Lampung dapat bantuan sebanyak 2.000 APD dari pusat
Kamis, 26 Maret 2020 20:29 WIB
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menerima bantuan alat pelindung diri (APD) secara simbolis yang diserahkan oleh Danrem 043/Gatam Kolonel Inf Taufiq Hanafi. Kamis. (26/3/2020). (ANTARA/Dian Hadiyatna)
Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Lampung mendapatkan bantuan 2.000 alat pelindung diri (APD) dari Pusat yang diterima oleh Komandan KOREM/043 Garuda Hitam (Gatam) dan langsung diserahkan ke pemerintah provinsi setempat.
"APD yang kita terima dari Pusat ini segera didistribusikan ke beberapa rumah sakit rujukan di Lampung," kata Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, di Bandarlampung, Kamis.
Baca juga: Dinkes Lampung lakukan tracing setelah dua PDP positif COVID-19
Ia mengatakan bahwa besok Dinas Kesehatan Provinsi Lampung bersama sejumlah direktur rumah sakit akan menyalurkan APD kepada petugas kesehatan yang menangani pasien COVID-19.
"Semoga dengan APD dapat kita maksimalkan guna menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi, tapi semoga saja di Lampung tidak bertambah lagi pasien yang positif corona," kata dia.
Sementara itu, Kadis Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana, mengatakan bahwa Dinas Kesehatan telah mendistribusikan 60 APD ke sejumlah rumah sakit yang dirujuk sebagai tempat penanganan COVID-19.
Baca juga: Dinkes konfirmasi ada penambahan pasien COVID-19 di Lampung
"Sekarang kita dapat dari pemerintah pusat 2.000 APD yang akan kita salurkan ke rumah sakit rujukan, kemarin ada 60 APD yang sudah kita salurkan, sumbangan dari pengusaha di Lampung," kata dia.
Terkait apakah APD yang ada sudah mencukupi untuk Lampung, Kadiskes tersebut mengakui belum dapat memprediksinya sebab Pemprov Lampung melalui SK Gubernur telah menunjuk 30 rumah sakit baik pemerintah maupun swasta untuk penanganan pasien COVID-19.
"Kita tidak bisa memprediksinya namun dengan jumlah APD yang ada kita akan memaksimalkan penggunaannya," kata dia.
Ia pun menegaskan bahwa penambahan rumah sakit rujukan tersebut bukan melihat mereka mumpuni atau tidaknya menangani COVID-19, namun lebih kepada persiapan jika hal yang tidak diinginkan terjadi di Lampung.
"Dalam kondisi pandemi kita tidak berbicara mumpuni atau tidak rumah sakit tersebut tapi bagaimana ketika pasien dalam pengawasan (PDP) bertambah banyak mereka dapat pelayanan dengan baik bisa tidur dan lainnya, dan saya pastikan rumah sakit di Lampung tidak ada yang boleh menolak PDP," tegasnya.
Baca juga: jubir ingatkan pulang kampung boleh asal terapkan protokol keselamatan
Baca juga: Kasus COVID-19 telah menyebar di 27 provinsi di Indonesia
Baca juga: Wagub: Lampung siapkan 30 rumah sakit untuk isolasi
"APD yang kita terima dari Pusat ini segera didistribusikan ke beberapa rumah sakit rujukan di Lampung," kata Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, di Bandarlampung, Kamis.
Baca juga: Dinkes Lampung lakukan tracing setelah dua PDP positif COVID-19
Ia mengatakan bahwa besok Dinas Kesehatan Provinsi Lampung bersama sejumlah direktur rumah sakit akan menyalurkan APD kepada petugas kesehatan yang menangani pasien COVID-19.
"Semoga dengan APD dapat kita maksimalkan guna menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi, tapi semoga saja di Lampung tidak bertambah lagi pasien yang positif corona," kata dia.
Sementara itu, Kadis Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana, mengatakan bahwa Dinas Kesehatan telah mendistribusikan 60 APD ke sejumlah rumah sakit yang dirujuk sebagai tempat penanganan COVID-19.
Baca juga: Dinkes konfirmasi ada penambahan pasien COVID-19 di Lampung
"Sekarang kita dapat dari pemerintah pusat 2.000 APD yang akan kita salurkan ke rumah sakit rujukan, kemarin ada 60 APD yang sudah kita salurkan, sumbangan dari pengusaha di Lampung," kata dia.
Terkait apakah APD yang ada sudah mencukupi untuk Lampung, Kadiskes tersebut mengakui belum dapat memprediksinya sebab Pemprov Lampung melalui SK Gubernur telah menunjuk 30 rumah sakit baik pemerintah maupun swasta untuk penanganan pasien COVID-19.
"Kita tidak bisa memprediksinya namun dengan jumlah APD yang ada kita akan memaksimalkan penggunaannya," kata dia.
Ia pun menegaskan bahwa penambahan rumah sakit rujukan tersebut bukan melihat mereka mumpuni atau tidaknya menangani COVID-19, namun lebih kepada persiapan jika hal yang tidak diinginkan terjadi di Lampung.
"Dalam kondisi pandemi kita tidak berbicara mumpuni atau tidak rumah sakit tersebut tapi bagaimana ketika pasien dalam pengawasan (PDP) bertambah banyak mereka dapat pelayanan dengan baik bisa tidur dan lainnya, dan saya pastikan rumah sakit di Lampung tidak ada yang boleh menolak PDP," tegasnya.
Baca juga: jubir ingatkan pulang kampung boleh asal terapkan protokol keselamatan
Baca juga: Kasus COVID-19 telah menyebar di 27 provinsi di Indonesia
Baca juga: Wagub: Lampung siapkan 30 rumah sakit untuk isolasi
Pewarta : Dian Hadiyatna
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Nilai ekspor Lampung selama Januari-November 2025 tercatat naik 19,07 persen
05 January 2026 19:51 WIB
Terpopuler - Pemprov Lampung
Lihat Juga
Pemprov Lampung angkat guru honor jadi PPPK untuk tingkatkan kesejahteraan
26 January 2026 15:58 WIB
Pemprov Lampung minta perusahaan terapkan SOP secara ketat kurangi kecelakaan kerja
26 January 2026 14:57 WIB
TP PKK Provinsi Lampung serahkan bantuan 15 unit kaki palsu bagi penyandang disabilitas
24 January 2026 17:32 WIB