Benarkah mengantuk di siang hari gejala alzheimer?
Kamis, 27 September 2018 9:59 WIB
Ilustrasi (Foto: net)
Jakarta (Antaranews Lampung) - Sebuah studi terbaru menunjukkan rasa kantuk yang melanda saat siang hari bisa menjadi pertanda munculnya gejala penyakit Alzheimer.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Sleep itu menyatakan bahwa mengantuk selama siang hari dapat menyebabkan akumulasi plak di otak.
Untuk sampai pada temuan ini, peneliti mengamati, kebiasaan tidur siang 124 pria dan wanita yang berusia rata-rata 60 tahun. 15 tahun kemudian, mereka melakukan PET dan MRI scan untuk mengetahui keberadaan beta-amyloid, protein yang mengelompok bersama untuk membentuk plak.
Hasilnya, partisipan yang mengeluh merasa mengantuk di siang hari berisiko lebih tinggi memiliki plak di otaknya, ketimbang mereka yang tidak mengeluhkan hal itu. Namun, mereka yang sering tidur siang berisiko.
"Jika Anda tertidur pada waktu yang seharusnya Anda terjaga, ini adalah sesuatu yang perlu diselidiki. Bisa jadi, hanya tidur yang kurang atau kondisi atau obat yang mengarah ke sana, kata Adam P. Spira, seorang profesor dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health.
Hanya saja, studi ini tidak menjelaskan penyebab kondisi ini. Spira mengatakan, "Studi memberikan lebih banyak bukti soal hubungan antara tidur terganggu dan pengembangan patologi penyakit Alzheimer". Demikian seperti dilansir Indian Express.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Sleep itu menyatakan bahwa mengantuk selama siang hari dapat menyebabkan akumulasi plak di otak.
Untuk sampai pada temuan ini, peneliti mengamati, kebiasaan tidur siang 124 pria dan wanita yang berusia rata-rata 60 tahun. 15 tahun kemudian, mereka melakukan PET dan MRI scan untuk mengetahui keberadaan beta-amyloid, protein yang mengelompok bersama untuk membentuk plak.
Hasilnya, partisipan yang mengeluh merasa mengantuk di siang hari berisiko lebih tinggi memiliki plak di otaknya, ketimbang mereka yang tidak mengeluhkan hal itu. Namun, mereka yang sering tidur siang berisiko.
"Jika Anda tertidur pada waktu yang seharusnya Anda terjaga, ini adalah sesuatu yang perlu diselidiki. Bisa jadi, hanya tidur yang kurang atau kondisi atau obat yang mengarah ke sana, kata Adam P. Spira, seorang profesor dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health.
Hanya saja, studi ini tidak menjelaskan penyebab kondisi ini. Spira mengatakan, "Studi memberikan lebih banyak bukti soal hubungan antara tidur terganggu dan pengembangan patologi penyakit Alzheimer". Demikian seperti dilansir Indian Express.
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor : Samino Nugroho
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Lampung minta malam pergantian tahun dirayakan tanpa euforia berlebihan
30 December 2025 18:06 WIB
KAI minta penumpang KA tidak bawa barang berlebihan pada angkutan Lebaran
18 March 2024 17:58 WIB, 2024
Zero ODOL, Pemprov Lampung minta pengusaha tak angkut barang berlebihan
11 February 2023 21:29 WIB, 2023
PPKM dicabut, Dinkes Lampung imbau masyarakat tidak euforia berlebihan
04 January 2023 6:04 WIB, 2023