Surabaya (ANTARA) - Sebanyak 12 mahasiswa Universitas Negeri Surabaya yang sedang mengambil beasiswa di Central China Normal University (CCNU), Wuhan, China, dilarang keluar asrama yang diisolasi agar tidak terinfeksi virus corona.

"Mereka tidak boleh keluar sama sekali dari dormitory (asrama) yang diisolasi. Itu demi keselamatan dan keamanan kesehatan mereka," ujar Rektor Unesa Prof Nurhasan dikonfirmasi di Surabaya, Minggu.
Baca juga: Kota Tianjin juga diblokade karena wabah virus corona
Baca juga: Keteguhan Mila di tengah ironi Imlek di Wuhan China

Nurhasan mengungkapkan, hari ini tidak ada perayaan Imlek di Wuhan karena merebaknya virus corona di kota setempat.

Kantor Urusan Internasional (KUI) Unesa terus melakukan komunikasi dengan Kementrian Luar Negeri untuk mengetahui perkembangan terbaru dan kondisi mahasiswa Unesa di Wuhan.

"Saat ini mahasiswa sudah mulai makan makanan instan. Namun belum dibolehkan keluar asrama," ucapnya.

Ke-12 mahasiswa yang sedang mengambil beasiswa di Central China Normal University, Wuhan, terdiri dari sembilan mahasiswa penerima beasiswa dari Pusat Bahasa Mandari Unesa dan tiga mahasiswa penerima beasiswa dari pemerintah China.

"Yang jelas kami terus memantau keadaan mereka. Kami terus berkomunikasi dengan pihak terkait kondisi mereka," katanya.

Baca juga: Data terbaru virus corona: 56 orang tewas dan 2.000 tertular


Pewarta : Fiqih Arfani/Willy Irawan
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2024