Bupati Mesuji serahkan peristiwa bentrok kepada pihak berwajib
Jumat, 19 Juli 2019 22:35 WIB
Plt Bupati Mesuji Saply TH saat di Mintai keterangan di rumah dinasnya, Jumat, (19/7/2019) (ANTARA/Dian Hadiyatna)
Mesuji (ANTARA) - Plt Bupati Mesuji Provinsi Lampung Saply TH mengatakan, telah menyerahkan peristiwa bentrok di Register 45 antara warga Mekar Jaya Abadi dan Pematang Panggang Mesuji Raya kepada pihak kepolisian.
"Pihak keamanan dalam hal ini Polres Mesuji sudah mendalami bentrok tersebut. Kami akan menunggu prosesnya nanti apa yang disampaikan dengan bapak Kapolres," kata Saply di Mesuji, Jumat.
Pihaknya juga, kata dia, nantinya akan melakukan proses mediasi antara dua kelompok warga yang bentrok, tentunya ini juga akan melibatkan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Menurut dia, sejauh ini pihaknya sudah mencoba melakukan mediasi namun tertunda sebab kedua belah pihak masih berduka usai peristiwa bentrok yang terjadi di Register 45 pada Rabu tanggal 17 Juli 2019 lalu.
Baca juga: Warga register 45 Mekar Jaya Abadi makan seadanya di pengungsian
"Kami tunggu sampai semuanya tenang. Dan kami juga masih menunggu proses dari Polres Mesuji ," kata dia.
Usai peristiwa bentrok tersebut, Saply berharap, kepada para pihak penggarap dari dua kelompok maupun lainnya agar bisa menahan diri agar peristiwa seperti ini tidak terulang lagi.
"Saya minta konflik-konflik begini tidak terjadi lagi di Mesuji, sebab kejadian seperti ini akan sangat merugikan semua pihak," katanya.
Bentrok antarwarga dua kelompok tersebut terjadi pada Rabu siang tanggal 17 Juli 2019 sekitar pukul 14.00 WIB.
Sekitar pukul 11.00 WIB saat itu datang alat berat bajak milik kelompok Pematang Panggang Mesuji Raya dan kemudian melakukan pembajakan di lokasi Register 45 Mekar Jaya Abadi.
Pembajakan tersebut dilakukan di area tanah seluas setengah hektare milik salah satu warga bernama Yusuf (41) yang merupakan kelompok dari Mekar Jaya Abadi.
Kegiatan pembajakan tersebut kemudian diketahui oleh salah satu warga dari kelompok Mekar Jaya Abadi dan kemudian seketika memukul kentongan dan mengamankan warga yang sedang membajak tersebut.
Baca juga: Bupati Mesuji minta Kementerian Kehutanan turun ke Mesuji untuk mencari solusi
Warga kemudian menanyakan perihal atas perintah siapa untuk melakukan pembajakan tersebut. Namun tidak lama setelah itu, operator bajak disuruh pulang kemudian kembali membawa rekan nya dan langsung menyerang kelompok Mekar Jaya.
Akibatnya, bentrok antarwarga di Mesuji itu mengakibatkan tiga orang tewas dan sepuluh orang luka-luka yang saat ini sedang di rawat di Rumah Sakit Bhayangakara, Polda Lampung di Bandarlampung.
"Pihak keamanan dalam hal ini Polres Mesuji sudah mendalami bentrok tersebut. Kami akan menunggu prosesnya nanti apa yang disampaikan dengan bapak Kapolres," kata Saply di Mesuji, Jumat.
Pihaknya juga, kata dia, nantinya akan melakukan proses mediasi antara dua kelompok warga yang bentrok, tentunya ini juga akan melibatkan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Menurut dia, sejauh ini pihaknya sudah mencoba melakukan mediasi namun tertunda sebab kedua belah pihak masih berduka usai peristiwa bentrok yang terjadi di Register 45 pada Rabu tanggal 17 Juli 2019 lalu.
Baca juga: Warga register 45 Mekar Jaya Abadi makan seadanya di pengungsian
"Kami tunggu sampai semuanya tenang. Dan kami juga masih menunggu proses dari Polres Mesuji ," kata dia.
Usai peristiwa bentrok tersebut, Saply berharap, kepada para pihak penggarap dari dua kelompok maupun lainnya agar bisa menahan diri agar peristiwa seperti ini tidak terulang lagi.
"Saya minta konflik-konflik begini tidak terjadi lagi di Mesuji, sebab kejadian seperti ini akan sangat merugikan semua pihak," katanya.
Bentrok antarwarga dua kelompok tersebut terjadi pada Rabu siang tanggal 17 Juli 2019 sekitar pukul 14.00 WIB.
Sekitar pukul 11.00 WIB saat itu datang alat berat bajak milik kelompok Pematang Panggang Mesuji Raya dan kemudian melakukan pembajakan di lokasi Register 45 Mekar Jaya Abadi.
Pembajakan tersebut dilakukan di area tanah seluas setengah hektare milik salah satu warga bernama Yusuf (41) yang merupakan kelompok dari Mekar Jaya Abadi.
Kegiatan pembajakan tersebut kemudian diketahui oleh salah satu warga dari kelompok Mekar Jaya Abadi dan kemudian seketika memukul kentongan dan mengamankan warga yang sedang membajak tersebut.
Baca juga: Bupati Mesuji minta Kementerian Kehutanan turun ke Mesuji untuk mencari solusi
Warga kemudian menanyakan perihal atas perintah siapa untuk melakukan pembajakan tersebut. Namun tidak lama setelah itu, operator bajak disuruh pulang kemudian kembali membawa rekan nya dan langsung menyerang kelompok Mekar Jaya.
Akibatnya, bentrok antarwarga di Mesuji itu mengakibatkan tiga orang tewas dan sepuluh orang luka-luka yang saat ini sedang di rawat di Rumah Sakit Bhayangakara, Polda Lampung di Bandarlampung.
Pewarta : Dian Hadiyatna
Editor : Samino Nugroho
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wamentrans dukung produk program transmigrasi dari Lampung tembus pasar global
24 January 2026 22:56 WIB
BBWS Mesuji Sekampung perbaiki irigasi untuk antisipasi curah hujan tinggi
05 November 2025 19:34 WIB
KPPPA lakukan pendampingan untuk anak yang dikurung dan dirantai di Mesuji
29 October 2025 19:08 WIB
Pemprov Lampung sebut anak kasus perantaian telah dapat pelayanan kesehatan
21 October 2025 15:52 WIB
Pemerintah Provinsi Lampung dampingi intensif keluarga kasus anak dirantai
21 October 2025 13:47 WIB
Pimpin apel perdana paska dilantik, Wakil Bupati Mesuji beri ultimatum para pejabat
25 February 2025 9:39 WIB, 2025
Terpopuler - Mesuji
Lihat Juga
Wamentrans dukung produk program transmigrasi dari Lampung tembus pasar global
24 January 2026 22:56 WIB
Pj Bupati Mesuji resmi luncurkan penanaman jagung serentak 1 juta hektare
22 January 2025 7:49 WIB, 2025