Malaysia lacak 5.000 orang yang diduga terkena virus corona
Rabu, 11 Maret 2020 20:17 WIB
Satgas Pamtas Yonif R-641/Bru saat memberikan sosialisasi pencehagan penyebaran virus Corona atau Covid-19 kepada masyarakat di perbatasan RI-Malaysia di Kecamatan Jagoi Babang. (istimewa)
Kuala Lumpur (ANTARA) - Pihak berwenang Malaysia sedang melacak sekitar 5.000 warga di seluruh negeri, yang diyakini punya kemungkinan tertular virus corona di sebuah acara masjid di pinggiran Kuala Lumpur, kata kementerian kesehatan, Rabu.
Pelacakan kontak itu diluncurkan setelah negara tetangga Malaysia, Brunei, melaporkan kasus pertama infeksi virus corona pada Selasa (10/2).
Kasus di Brunei itu menimpa seorang pria berusia 53 tahun, yang sebelumnya menghadiri acara di masjid tersebut antara 27 Februari dan 1 Maret, kata kementerian dalam pernyataan.
"Berdasarkan informasi awal, acara keagamaan itu dihadiri oleh sekitar 10.000 orang dari beberapa negara, termasuk Malaysia," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Malaysia Noor Hisham Abdullah.
"Kementerian Kesehatan meminta semua orang yang hadir pada acara itu bekerja sama dengan para petugas kesehatan untuk memastikan bahwa COVID-19 tidak terus menyebar di kalangan masyarakat mereka."
Pada Rabu, Malaysia melaporkan 20 kasus baru infeksi virus corona sehingga jumlah keseluruhan mencapai 149.
Kabinet baru di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin, yang pada Rabu menggelar sidang pertama, menerapkan larangan masuk bagi semua warga dari Iran, Italia dan Korea Selatan terkait wabah corona di ketiga negara itu.
Warga Malaysia yang kembali dari Iran, Italia dan Korea Selatan akan dikarantina selama 14 hari, kata Menteri Kesehatan Adham Baba.
Sumber: Reuters
Pelacakan kontak itu diluncurkan setelah negara tetangga Malaysia, Brunei, melaporkan kasus pertama infeksi virus corona pada Selasa (10/2).
Kasus di Brunei itu menimpa seorang pria berusia 53 tahun, yang sebelumnya menghadiri acara di masjid tersebut antara 27 Februari dan 1 Maret, kata kementerian dalam pernyataan.
"Berdasarkan informasi awal, acara keagamaan itu dihadiri oleh sekitar 10.000 orang dari beberapa negara, termasuk Malaysia," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Malaysia Noor Hisham Abdullah.
"Kementerian Kesehatan meminta semua orang yang hadir pada acara itu bekerja sama dengan para petugas kesehatan untuk memastikan bahwa COVID-19 tidak terus menyebar di kalangan masyarakat mereka."
Pada Rabu, Malaysia melaporkan 20 kasus baru infeksi virus corona sehingga jumlah keseluruhan mencapai 149.
Kabinet baru di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin, yang pada Rabu menggelar sidang pertama, menerapkan larangan masuk bagi semua warga dari Iran, Italia dan Korea Selatan terkait wabah corona di ketiga negara itu.
Warga Malaysia yang kembali dari Iran, Italia dan Korea Selatan akan dikarantina selama 14 hari, kata Menteri Kesehatan Adham Baba.
Sumber: Reuters
Pewarta : Tia Mutiasari
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Satgas sebut 68,24 juta penduduk Indonesia telah mendapat vaksin dosis ketiga
24 December 2022 19:41 WIB, 2022
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Angka kelahiran rendah, kota-kota besar di Jepang alami penurunan populasi
01 February 2026 17:11 WIB
Kapal induk USS Abraham Lincoln siap lakukan operasi ke Iran dalam 1-2 hari
27 January 2026 9:55 WIB