Permintaan pasar luar negeri naik, harga minyak nilam tembus Rp600 ribu per kg
Sabtu, 16 November 2019 12:09 WIB
Warga mengambil minyak nilam hasil penyulingan di Desa Ujong Krueng, Tripa Makmur, Nagan Raya, Aceh, Jumat (3/8). . ANTARA FOTO/Syifa
Meulaboh (ANTARA) - Harga jual minyak nilam hasil penyulingan tradisional di Provinsi Aceh sejak sepekan terakhir naik di angka Rp600 ribu per kilogram.
Sebelumnya pada akhir Oktober 2019, harga jual minyak tersebut bertahan di harga Rp570 ribu per kilogram.
"Naiknya harga jual minyak nilam ini karena meningkatnya permintaan di pasar dalam negeri maupun di luar negeri," kata agen pengepul nilam, Armansyah Putra di Meulaboh, Sabtu.
Menurutnya, permintaan minyak nilam dari Aceh mengalami peningkatan karena stok bahan baku di dalam negeri dan luar negeri mulai berkurang, sehingga kalangan pelaku usaha dan industri minyak wangi sudah mulai membeli minyak nilam dalam jumlah besar.
Sedangkan stok minyak di kalangan agen pengepul dan distributor, kini mengalami kekurangan.
Armansyah mengakui, sejak naiknya harga jual minyak nilam tersebut, banyak petani yang selama ini menyimpan minyak nilam hasil penyulingan sudah mulai menjual minyak untuk menambah pendapatan keluarga.
"Karena banyaknya warga yang menjual minyak nilam, paling sedikit kami bisa mengumpulkan minyak sekitar 500 liter dalam sepekan," kata Armansyah Putra menambahkan.
Ia mengakui, kandungan minyak tersebut banyak dibutuhkan oleh pelaku usaha sebagai salah satu bahan baku pembuatan minyak wangi (parfum), serta untuk kebutuhan obat tradisional dan aneka kegunaan lainnya.
Sebelumnya pada akhir Oktober 2019, harga jual minyak tersebut bertahan di harga Rp570 ribu per kilogram.
"Naiknya harga jual minyak nilam ini karena meningkatnya permintaan di pasar dalam negeri maupun di luar negeri," kata agen pengepul nilam, Armansyah Putra di Meulaboh, Sabtu.
Menurutnya, permintaan minyak nilam dari Aceh mengalami peningkatan karena stok bahan baku di dalam negeri dan luar negeri mulai berkurang, sehingga kalangan pelaku usaha dan industri minyak wangi sudah mulai membeli minyak nilam dalam jumlah besar.
Sedangkan stok minyak di kalangan agen pengepul dan distributor, kini mengalami kekurangan.
Armansyah mengakui, sejak naiknya harga jual minyak nilam tersebut, banyak petani yang selama ini menyimpan minyak nilam hasil penyulingan sudah mulai menjual minyak untuk menambah pendapatan keluarga.
"Karena banyaknya warga yang menjual minyak nilam, paling sedikit kami bisa mengumpulkan minyak sekitar 500 liter dalam sepekan," kata Armansyah Putra menambahkan.
Ia mengakui, kandungan minyak tersebut banyak dibutuhkan oleh pelaku usaha sebagai salah satu bahan baku pembuatan minyak wangi (parfum), serta untuk kebutuhan obat tradisional dan aneka kegunaan lainnya.
Pewarta : Teuku Dedi Iskandar
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Harga minyak Atsiri di Aceh Barat Rp750.000/kg, tembus pasar luar negeri
28 November 2023 8:48 WIB, 2023
BCA Syariah Kantor Cabang Bandarlampung tingkatkan literasi keuangan bagi penggiat UMKM
15 January 2026 10:18 WIB
Terpopuler - Komoditas
Lihat Juga
Promo bulan Ramadhan, PLN beri diskon tambah daya hingga 5.500 VA hanya Rp200 ribu
23 March 2023 10:04 WIB, 2023
Kementan gulirkan PSR untuk tingkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit
16 March 2023 20:22 WIB, 2023
Pertamina gandeng Grab hadirkan layanan pesan antar BrightGas melalui GrabMart
16 March 2023 15:37 WIB, 2023
Pupuk Indonesia salurkan 1,42 juta ton pupuk bersubsidi dari Januari hingga Maret
09 March 2023 22:32 WIB, 2023
Pertamina apresiasi masyarakat Lampung dukung penyaluran BBM tepat sasaran
09 March 2023 17:20 WIB, 2023