Djadjang Nurdjaman resmi dipecat
Minggu, 11 Agustus 2019 5:46 WIB
Djadjang Nurdjaman seusai menggelar konferensi pers pascalaga Persebaya melawan Madura United di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jumat (10/08/20019). (ANTARA/Fiqih Arfani)
Surabaya (ANTARA) - Djadjang Nurdjaman (Djanur) resmi dipecat sebagai pelatih oleh manajemen Persebaya Surabaya terlebih setelah melakukan evaluasi dan dianggap gagal mengangkat performa tim pada kompetisi Shopee Liga 1 musim 2019.
"Evaluasi ini sudah disampaikan di beberapa laga sebelumnya," ujar manajer Persebaya Chandra Wahyudi seperti dikutip dari laman resmi klub, Jumat malam.
Pemecatan pelatih asal Majalengka tersebut hanya beberapa jam setelah "Bajul Ijo" hanya meraih hasil 2-2 melawan Madura United.
Baca juga: Tuan rumah Persebaya ditahan imbang tamunya Madura United 2-2
Skor tersebut merupakan hasil seri kelima Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo, sekaligus memperpanjang penampilan buruk tim kebanggaan arek-arek Suroboyo tersebut di tujuh laga terakhir.
Berdasarkan catatan, usai menang telak 4-0 atas Persib Bandung awal Juli lalu, Persebaya hanya sekali menang yakni saat lawan Persipura Jayapura (1-0), lalu empat kali seri yaitu melawan Barito Putera (2-2), PS Tira Persikabo (1-1), Semen Padang (0-0) dan Madura United (1-1), serta dua kali kalah ketika dijamu PSS Sleman (2-1) dan PSM Makassar (2-1).
"Kami sudah memberikan kesempatan kepada pelatih untuk memperbaiki performa tim. Dan, ternyata tak kunjung meraih hasil memuaskan," ucap Candra.
Persebaya, kata dia, tetap mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas sumbangsih Djanur, terlebih mampu mengangkat performa dan menyelamatkan posisi musim lalu, bahkan mengantarkan tim menembus final Piala Presiden.
Namun, lanjut dia, manajemen menilai Persebaya perlu pelatih kepala baru untuk mendongkrak performa tim sekaligus tetap menjaga peluang juara.
Baca juga: Borneo FC kalahkan tamunya PSM Makassar 2-0
Sementara itu, Djanur yang usai laga melawan Madura United disinggung terkait isu pemecatan mengaku siap menerima apapun keputusan manajemen.
"Kalau saya, siap menerima apapun keputusan manajemen. Jika diminta keluar maka saya akan keluar," kata Djanur.
Usai laga tersebut, sempat menguat sinyal pemecatan terhadap Djanur, bahkan ribuan suporter dari tribun utara meneriakkan suara "Djanur out...Djanur out".
Di sisi lain, Ruben Sanadi dan kawan-kawan akan dipimpin asisten pelatih Bejo Sugiantoro sebagai caretaker saat away ke kandang Arema FC pada 15 Agustus mendatang dan dalam waktu secepatnya manajemen akan mengumumkan pelatih kepala definitif Persebaya.
"Evaluasi ini sudah disampaikan di beberapa laga sebelumnya," ujar manajer Persebaya Chandra Wahyudi seperti dikutip dari laman resmi klub, Jumat malam.
Pemecatan pelatih asal Majalengka tersebut hanya beberapa jam setelah "Bajul Ijo" hanya meraih hasil 2-2 melawan Madura United.
Baca juga: Tuan rumah Persebaya ditahan imbang tamunya Madura United 2-2
Skor tersebut merupakan hasil seri kelima Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo, sekaligus memperpanjang penampilan buruk tim kebanggaan arek-arek Suroboyo tersebut di tujuh laga terakhir.
Berdasarkan catatan, usai menang telak 4-0 atas Persib Bandung awal Juli lalu, Persebaya hanya sekali menang yakni saat lawan Persipura Jayapura (1-0), lalu empat kali seri yaitu melawan Barito Putera (2-2), PS Tira Persikabo (1-1), Semen Padang (0-0) dan Madura United (1-1), serta dua kali kalah ketika dijamu PSS Sleman (2-1) dan PSM Makassar (2-1).
"Kami sudah memberikan kesempatan kepada pelatih untuk memperbaiki performa tim. Dan, ternyata tak kunjung meraih hasil memuaskan," ucap Candra.
Persebaya, kata dia, tetap mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas sumbangsih Djanur, terlebih mampu mengangkat performa dan menyelamatkan posisi musim lalu, bahkan mengantarkan tim menembus final Piala Presiden.
Namun, lanjut dia, manajemen menilai Persebaya perlu pelatih kepala baru untuk mendongkrak performa tim sekaligus tetap menjaga peluang juara.
Baca juga: Borneo FC kalahkan tamunya PSM Makassar 2-0
Sementara itu, Djanur yang usai laga melawan Madura United disinggung terkait isu pemecatan mengaku siap menerima apapun keputusan manajemen.
"Kalau saya, siap menerima apapun keputusan manajemen. Jika diminta keluar maka saya akan keluar," kata Djanur.
Usai laga tersebut, sempat menguat sinyal pemecatan terhadap Djanur, bahkan ribuan suporter dari tribun utara meneriakkan suara "Djanur out...Djanur out".
Di sisi lain, Ruben Sanadi dan kawan-kawan akan dipimpin asisten pelatih Bejo Sugiantoro sebagai caretaker saat away ke kandang Arema FC pada 15 Agustus mendatang dan dalam waktu secepatnya manajemen akan mengumumkan pelatih kepala definitif Persebaya.
Pewarta : Fiqih Arfani
Editor : Samino Nugroho
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Persiapan Barito Putera hadapi Persik Kediri tidak ideal, kata sang pelatih
07 December 2021 16:14 WIB, 2021
Bermain imbang lawan Borneo FC, Djadjang syukuri poin pertama Barito Putera
17 September 2021 18:56 WIB, 2021
Djadjang Nurdjaman: Barito Putera tak mau kalah tiga kali berturut-turut
16 September 2021 16:08 WIB, 2021
Setelah dua kali kalah, Djanur tak ingin mental anak asuhnya "down"
12 September 2021 0:20 WIB, 2021
Piala Menpora - Djanur puji daya juang Barito Putera kejar defisit tiga gol dari PSIS
22 March 2021 5:59 WIB, 2021
Pelatih Barito Putra Djanur tak mau ungkit rekor baik hadapi Persib Bandung
23 November 2019 18:43 WIB, 2019
Terpopuler - Olahraga
Lihat Juga
Daftar 24 tim lolos knock-out: Arsenal sempurna, Inter dan Madrid ikut playoff
29 January 2026 8:52 WIB