Bashar : Perang Suriah adalah perang internasional, bukan perang saudara
Senin, 25 Juni 2018 11:34 WIB
Presiden Suriah Bashar al-Assad mengunjungi Pangkalan Udara Rusia di Hmeymim di Suriah bagian barat. Foto ini disiarkan SANA pada 27 Jun1 2017. (SANA/REUTERS)
Damaskus, Suriah (Antara/Xinhua-OANA) - Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam satu wawancara yang disiarkan Ahad (24/6) mengatakan perang di Suriah bukan perang saudara, tapi perang internasional.
Ketika berbicara dalam wawancara dengan NTV Rusia, yang isinya disiarkan oleh kantor berita SANA, Bashar mengatakan AS berusaha menyusun kembali peta politik, dan "barangkali" militer dunia.
Ia mengatakan Suriah adalah medan perang utama, setidaknya di Timur Tengah, buat Amerika Serikat untuk membuat peta baru dunia, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin pagi. Ia menyatakan bahwa berbicara dengan Amerika Serikat sekarang tidak ada gunanya dan "cuma buang-buang waktu".
Bashar menyatakan perang internasional ialah antara pasukan yang mendukung terorisme dan pasukan lain yang menginginkan perdamaian.
"Ketika anda berbicara mengenai kepentingan, anda mendapati bahwa perang ini adalah antara kekuatan utama, antara Amerika Serikat dan sekutu Baratnya --yang mendukung teroris untuk mewujudkan hegemoni mereka-- dan pihak Rusia bersama sekutunya, yang sasarannya ialah memerangi terorisme dan memulihkan hukum internasional," kata Bashar.
Presiden Suriah tersebut juga mengatakan kehadiran militer dan politik Rusia di Suriah penting untuk mencapai keseimbangan internasional.
Ia menyatakan negaranya berharap Rusia terus memerangi terorisme dan memelihara keseimbangan internasional.
Di tingkat domestik, Bashar mengatakan penyelesaian politik bagi krisis Suriah sepenuhnya akan menjadi penyelesaian rakyat Suriah. Ia menambahkan setiap pembaruan undang-undang dasar di Suriah mesti berlangsung melalui referendum nasional sejalan dengan keinginan rakyat Suriah.
Ketika berbicara dalam wawancara dengan NTV Rusia, yang isinya disiarkan oleh kantor berita SANA, Bashar mengatakan AS berusaha menyusun kembali peta politik, dan "barangkali" militer dunia.
Ia mengatakan Suriah adalah medan perang utama, setidaknya di Timur Tengah, buat Amerika Serikat untuk membuat peta baru dunia, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin pagi. Ia menyatakan bahwa berbicara dengan Amerika Serikat sekarang tidak ada gunanya dan "cuma buang-buang waktu".
Bashar menyatakan perang internasional ialah antara pasukan yang mendukung terorisme dan pasukan lain yang menginginkan perdamaian.
"Ketika anda berbicara mengenai kepentingan, anda mendapati bahwa perang ini adalah antara kekuatan utama, antara Amerika Serikat dan sekutu Baratnya --yang mendukung teroris untuk mewujudkan hegemoni mereka-- dan pihak Rusia bersama sekutunya, yang sasarannya ialah memerangi terorisme dan memulihkan hukum internasional," kata Bashar.
Presiden Suriah tersebut juga mengatakan kehadiran militer dan politik Rusia di Suriah penting untuk mencapai keseimbangan internasional.
Ia menyatakan negaranya berharap Rusia terus memerangi terorisme dan memelihara keseimbangan internasional.
Di tingkat domestik, Bashar mengatakan penyelesaian politik bagi krisis Suriah sepenuhnya akan menjadi penyelesaian rakyat Suriah. Ia menambahkan setiap pembaruan undang-undang dasar di Suriah mesti berlangsung melalui referendum nasional sejalan dengan keinginan rakyat Suriah.
Pewarta : Antara/Xinhua
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Paus Fransiskus: Peringatan 10 tahun perang Suriah harus dorong upaya perdamaian
15 March 2021 13:01 WIB, 2021
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Putin sebut Indonesia mitra kunci di Asia-Pasifik dan sahabat terpercaya di ASEAN
03 September 2026 15:44 WIB
USGS perkirakan banyak korban jiwa dan kerusakan parah di Venezuela akibat gempa
25 June 2026 8:14 WIB