
Seluruh Aktivis Global Sumud Flotilla yang diculik Israel telah dibebaskan

Alhamdulillah saudara kita ada dalam daftar yang diberikan oleh penjajah kepada tim
Jakarta (ANTARA) - Semua aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 dan Freedom Flotilla Coalition (FFC) yang sebelumnya ditahan oleh Zionis Israel, termasuk sembilan Warga Negara Indonesia (WNI), dilaporkan telah dibebaskan dan kini menjalani proses kepulangan ke negara masing-masing, Kamis (21/05).
Informasi tersebut dikonfirmasi pihak Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) setelah menerima pembaruan dari tim hukum Adalah Legal Center melalui jalur diplomatik internasional. GPCI memastikan seluruh relawan kemanusiaan dalam rombongan GSF yang sempat diculik kini telah dibebaskan dan dalam proses kepulangan ke Tanah Air.
“Alhamdulillah saudara kita ada dalam daftar yang diberikan oleh penjajah kepada tim, dan nama mereka termasuk yang akan naik (pesawat), tapi kemudian bisa benar-benar bebas dari penculikannya atau tidak menunggu informasi lebih lanjut,” ujar Maimon Herawati, Steering Committee Global Peace Convoy Indonesia, dalam keterangannya di Bandarlampung, Sabtu.
Setelah upaya berulang kali, solidaritas dari penjuru dunia untuk kemanusiaan membuat Israel membebaskan 428 aktivis Global Peace Convoy.
Menteri Luar Negeri Sugiono, mengonfirmasi dalam keterangannya melalui akun resmi Kemlu RI.
“Pemerintah Indonesia dengan penuh rasa syukur menyampaikan bahwa sembilan warga negara Indonesia yang ditangkap oleh militer Israel dalam pencegatan kapal dan penangkapan relawan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0. Saat ini dalam perjalanan meninggalkan wilayah Israel menuju Istanbul, Turki, dan akan segera melanjutkan perjalanan ke Tanah Air,” ujar Sugiono.
Mereka akan diterbangkan ke Istanbul, Turki, pada Kamis sore waktu setempat melalui Bandara Umm Al Rashrash, yang oleh Israel dikenal sebagai Bandara Eilat/Ramon. Kabar itu telah dikonfirmasi sejumlah sumber, meski situasi di lapangan masih sangat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu.
Para Delegasi GSF dijadwalkan diberangkatkan menggunakan tiga penerbangan Turkish Airlines yang akan lepas landas dari wilayah Palestina. Tiga nomor penerbangan yang disebut akan digunakan adalah TK 6919, TK 6921, dan TK 6925.
Tim Adalah Legal Center terus memantau proses transit para aktivis guna memastikan seluruh delegasi dideportasi dengan aman. Sementara itu, pemulangan para delegasi kemanusiaan GSF ke Istanbul dilaporkan menggunakan penerbangan khusus Turkish Airlines yang disewa Pemerintah Turki, bukan rute penerbangan reguler.
“Proses deportasi ini akan diawali proses interview, semacam pemeriksaan ke semua partisipan yang dilakukan oleh pihak Israel, kemudian dipindahkan ke bandara lalu dideportasi, kami masih memantau perkembangan ini secara langsung,” ungkap Syamsul Ardiansyah, Aktivis GPCI sekaligus Manager Aliansi Strategis Dompet Dhuafa.
“Selanjutnya kami akan menyambut kedatangan para relawan kemanusiaan, yang sebelumnya masih dalam proses cek kesehatan di Turki dari luka yang dialami selama penahanan oleh militer Israel”, tambah Syamsul.
Pewarta : Muklasin
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
