Tanpa peningkatan penanganan wabah ebola Kongo memburuk
Kamis, 18 Oktober 2018 7:27 WIB
Seorang pekerja kesehatan mengenakan alat pelindung untuk melindungi dari infeksi virus Eboa di sebuah puskesmas di Bikoro, Republik Demokratik Kongo, 13 Mei 2018. (Foto: AP)
Jenewa (Antara/Reuters) - Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo cenderung memburuk secara secara berarti jika penanganannya tidak ditingkatkan, kata Badan Kesehatan Dunia pada Rabu.
Tapi, itu belum menjadi keprihatinan dunia menyangkut darurat kesehatan masyarakat (PHEIC), kata panitia keadaan darurat tersebut.
Tercatat 139 kematian dan 215 penderita dan kemungkinan pengidap wabah itu, yang dinyatakan pada 1 Agustus. WHO menyatakan wabah tersebut dapat menyebar kapan saja ke Uganda atau Rwanda, meskipun kedua negara itu sudah dipersiapkan dengan baik.
"Kami memiliki beberapa keyakinan bahwa wabah itu akan terkendali dalam waktu wajar," kata ketua panitia tersebut, Robert Steffen, pada jumpa pers di kantor pusat WHO di Jenewa.
Menyatakan PHEIC, yang pertama sejak wabah virus Zika Amerika Latin pada Februari 2016, mungkin meningkatkan kecepatan tanggapan, tapi Steffen mengatakan ada juga kerugian, seperti, larangan perjalanan dan pengangkutan.
Panitia itu menyatakan sangat penting bahwa pembatasan semacam itu tidak diberlakukan.
Steffen menyatakan wabah tersebut ditangani dengan kuat. Itu "cukup banyak berkurang" di satu propinsi timur laut tapi "cukup banyak bertambah" di tempat lain.
Tapi, itu belum menjadi keprihatinan dunia menyangkut darurat kesehatan masyarakat (PHEIC), kata panitia keadaan darurat tersebut.
Tercatat 139 kematian dan 215 penderita dan kemungkinan pengidap wabah itu, yang dinyatakan pada 1 Agustus. WHO menyatakan wabah tersebut dapat menyebar kapan saja ke Uganda atau Rwanda, meskipun kedua negara itu sudah dipersiapkan dengan baik.
"Kami memiliki beberapa keyakinan bahwa wabah itu akan terkendali dalam waktu wajar," kata ketua panitia tersebut, Robert Steffen, pada jumpa pers di kantor pusat WHO di Jenewa.
Menyatakan PHEIC, yang pertama sejak wabah virus Zika Amerika Latin pada Februari 2016, mungkin meningkatkan kecepatan tanggapan, tapi Steffen mengatakan ada juga kerugian, seperti, larangan perjalanan dan pengangkutan.
Panitia itu menyatakan sangat penting bahwa pembatasan semacam itu tidak diberlakukan.
Steffen menyatakan wabah tersebut ditangani dengan kuat. Itu "cukup banyak berkurang" di satu propinsi timur laut tapi "cukup banyak bertambah" di tempat lain.
Pewarta : Samino Nugroho
Editor : Samino Nugroho
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pusat perawatan Ebola di Kongo diserang, tiga petugas kesehatan tewas
29 November 2019 5:33 WIB, 2019
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Angka kelahiran rendah, kota-kota besar di Jepang alami penurunan populasi
01 February 2026 17:11 WIB
Kapal induk USS Abraham Lincoln siap lakukan operasi ke Iran dalam 1-2 hari
27 January 2026 9:55 WIB