Dolar AS kembali naik
Sabtu, 18 Mei 2019 10:11 WIB
Illustrasi: Beragam mata uang dunia, di antaranya pound sterling dan dolar AS (Reuters)
New York (ANTARA) - Kurs dolar Amerika Serikat (AS) terus bergerak naik di akhir perdagangan pada Jumat sore waktu setempat (Sabtu pagi WIB) di tengah pound sterling Inggris yang lebih lemah, karena kecemasan investor tetap tumbuh terkait kekacauan yang sedang berlangsung di sekitar Brexit.
Diskusi lintas partai Inggris atas Brexit pada hari Jumat berakhir tanpa kesepakatan enam pekan setelah dimulai.
Pemimpin Oposisi Parlemen Inggris dari Partai Buruh Jeremy Corbyn mengatakan dalam sebuah surat kepada Perdana Menteri (PM) Theresa May bahwa pembicaraan tidak dapat dilanjutkan karena "semakin lemah dan tidak stabilnya" pemerintah.
Perkembangan terakhir terjadi satu hari setelah May berjanji menetapkan jadwal untuk meninggalkan Downing Street setelah pemungutan suara Parlemen atas RUU Penarikan (Withdraw Agreement Bill), undang-undang yang diperlukan untuk mengimplementasikan kesepakatan May, bulan depan.
Indeks dolar, yang mengukur nilai mata uang tersebut terhadap enam mata uang utama, naik 0,14 persen pada 97,9929 pada akhir perdagangan.
Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1159 dolar dari 1,1171 dolar pada sesi sebelumnya, dan pound sterling Inggris turun menjadi 1,2725 dolar dari 1,2791 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,6866 dolar dari 0,6893 dolar.
Dolar AS dibeli 110,10 yen Jepang, lebih tinggi dari 109,84 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 1,0110 franc Swiss dari 1,0101 franc Swiss, dan dolar Kanada jatuh ke 1,3442 dolar dari 1,3462 per dolar AS.
Diskusi lintas partai Inggris atas Brexit pada hari Jumat berakhir tanpa kesepakatan enam pekan setelah dimulai.
Pemimpin Oposisi Parlemen Inggris dari Partai Buruh Jeremy Corbyn mengatakan dalam sebuah surat kepada Perdana Menteri (PM) Theresa May bahwa pembicaraan tidak dapat dilanjutkan karena "semakin lemah dan tidak stabilnya" pemerintah.
Perkembangan terakhir terjadi satu hari setelah May berjanji menetapkan jadwal untuk meninggalkan Downing Street setelah pemungutan suara Parlemen atas RUU Penarikan (Withdraw Agreement Bill), undang-undang yang diperlukan untuk mengimplementasikan kesepakatan May, bulan depan.
Indeks dolar, yang mengukur nilai mata uang tersebut terhadap enam mata uang utama, naik 0,14 persen pada 97,9929 pada akhir perdagangan.
Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1159 dolar dari 1,1171 dolar pada sesi sebelumnya, dan pound sterling Inggris turun menjadi 1,2725 dolar dari 1,2791 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,6866 dolar dari 0,6893 dolar.
Dolar AS dibeli 110,10 yen Jepang, lebih tinggi dari 109,84 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 1,0110 franc Swiss dari 1,0101 franc Swiss, dan dolar Kanada jatuh ke 1,3442 dolar dari 1,3462 per dolar AS.
Pewarta : Risbiani Fardaniah
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Freeport investasi 20 miliar dolar AS untuk perpanjangan IUPK hingga 2061
20 February 2026 11:30 WIB
PGE alokasikan tiga juta dolar AS untuk pengembangan proyek hidrogen hijau
11 February 2026 22:15 WIB
Peneror bom sekolah internasional di Tangerang minta tebusan uang 30.000 dolar AS
07 October 2025 20:10 WIB
Terpopuler - Info Finansial/Bursa
Lihat Juga
DJBC catat penerimaan kepabeanan dan cukai Lampung Rp1,76 triliun di triwulan III
01 November 2025 18:05 WIB