"Gurita Hantu" ditemukan di Pasifik
Senin, 7 Maret 2016 8:36 WIB
"Casper si Hantu Baik Hati" tertangkap gambar oleh kamera di Samudera Pasifik pada kedalaman 4.290 meter. (youtube)
New York, Amerika Serikat (Antara/Reuters) - Sebuah kapal penelitian bawah laut menemukan sebuah gurita yang terlihat "seperti hantu" yang tampaknya merupakan sebuah spesies yang belum diketahui di dasar laut dekat Hawaii.
Seorang ahli ilmu hewan AS mengatakan Sabtu (Minggu WIB) bahwa penemuan tersebut menyorot betapa sedikitnya pengetahuan manusia akan laut dalam.
Makhluk yang berwarna putih susu itu disebut dengan nama "Casper si Hantu Baik Hati" oleh para pengguna Twitter, tertangkap gambar oleh kamera yang dipasang di kapal tersebut saat menjelajahi Samudera Pasifik di kedalaman 4.290 meter, Lembaga Pelaksanaan Atmosfer dan Kelautan Nasional (NOAA) mengatakan.
Menggolongkan hewan tersebut dalam sub-ordo Incirrate yang merupakan salah satu dari dua kelompok hewan sejenis gurita, NOAA mengatakan bahwa itu merupakan yang pertama kalinya seekor gurita jenis tersebut terlihat di kedalaman laut yang demikian.
"Hewan ini merupakan hewan yang tergolong tidak biasa dikarenakan dia tidak memiliki sel-sel pigmen, yang disebut dengan chromatophores, yang pada umumnya terdapat dalam hewan sepalopoda, dan badannya tidak tampak padat," ujar Michael Vecchione, seorang peneliti dan ahli ilmu hewan dari Dinas Perikanan dan Kelautan Nasional NOAA.
Sepalopoda merupakan klasifikasi kelas dalam biologi yang meliputi gurita, cumi-cumi dan sotong.
"Laut dalam tidak banyak diketahui sehingga penemuan sejumlah hal yang tidak diperkirakan sebelumnya cukup sering terjadi," Vecchione mengatakan dalam sebuah surat elektronik, menambahkan bahwa dia sangat tertarik dengan gambar tersebut.
"Apa yang tidak biasa adalah kesempatan untuk menelusuri kedalaman ini," tambahnya.
Makhluk tersebut hampir dapat dipastikan merupakan salah satu spesies yang belum pernah ditemukan oleh para ilmuwan, dan itu juga memungkinkan untuk termasuk dalam genus yang belum teridentifikasi, Vecchione menuliskan, yang berhubungan dengan Institusi Smithsonian di Washington DC.
Untuk lebih pastinya, dia mengatakan dalam sebuah surat elektronik, para ilmuwan membutuhkan setidaknya satu contoh, dan akan lebih baik jika membawa lebih banyak sampel untuk diteliti.
NOAA telah mengunggah sebuah rekaman video di situs web mereka yang menunjukkan sebuah makhluk yang bulat, berwarna pucat dengan mata yang tidak menunjukkan ekspresi, serta tentakel yang tampak lemas sedang beristirahat di dasar laut.
Penampakan makhluk yang demikian tersebut membuat sejumlah pengguna Twitter mengatakan bahwa hewan tersebut mirip dengan tokoh kartun Casper.
Penemuan minggu lalu itu terjadi pada sat penyelaman pertama dalam 2016 dari Penjelajah Okeanos, sebuah kapal yang dioperasikan oleh NOAA untuk menjelajahi wilayah perairan yang tidak begitu diketahui.
Kendaraan selam Penjelajah Dalam yang dikendalikan jarak jauh itu menemukan gurita tersebut dekat pulau Necker, atau yang disebut dengan Mokumanamana, bagian barat laut kepulauan Hawaii.
Penerjemah : Mabrian/A Ahdiat
Seorang ahli ilmu hewan AS mengatakan Sabtu (Minggu WIB) bahwa penemuan tersebut menyorot betapa sedikitnya pengetahuan manusia akan laut dalam.
