kita masih tunggu keputusan pusat. Apakah nanti mau sekolah sistem daring atau tatap muka. Tapi, kita melalui Disdikbud sudah menyiapkan beberapa opsi," kata Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Kota Metro, Nasir AT, Kamis.
Disdikbud, kata dia, sudah menyiapkan tiga opsi untuk KBM, pertama yakni dengan sistem daring yakni guru dan siswa tetap di rumah, kemudian sistem daring namun siswa di rumah tapi guru tetap di sekolah dan terakhir yakni dengan sistem tatap muka.
"Kita sudah siapkan semuanya. Pokoknya tinggal nunggu keputusan pusat, mau sistem daring atau tatap muka," katanya.
Khusus untuk tatap muka, lanjut Nasir, nantinya tetap akan menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan sebelum masuk, dan juga pengaturan jarak antar siswa.
"Ya itu jadi protokol kesehatan harus benar-benar diperhatikan. Pengaturan tempat duduk siswa. Kalau biasanya satu kelas 40 siswa, ya ini kita buat jadi dua kelas," ucap Nasir.
Ia menambahkan, Disdikbud Kota Metro saat ini juga tengah membahas ketiga opsi sistem KBM yang nantinya akan diterapkan sesuai keputusan Kemendikbud.
"Iya masih terus dibahas. Apalagi untuk opsi KBM yang tatap muka," tambahnya.
"Iya kita masih tunggu keputusan pusat. Apakah nanti mau sekolah sistem daring atau tatap muka. Tapi, kita melalui Disdikbud sudah menyiapkan beberapa opsi," kata Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Kota Metro, Nasir AT, Kamis.
Disdikbud, kata dia, sudah menyiapkan tiga opsi untuk KBM, pertama yakni dengan sistem daring yakni guru dan siswa tetap di rumah, kemudian sistem daring namun siswa di rumah tapi guru tetap di sekolah dan terakhir yakni dengan sistem tatap muka.
"Kita sudah siapkan semuanya. Pokoknya tinggal nunggu keputusan pusat, mau sistem daring atau tatap muka," katanya.
Khusus untuk tatap muka, lanjut Nasir, nantinya tetap akan menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan sebelum masuk, dan juga pengaturan jarak antar siswa.
"Ya itu jadi protokol kesehatan harus benar-benar diperhatikan. Pengaturan tempat duduk siswa. Kalau biasanya satu kelas 40 siswa, ya ini kita buat jadi dua kelas," ucap Nasir.
Ia menambahkan, Disdikbud Kota Metro saat ini juga tengah membahas ketiga opsi sistem KBM yang nantinya akan diterapkan sesuai keputusan Kemendikbud.
"Iya masih terus dibahas. Apalagi untuk opsi KBM yang tatap muka," tambahnya.
Pewarta : Hendra Kurniawan
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Bandarlampung beri bantuan perlengkapan sekolah untuk 18 ribu siswa
26 January 2026 21:09 WIB
Wali Kota Bandarlampung minta kehadiran Sekolah Siger dipahami secara objektif
26 January 2026 21:01 WIB
Bupati Lampung Barat sebut kepala sekolah berperan bangun kedisiplinan murid
15 January 2026 10:21 WIB
Dompet Dhuafa renovasi sejumlah sekolah pada masa pemulihan pasca-bencana Sumatera
13 January 2026 7:51 WIB
Sebanyak 627 sekolah di Lampung direnovasi melalui Program Revitalisasi Sekolah
12 January 2026 20:22 WIB
Terpopuler - Kota Metro
Lihat Juga
Gagalkan penyelundupan narkoba, dua Srikandi Lapas Metro terima penghargaan
22 January 2026 19:40 WIB
Gagalkan penyelundupan narkoba, petugas Lapas Metro terima penghargaan khusus
21 January 2026 17:46 WIB
Petugas Lapas Metro gagalkan penyelundupan narkotika yang dibawa keluarga narapidana
20 January 2026 17:16 WIB
Perokris PLN Lampung gelar ibadah dan bakti sosial di Wisma Kasih Sejati Metro
13 January 2026 19:10 WIB
Y-Dash, layanan mentoring wirausaha Disporapar Metro untuk tekan pengangguran
18 December 2025 19:06 WIB
Melalui program Kompak, Satpol PP Metro perkuat peran masyarakat tanggulangi kebakaran
18 December 2025 18:35 WIB
Ramp cek di Terminal Mulyojati Metro Lampung, 8 kendaraan tak layak jalan
16 December 2025 16:52 WIB