Harga singkong di Mesuji capai Rp1.100/kg
Sabtu, 13 Juli 2019 11:33 WIB
Onggok merupakan sisa atau ampas pati singkong. Namun harganya kini malah naik menjadi Rp1.400 sd Rp1.500/kg, atau lebih mahal daripada harga singkong. (Raharja/Lampung.Antaranews.com)
Mesuji, Lampung (ANTARA) - Sejumlah petani menyebutkan harga singkong di tingkat petani di Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, kini berkisar Rp1.000 - Rp1.100/kg, namun harga komoditas pertanian itu masih lebih rendah dibandingkan harganya pada tahun lalu yang sempat mencapai Rp1.400 - Rp1.500/kg.
"Meski harga singkong turun dibandingkan tahun lalu, tetapi harga onggok justru naik," kata Yuni, salah satu petani Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, Lampung, Sabtu.
Onggok merupakan sisa atau ampas pati singkong. Namun harganya kini malah naik menjadi Rp1.400 sd Rp1.500/kg, atau lebih mahal daripada harga singkong.
"Seribu lima ratus ribu per kilogram itu untuk harga onggok kering. Kalau onggok basah sekitar Rp800 untuk satu kilogram," ujar Sagimin, warga Kecamatan Simpang Pematang yang juga pengepul onggok.
Ia menjelaskan, onggok dibeli dari pabrik pengolahan tepung tapioka dalam kondisi basah. Setelah itu, perlu dikeringkan selama sekitar 3-5 hari.
Pada musim hujan, pengeringan onggok butuh waktu berkisar 6 - 8 hari.
Terkait kenaikan harga onggok itu, ia mengatakan hal itu membuat ratusan pebisnis onggok terancam gulung tikar.
"Harga onggok basah saat ini berkisar Rp800/kg, namun masih harus dikirim keluar daerah sehingga perlu tambahan ongkos kirim dan biaya lainnya," katanya.
"Meski harga singkong turun dibandingkan tahun lalu, tetapi harga onggok justru naik," kata Yuni, salah satu petani Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, Lampung, Sabtu.
Onggok merupakan sisa atau ampas pati singkong. Namun harganya kini malah naik menjadi Rp1.400 sd Rp1.500/kg, atau lebih mahal daripada harga singkong.
"Seribu lima ratus ribu per kilogram itu untuk harga onggok kering. Kalau onggok basah sekitar Rp800 untuk satu kilogram," ujar Sagimin, warga Kecamatan Simpang Pematang yang juga pengepul onggok.
Ia menjelaskan, onggok dibeli dari pabrik pengolahan tepung tapioka dalam kondisi basah. Setelah itu, perlu dikeringkan selama sekitar 3-5 hari.
Pada musim hujan, pengeringan onggok butuh waktu berkisar 6 - 8 hari.
Terkait kenaikan harga onggok itu, ia mengatakan hal itu membuat ratusan pebisnis onggok terancam gulung tikar.
"Harga onggok basah saat ini berkisar Rp800/kg, namun masih harus dikirim keluar daerah sehingga perlu tambahan ongkos kirim dan biaya lainnya," katanya.
Pewarta : Raharja
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Komoditas
Lihat Juga
Promo bulan Ramadhan, PLN beri diskon tambah daya hingga 5.500 VA hanya Rp200 ribu
23 March 2023 10:04 WIB, 2023
Kementan gulirkan PSR untuk tingkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit
16 March 2023 20:22 WIB, 2023
Pertamina gandeng Grab hadirkan layanan pesan antar BrightGas melalui GrabMart
16 March 2023 15:37 WIB, 2023
Pupuk Indonesia salurkan 1,42 juta ton pupuk bersubsidi dari Januari hingga Maret
09 March 2023 22:32 WIB, 2023
Pertamina apresiasi masyarakat Lampung dukung penyaluran BBM tepat sasaran
09 March 2023 17:20 WIB, 2023