Lampung Gandeng Investor Taiwan Bangun Pabrik Gula
Kamis, 10 Januari 2019 16:20 WIB
Asisten II Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung Taufik Hidayat, memimpin rapat rencana kunjungan investor Taiwan (Antara Lampung/HO)
Bandarlampung (Antaranews Lampung) -Provinsi Lampung dipercaya pemerintah pusat menggandeng investor Taiwan membangun industri gula, dengan terlebih dahulu mengunjungi daerah setempat, pada Selasa (15/1).
"Kami melakukan persiapan kedatangan investor Taiwan yang akan melakukan survei di Lampung. Diharapkan mereka nantinya bisa berinvestasi di sektor perkebunan tebu dalam membangun industri gula," ujar Asisten Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung, Taufik Hidayat, di Bandarlampung, Kamis.
Ia menyebutkan, tim dari Taiwan adalah Council of Agriculture Executive Yuan, Taiwan atau Badan Pemerintah Republik Tiongkok yang melakukan pengawasan salah satunya bidang pertanian.
Tim tersebut didampingi dua orang dari Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian (Setjen Kementan).
Setjen Kementan mempercayakan Lampung karena Lampung dinilai merupakan penghasil komoditas tebu terbesar nomor dua di Indonesia, . dengan memproduksi tebu sebanyak 768 ribu ton/tahun, Provinsi Lampung mampu memberikan kontribusi sebesar 29,81 persen terhadap produksi tebu nasional.
"Ini juga nanti akan dikawal oleh pihak Setjen Kementan. Kita diskusikan untuk bahan-bahan apa saja yang perlu dipersiapkan dan tentang area wilayah mana yang cocok untuk ditawarkan kepada investor," kata Taufik.
Ia menuturkan Kabupaten Way Kanan menjadi salah satu alternatif untuk lahan investasi. Pertimbangannya, di Kabupaten Way Kanan akan ada pembangunan Dry Port, dimana hasil-hasil industri yang ada di wilayah tersebut dan sekitarnya akan diangkut menggunakan kereta api langsung menuju Pelabuhan Panjang.
Namun untuk lokasi persisnya, Taufik mengatakan pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Way Kanan.
"Peluang yang paling memungkinkan ada di kawasan Kabupaten Way Kanan, nanti akan dikoordinasikan lebih lanjut kepada Pemerintah Kabupaten Way Kanan," ujarnya.
"Kami melakukan persiapan kedatangan investor Taiwan yang akan melakukan survei di Lampung. Diharapkan mereka nantinya bisa berinvestasi di sektor perkebunan tebu dalam membangun industri gula," ujar Asisten Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung, Taufik Hidayat, di Bandarlampung, Kamis.
Ia menyebutkan, tim dari Taiwan adalah Council of Agriculture Executive Yuan, Taiwan atau Badan Pemerintah Republik Tiongkok yang melakukan pengawasan salah satunya bidang pertanian.
Tim tersebut didampingi dua orang dari Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian (Setjen Kementan).
Setjen Kementan mempercayakan Lampung karena Lampung dinilai merupakan penghasil komoditas tebu terbesar nomor dua di Indonesia, . dengan memproduksi tebu sebanyak 768 ribu ton/tahun, Provinsi Lampung mampu memberikan kontribusi sebesar 29,81 persen terhadap produksi tebu nasional.
"Ini juga nanti akan dikawal oleh pihak Setjen Kementan. Kita diskusikan untuk bahan-bahan apa saja yang perlu dipersiapkan dan tentang area wilayah mana yang cocok untuk ditawarkan kepada investor," kata Taufik.
Ia menuturkan Kabupaten Way Kanan menjadi salah satu alternatif untuk lahan investasi. Pertimbangannya, di Kabupaten Way Kanan akan ada pembangunan Dry Port, dimana hasil-hasil industri yang ada di wilayah tersebut dan sekitarnya akan diangkut menggunakan kereta api langsung menuju Pelabuhan Panjang.
Namun untuk lokasi persisnya, Taufik mengatakan pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Way Kanan.
"Peluang yang paling memungkinkan ada di kawasan Kabupaten Way Kanan, nanti akan dikoordinasikan lebih lanjut kepada Pemerintah Kabupaten Way Kanan," ujarnya.
Pewarta : Agus Wira Sukarta
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gandeng Jasaraharja Putera, ASDP hadirkan mudik gratis perkuat akses transportasi timur
18 March 2026 21:07 WIB
Lampung Selatan gandeng Danantara untuk kembangkan pariwisata berkelanjutan
25 February 2026 22:03 WIB
Terpopuler - Riil
Lihat Juga
Waykanan-Mesuji ditawarkan sebagai tempat industri gula kepada Taiwan
15 January 2019 18:00 WIB, 2019
Penerbangan Internasional Perdana Melalui Bandara Raden Inten II Pada Februari
11 January 2019 18:18 WIB, 2019