Makhluk yang berwarna putih susu itu disebut dengan nama "Casper si Hantu Baik Hati" oleh para pengguna Twitter, tertangkap gambar oleh kamera yang dipasang di kapal tersebut saat menjelajahi Samudera Pasifik di kedalaman 4.290 meter, Lembaga Pelaksanaan Atmosfer dan Kelautan Nasional (NOAA) mengatakan.
Menggolongkan hewan tersebut dalam sub-ordo Incirrate yang merupakan salah satu dari dua kelompok hewan sejenis gurita, NOAA mengatakan bahwa itu merupakan yang pertama kalinya seekor gurita jenis tersebut terlihat di kedalaman laut yang demikian.
"Hewan ini merupakan hewan yang tergolong tidak biasa dikarenakan dia tidak memiliki sel-sel pigmen, yang disebut dengan chromatophores, yang pada umumnya terdapat dalam hewan sepalopoda, dan badannya tidak tampak padat," ujar Michael Vecchione, seorang peneliti dan ahli ilmu hewan dari Dinas Perikanan dan Kelautan Nasional NOAA.
Sepalopoda merupakan klasifikasi kelas dalam biologi yang meliputi gurita, cumi-cumi dan sotong.
"Laut dalam tidak banyak diketahui sehingga penemuan sejumlah hal yang tidak diperkirakan sebelumnya cukup sering terjadi," Vecchione mengatakan dalam sebuah surat elektronik, menambahkan bahwa dia sangat tertarik dengan gambar tersebut.
"Apa yang tidak biasa adalah kesempatan untuk menelusuri kedalaman ini," tambahnya.
Makhluk tersebut hampir dapat dipastikan merupakan salah satu spesies yang belum pernah ditemukan oleh para ilmuwan, dan itu juga memungkinkan untuk termasuk dalam genus yang belum teridentifikasi, Vecchione menuliskan, yang berhubungan dengan Institusi Smithsonian di Washington DC.
Untuk lebih pastinya, dia mengatakan dalam sebuah surat elektronik, para ilmuwan membutuhkan setidaknya satu contoh, dan akan lebih baik jika membawa lebih banyak sampel untuk diteliti.
NOAA telah mengunggah sebuah rekaman video di situs web mereka yang menunjukkan sebuah makhluk yang bulat, berwarna pucat dengan mata yang tidak menunjukkan ekspresi, serta tentakel yang tampak lemas sedang beristirahat di dasar laut.
Penampakan makhluk yang demikian tersebut membuat sejumlah pengguna Twitter mengatakan bahwa hewan tersebut mirip dengan tokoh kartun Casper.
Penemuan minggu lalu itu terjadi pada sat penyelaman pertama dalam 2016 dari Penjelajah Okeanos, sebuah kapal yang dioperasikan oleh NOAA untuk menjelajahi wilayah perairan yang tidak begitu diketahui.
Kendaraan selam Penjelajah Dalam yang dikendalikan jarak jauh itu menemukan gurita tersebut dekat pulau Necker, atau yang disebut dengan Mokumanamana, bagian barat laut kepulauan Hawaii.
Penerjemah : Mabrian/A Ahdiat
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Termasuk Toyota dan Honda, deretan mobil baru akan ditampilkan di IIMS 2026
27 January 2026 21:38 WIB
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
BMKG prakirakan kota-kota besar di Indonesia, termasuk Lampung diguyur hujan
26 January 2025 7:40 WIB, 2025
DMC Dompet Dhuafa membuka pos bagi penyintas erupsi Gunung Ibu Halmahera
24 January 2025 10:21 WIB, 2025
BMKG prakirakan hujan guyur mayoritas wilayah Indonesia, termasuk Bandarlampung
22 January 2025 5:35 WIB, 2025
BNPB lakukan operasi modifikasi cuaca untuk kurangi banjir di Bandarlampung
20 January 2025 12:11 WIB, 2025
Jihan Nurlela sebut perlu revitalisasi mangrove untuk maksimalkan ekowisata
12 January 2025 5:06 WIB, 2025