Jumlah positif COVID-19 di Aceh bertambah jadi lima orang
Minggu, 29 Maret 2020 20:27 WIB
Direktur RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh dr Azharuddin di Banda Aceh. (FOTO ANTARA/Khalis)
Banda Aceh (ANTARA) - Warga yang positif terjangkit virus corona jenis baru (COVID-19) di Provinsi Aceh bertambah satu orang sehingga hingga saat ini total warga di Aceh yang telah terinfeksi virus itu sebanyak lima orang, satu di antaranya meninggal dunia.
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin Banda Aceh dr Azharuddin membenarkan penambahan pasien positif COVID-19 tersebut yang merupakan pasien berdomisili di Kabupaten Aceh Besar, dan memiliki riwayat perjalanan ke Malaysia.
"Iya benar positif COVID-19. Dia warga Aceh Besar yang pulang dari Malaysia," katanya saat dikonfirmasi di Banda Aceh, Minggu.
Ia menjelaskan warga yang terjangkit COVID-19 itu merupakan seorang suami dari pasangan suami istri yang baru kembali dari Malaysia pada Minggu (15/3) 2020 lalu.
Kemudian, pria berumur 22 tahun itu menjadi pasien dalam pengawasan (PDP), dan masuk ke ruang isolasi RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh pada Minggu (22/3) lalu, dengan keluhan batuk, demam, dan diare.
Menurut Azharuddin hasil sampel lendir (swab) tenggorokan PDP tersebut dari Balitbangkes Kementerian Kesehatan yang diterima Minggu (29/3) sore menyatakan pria muda itu positif COVID-19.
Sedangkan istrinya berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dan tidak harus menjalani perawatan di rumah sakit, namun tetap mengisolasi diri selama 14 hari.
"Istrinya ODP. Suaminya sakit usai pulang dari Malaysia. Karena sakit makanya kita 'swab' di rumah sakit dan dirawat," katanya.
Selanjutnya, pasien positif COVID-19 tersebut akan ditangani sesuai standar operasional prosedur penanganan pasien COVID-19 di Indonesia, demikian Azharuddin.
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin Banda Aceh dr Azharuddin membenarkan penambahan pasien positif COVID-19 tersebut yang merupakan pasien berdomisili di Kabupaten Aceh Besar, dan memiliki riwayat perjalanan ke Malaysia.
"Iya benar positif COVID-19. Dia warga Aceh Besar yang pulang dari Malaysia," katanya saat dikonfirmasi di Banda Aceh, Minggu.
Ia menjelaskan warga yang terjangkit COVID-19 itu merupakan seorang suami dari pasangan suami istri yang baru kembali dari Malaysia pada Minggu (15/3) 2020 lalu.
Kemudian, pria berumur 22 tahun itu menjadi pasien dalam pengawasan (PDP), dan masuk ke ruang isolasi RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh pada Minggu (22/3) lalu, dengan keluhan batuk, demam, dan diare.
Menurut Azharuddin hasil sampel lendir (swab) tenggorokan PDP tersebut dari Balitbangkes Kementerian Kesehatan yang diterima Minggu (29/3) sore menyatakan pria muda itu positif COVID-19.
Sedangkan istrinya berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dan tidak harus menjalani perawatan di rumah sakit, namun tetap mengisolasi diri selama 14 hari.
"Istrinya ODP. Suaminya sakit usai pulang dari Malaysia. Karena sakit makanya kita 'swab' di rumah sakit dan dirawat," katanya.
Selanjutnya, pasien positif COVID-19 tersebut akan ditangani sesuai standar operasional prosedur penanganan pasien COVID-19 di Indonesia, demikian Azharuddin.
Pewarta : Khalis Surry
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Lampung ingatkan pentingnya revitalisasi sungai untuk mitigasi bencana
12 February 2026 16:55 WIB
Wagub Lampung minta pelayanan publik harus cepat, transparan, dan manusiawi
09 February 2026 19:39 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Dompet Dhuafa, Indosat dan Tokopedia hadirkan sumur bor bagi penyintas banjir di Aceh
14 February 2026 9:55 WIB
Seratusan ikan keramat di Cigugur mati, Pemkab Kuningan selidiki penyebabnya
02 February 2026 16:07 WIB
Pewarta foto ANTARA rilis buku "Orang -Orang Bermata biru dari Minangkabau"
01 February 2026 11:46 WIB