Bandarlampung (ANTARA) - Wali Kota Bandar Lampung Herman HN bersama puluhan ribu warganya menari Rudat yang merupakan tradisi arak-arakan penganten adat Lampung, di Tugu Adipura, kota setempat, Minggu malam, dan sekaligus memecahkan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dengan jumlah peserta terbanyak.

Orang nomor satu di kota berjuluk Tapis Berseri itu tak hanya sendiri menari, akan tetapi ditemani oleh Ketua TP PKK Eva Dwiana dan juga seluruh jajaran kepala dinas Pemkot Bandar Lampung.

Herman HN dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada warga Bandar Lampung yang telah ikut serta pada kegiatan ini untuk memecahkan rekor MURI.

Ia mengatakan, festival tari Rudat tradisi Lampung se-Kota Bandar Lampung ini, melibatkan seluruh perwakilan dari masin-masing kelurahan, baik itu Paud, SD, dan SMP sekaligus masih dalam rangkaian HUT ke-337 Kota Bandar Lampung.

"Kenapa kita pilih tari Rudat karena ia bernuansa keagamaan sehingga perlu dilestarikan," kata dia.

Ketua TP PKK Kota Bandarlampung Eva Dwiana, mengungkapkan, kegiatan ini bukan saja untuk mengejar rekor MURI namun, lebih kepada melestarikan dan mempertahankan budaya atau tradisi Lampung yang hampir punah.

"Hampir semua anak-anak tidak tahu Tari Rudat tapi sekarang mereka sudah tahu, karena dari SD hingga SMP, bahkan di kelurahan sudah kita bumingkan," kata dia.

Di tempat yang sama, perwakilan MURI Indonesia Triono mengatakan, Kota Bandar Lampung untuk sekian kali sudah masuk dalam rekor MURI bukan saja rekor Indonesia tapi juga rekor Dunia.

"Kegiatan malam ini MURI mencatat kota Bandarlampung memecahkan rekor dunia pagelaran rudat dengan peserta terbanyak dengan jumlah 15 ribu orang dan yang menarik dari acara ini adalah musik pengiring dari tari ini adalah berbahasa Lampung, sehingga akulturasinya semakin kuat," kata dia.





 

Pewarta : Dian Hadiyatna
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2024