Kebijakan B20 hemat devisa Rp23,6 triliun
Selasa, 13 Agustus 2019 4:59 WIB
Wakil Meneteri ESDM Arcandra Tahar (kiri) saat ditemui usai menghadiri rapat koordinasi B20 di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta, Senin (12/8/2019). (ANTARA/Sugiharto Purnama)
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arcandra Tahar, mengatakan kebijakan Biodiesel 20 (B20) sepanjang Januari hingga Juli 2019, berhasil menghemat devisa sebesar 1,66 miliar dolar AS atau setara dengan nilai Rp23,6 triliun.
"Kalau kita melihat harga MoPS untuk diesel dikalikan volume FAME (Fatty Acid Methyl Eter) yang sudah terdistribusikan itu sekitar 97 persen, maka penghematannya itu sekitar 1,66 miliar dolar dari Januari sampai Juli," kata Arcandra Tahar usai menghadiri rapat koordinasi B20 di Jakarta, Senin.
Dia menjelaskan penghematan devisa tersebut diperoleh karena adanya pengurangan kuota impor bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan oleh pemerintah.
"Itu dari berkurangnya impor solar," ujarnya.
Arcandra menyebutkan bahwa sepanjang tahun ini pemerintah menyiapkan 6,2 juta kiloliter B20 dengan target penyerapan mencapai 100 persen.
Adapun sejak Januari hingga Juli 2019, volume penggunaan B20 telah mencapai 2,95 juta kiloliter atau 44 persen dari total kuota tersebut.
"Pencapaian (penyerapan) itu sudah 97,4 persen dari target," ujarnya.
Angka pencapaian 97,4 persen sejak Januari hingga Juli 2019 itu menunjukkan bahwa realisasi program mandatori B20 belum mencapai target yang ditetapkan sebesar 100 persen.
Program mandatori merupakan langkah pemerintah mewajibkan campuran 20 persen biodiesel dengan 80 persen bahan bakar minyak jenis solar. Program ini telah dimulai sejak Januari 2016, bertujuan menghemat devisa dan mengoptimalisasi bahan baku lokal kelapa sawit.
Penerapan kebijakan ini juga menjadi bukti pemerintah serius untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil untuk menjaga ketahanan energi nasional.
"Kalau kita melihat harga MoPS untuk diesel dikalikan volume FAME (Fatty Acid Methyl Eter) yang sudah terdistribusikan itu sekitar 97 persen, maka penghematannya itu sekitar 1,66 miliar dolar dari Januari sampai Juli," kata Arcandra Tahar usai menghadiri rapat koordinasi B20 di Jakarta, Senin.
Dia menjelaskan penghematan devisa tersebut diperoleh karena adanya pengurangan kuota impor bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan oleh pemerintah.
"Itu dari berkurangnya impor solar," ujarnya.
Arcandra menyebutkan bahwa sepanjang tahun ini pemerintah menyiapkan 6,2 juta kiloliter B20 dengan target penyerapan mencapai 100 persen.
Adapun sejak Januari hingga Juli 2019, volume penggunaan B20 telah mencapai 2,95 juta kiloliter atau 44 persen dari total kuota tersebut.
"Pencapaian (penyerapan) itu sudah 97,4 persen dari target," ujarnya.
Angka pencapaian 97,4 persen sejak Januari hingga Juli 2019 itu menunjukkan bahwa realisasi program mandatori B20 belum mencapai target yang ditetapkan sebesar 100 persen.
Program mandatori merupakan langkah pemerintah mewajibkan campuran 20 persen biodiesel dengan 80 persen bahan bakar minyak jenis solar. Program ini telah dimulai sejak Januari 2016, bertujuan menghemat devisa dan mengoptimalisasi bahan baku lokal kelapa sawit.
Penerapan kebijakan ini juga menjadi bukti pemerintah serius untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil untuk menjaga ketahanan energi nasional.
Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Perubahan lapangan gagalkan langkah Jafar/Felisha ke final Indonesia Masters
24 January 2026 17:53 WIB
Timnas U-20 siapkan 11 laga uji coba untuk bentuk tim menuju Kualifikasi Piala Asia
10 December 2025 22:47 WIB
Terpopuler - Komoditas
Lihat Juga
Promo bulan Ramadhan, PLN beri diskon tambah daya hingga 5.500 VA hanya Rp200 ribu
23 March 2023 10:04 WIB, 2023
Kementan gulirkan PSR untuk tingkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit
16 March 2023 20:22 WIB, 2023
Pertamina gandeng Grab hadirkan layanan pesan antar BrightGas melalui GrabMart
16 March 2023 15:37 WIB, 2023
Pupuk Indonesia salurkan 1,42 juta ton pupuk bersubsidi dari Januari hingga Maret
09 March 2023 22:32 WIB, 2023
Pertamina apresiasi masyarakat Lampung dukung penyaluran BBM tepat sasaran
09 March 2023 17:20 WIB, 2023