Nilai rupiah melemah, harga tempe tak naik
Jumat, 2 November 2018 15:31 WIB
Perajin tempe ((ANTARA/Septianda Perdana))
Lampung Timur (Antaranews Lampung) - Kenaikan kurs mata uang dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berpengaruh terhadap harga komoditas kedelai sebagai bahan baku pembuatan tempe, namun perajin tempe di Kabupaten Lampung Timur tidak menaikkan harga jual tempe ke konsumen.
Mansur, perajin tempe yang ditemui saat berkeliling menjual tempe buatannya di Pasar Alang-Alang, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur, Jumat, menyatakan tidak menaikkan harga tempe yang dijual ke pelanggannya meski dolar AS sedang naik.
Tempe yang dia jual per bungkus masih tetap Rp2.000. Ukuran tempe yang dijual 11x25 cm dan 11x20 cm. "Meskipun dolar naik, harga tempe tidak saya naikkan," katanya pula.
Mansur mengakui akibat kurs dolar AS naik terutama terhadap rupiah sejak beberapa bulan ini berpengaruh terhadap harga kedelai sebagai bahan baku pembuatan tempe.
Harga kedelai naik Rp1.000 per kilogram.
"Dari Rp7.000 per kilogram menjadi Rp8.000 per kilogram," ujarnya pula.
Mansur menyatakan kenaikan harga kedelai tidak membuatnya menaikkan harga jual tempe.
Karena saat harga kedelai naik, dia mengurangi sedikit ketebalan tempe.
Menurut dia, pelanggannya tidak protes tempe buatannya berkurang ketebalannya karena mereka tahu harga kedelai naik. "Tidak protes karena ketebalannya berkurang sedikit saja," ujarnya lagi.
Mansur, perajin tempe yang ditemui saat berkeliling menjual tempe buatannya di Pasar Alang-Alang, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur, Jumat, menyatakan tidak menaikkan harga tempe yang dijual ke pelanggannya meski dolar AS sedang naik.
Tempe yang dia jual per bungkus masih tetap Rp2.000. Ukuran tempe yang dijual 11x25 cm dan 11x20 cm. "Meskipun dolar naik, harga tempe tidak saya naikkan," katanya pula.
Mansur mengakui akibat kurs dolar AS naik terutama terhadap rupiah sejak beberapa bulan ini berpengaruh terhadap harga kedelai sebagai bahan baku pembuatan tempe.
Harga kedelai naik Rp1.000 per kilogram.
"Dari Rp7.000 per kilogram menjadi Rp8.000 per kilogram," ujarnya pula.
Mansur menyatakan kenaikan harga kedelai tidak membuatnya menaikkan harga jual tempe.
Karena saat harga kedelai naik, dia mengurangi sedikit ketebalan tempe.
Menurut dia, pelanggannya tidak protes tempe buatannya berkurang ketebalannya karena mereka tahu harga kedelai naik. "Tidak protes karena ketebalannya berkurang sedikit saja," ujarnya lagi.
Pewarta : Budisantoso B & Muklasin
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jimmy Carter menjadi mantan presiden AS pertama berusia hingga 100 tahun
02 October 2024 9:08 WIB, 2024
Menkop dan UKM: Kacang koro dapat jadi pengganti kedelai hingga 60 persen
16 February 2022 5:29 WIB, 2022
Tim Darling bagikan 200 paket bubur kacang hijau untuk penyintas erupsi Gunung Semeru
10 December 2021 15:02 WIB, 2021
Terpopuler - Lampung Timur
Lihat Juga
TNWK lakukan penguatan pengamanan untuk cegah konflik manusia dengan gajah
19 January 2026 18:26 WIB
KLHK evaluasi menyeluruh penanganan konflik gajah liar Way Kambas dengan masyarakat
13 January 2026 22:19 WIB