Hanya satu pekerja tewas di pabrik mancis jadi peserta BPJS-TK
Jumat, 21 Juni 2019 22:52 WIB
Petugas kepolisian melakukan identifikasi lokasi kebakaran pabrik korek api di Desa Sambirejo Kecamatan Binjai Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Jumat (21/6/2019). Penyebab kebakaran pabrik korek api yang menewaskan 30 orang itu masih dalam penyelidikan pihak berwenang. (ANTARA FOTO/SEPTIANDA PERDANA)
Jakarta (ANTARA) - Hanya satu dari para pekerja yang tewas pada kebakaran pabrik mancis (pemantik api) di Jalan Tengku Amir Hamzah, Desa Sambirejo, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Jumat siang, yang terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Direktur Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Wahyu Widodo ketika dihubungi di Jakarta, Jumat malam, mengatakan dari laporan yang diterima, 28 yang tewas, termasuk anak-anak, dan empat selamat.
"Seluruh mayat dibawa ke RS Bhayangkara Medan," kata Wahyu.
Sejumlah 27 pekerja, dilaporkan terdaftar atas nama PT Kiat Unggul, tetapi dengan status perusahaan daftar sebagian tenaga kerja (PDSTK) dan 25 direncanakan akan didaftarkan ke Kantor Cabang BPJS-TK terdekat.
Dalam kasus kecelakaan kerja dan kematian, dimana perusahaan abai melindungi pekerja maka perusahaan wajib mengobati dan memberi santunan kepada ahli waris, minimal sebesar yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan, yakni 48 kali gaji bulanan plus biaya pemakaman
Suryadi, seorang saksi yang mengantarkan korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan, mengatakan hanya empat orang pekerja yang selamat dalam peristiwa kebakaran menjelang shalat Jumat pukul 12.00 WIB tersebut.
Ia mengatakan pekerja pabrik pemantik api sebagian meninggal dunia karena terjebak di dalam bangunan pabrik yang terbakar.
"Waktu kebakaran itu kondisi pintu depan (pabrik) terkunci, yang buka hanya pintu belakang, sedangkan sumber kebakaran dari arah belakang," kata Suryadi.Baca juga: Korban tewas kebakaran pabrik mancis capai 30 orang
Semua korban diperkirakan perempuan, karena pekerjanya memang perempuan semua.
Menurut data korban kebakaran yang dipajang di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, di antara perempuan-perempuan yang meninggal dunia akibat kebakaran itu ada lima anak.
Korban kebakaran menurut data tersebut kebanyakan beralamat di Desa Sambirejo, serta beberapa di Desa Selayang Mancang, dan Kwala Begumit.
Baca juga: Korban kebakaran pabrik mancis di Langkat tak bisa dikenali keluarga
Baca juga: Semua korban tewas adalah perempuan
Direktur Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Wahyu Widodo ketika dihubungi di Jakarta, Jumat malam, mengatakan dari laporan yang diterima, 28 yang tewas, termasuk anak-anak, dan empat selamat.
"Seluruh mayat dibawa ke RS Bhayangkara Medan," kata Wahyu.
Sejumlah 27 pekerja, dilaporkan terdaftar atas nama PT Kiat Unggul, tetapi dengan status perusahaan daftar sebagian tenaga kerja (PDSTK) dan 25 direncanakan akan didaftarkan ke Kantor Cabang BPJS-TK terdekat.
Dalam kasus kecelakaan kerja dan kematian, dimana perusahaan abai melindungi pekerja maka perusahaan wajib mengobati dan memberi santunan kepada ahli waris, minimal sebesar yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan, yakni 48 kali gaji bulanan plus biaya pemakaman
Suryadi, seorang saksi yang mengantarkan korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan, mengatakan hanya empat orang pekerja yang selamat dalam peristiwa kebakaran menjelang shalat Jumat pukul 12.00 WIB tersebut.
Ia mengatakan pekerja pabrik pemantik api sebagian meninggal dunia karena terjebak di dalam bangunan pabrik yang terbakar.
"Waktu kebakaran itu kondisi pintu depan (pabrik) terkunci, yang buka hanya pintu belakang, sedangkan sumber kebakaran dari arah belakang," kata Suryadi.Baca juga: Korban tewas kebakaran pabrik mancis capai 30 orang
Semua korban diperkirakan perempuan, karena pekerjanya memang perempuan semua.
Menurut data korban kebakaran yang dipajang di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, di antara perempuan-perempuan yang meninggal dunia akibat kebakaran itu ada lima anak.
Korban kebakaran menurut data tersebut kebanyakan beralamat di Desa Sambirejo, serta beberapa di Desa Selayang Mancang, dan Kwala Begumit.
Baca juga: Korban kebakaran pabrik mancis di Langkat tak bisa dikenali keluarga
Baca juga: Semua korban tewas adalah perempuan
Pewarta : Erafzon Saptiyulda AS
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Lampung serahkan bantuan BPJS Ketenagakerjaan bagi 100 pengurus ponpes
22 October 2025 15:51 WIB
Airlangga sebut diskon 50 persen iuran BPJS bagi ojol di Paket Ekonomi 2025
15 September 2025 18:29 WIB
Keluarga ojol meninggal dilindas rantis Brimob terima santunan BPJS Ketenagakerjaan Rp70 juta
29 August 2025 20:18 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Gubernur DKI Jakarta sampaikan duka cita pada pengendara mobil yang tewas saat macet
23 January 2026 11:36 WIB