Kondisi tersebut dikeluhkan masyarakat di wilayah itu, khususnya para pengendara karena mengganggu pernapasan sehingga terpaksa menggunakan masker saat berkendara di jalan raya.
"Asap tebal, sangat mengganggu pernapasan sehingga saya terpaksa menggunakan masker saat berkendara," kata salah seorang pengendara sepeda motor warga Mesuji Heri, Sabtu.
Menurut dia, asap karhutla ini mulai timbul sejak beberapa bulan lalu dan menyelimuti Kabupaten Mesuji, khususnya saat pagi hari dan sore hari.
"Asap akibat karhutla ini biasanya mulai muncul pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB hingga 15.00 WIB," kata Heri.
Kabut asap tebal merasahkan warga (Lampung.Antaranews.com
Kabut asap masih menyelimuti Mesuji
/Raharja)