Sumbar miliki tiga jenis ular endemik
Kamis, 30 Juli 2015 10:50 WIB
Pseudorabdion mcnamarae (wikipedia.org)
Padang (Antara Lampung) - Peneliti reptilia dari Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Padang, Sumatera Barat (Sumbar) Fachrul Reza, Msi menyebutkan Sumbar memiliki tiga jenis hewan ular yang endemik atau hanya berhabitat pada daerah tersebut.
"Ketiga jenis ular tersebut yakni Trimeresurus barati atau ular viper hijau, kemudian Pseudorabdion eiselti (ular kawat) dan Ophistotropis rugosus (ular air), kesemuanya hanya ditemukan di Sumbar," kata dia di Padang, Kamis.
Dia menyebutkan habitat Trimeresurus terdapat di daerah tinggi Bukit Barisan Sumbar terutama pada daerah lembab dengan curah hujan yang tinggi serta bersuhu dingin.
Bila dijabarkan ular tersebut di daerah Sumbar terdapat pada wilayah Alahan Panjang, Padang Panjang dan Malalak.
Kemudian jenis Ophistotropis rugosus berhabitat di dataran menengah terutama pada sungai kecil berair dangkal dan jernih dengan suhu sejuk.
Ular tersebut katanya, saat ini termasuk langka karena jarang ditemukan seperti jenis lainnya.
Ular ini pertama kali ditemukan oleh peneliti asal Belanda pada 1917 lalu, kemudian peneliti dari LIPI menemukan tiga ekor pada beberapa tahun ke belakang di Kayu Tanam.
Terakhir peneliti dari Biologi Universitas Andalas menemukannya beberapa ekor di Hutan Bukit Barisan dan Lubuk Minturun.
"Meski ada kemungkinan memiliki kemiripan dengan jenis di tempat lain namun secara karakteristik tentunya berbeda," ujar Fachrul.
Lebih lanjut katanya, jenis Pseudorabdion eiselti hanya terdapat di Sumbar.
Bila diteliti jenis ini banyak ditemukan di wilayah Sumbar namun sulit ditemukan di daerah lain.
Terakhir ular tersebut ditemukan oleh mahasiswa Biologi pada tahun 2007 di Lembah Harau 50 Kota.
Meskipun begitu hingga saat ini diprediksi ular tersebut masih banyak berkeliaran di daerah Bukit Barisan, ucapnya.
"Jumlah Ular endemik tersebut belum keseluruhan yang ada di Sumbar, ada kemungkinan pada penelitian lainnya juga ditemukan jenis yang berbeda," tambahnya.
Walaupun begitu dia berharap informasi ini dapat menambah khasanah pengetahuan masyarakat tentang jenis hewan melata tersebut.
Sementara itu perwakilan dari BKSDA Sumbar Budi Novela mengatakan bahwa Ular merupakan jenis hewan terestrial yang sangat besar jangkauan daerahnya.
"Ketiga jenis ular tersebut yakni Trimeresurus barati atau ular viper hijau, kemudian Pseudorabdion eiselti (ular kawat) dan Ophistotropis rugosus (ular air), kesemuanya hanya ditemukan di Sumbar," kata dia di Padang, Kamis.
Dia menyebutkan habitat Trimeresurus terdapat di daerah tinggi Bukit Barisan Sumbar terutama pada daerah lembab dengan curah hujan yang tinggi serta bersuhu dingin.
Bila dijabarkan ular tersebut di daerah Sumbar terdapat pada wilayah Alahan Panjang, Padang Panjang dan Malalak.
Kemudian jenis Ophistotropis rugosus berhabitat di dataran menengah terutama pada sungai kecil berair dangkal dan jernih dengan suhu sejuk.
Ular tersebut katanya, saat ini termasuk langka karena jarang ditemukan seperti jenis lainnya.
Ular ini pertama kali ditemukan oleh peneliti asal Belanda pada 1917 lalu, kemudian peneliti dari LIPI menemukan tiga ekor pada beberapa tahun ke belakang di Kayu Tanam.
Terakhir peneliti dari Biologi Universitas Andalas menemukannya beberapa ekor di Hutan Bukit Barisan dan Lubuk Minturun.
"Meski ada kemungkinan memiliki kemiripan dengan jenis di tempat lain namun secara karakteristik tentunya berbeda," ujar Fachrul.
Lebih lanjut katanya, jenis Pseudorabdion eiselti hanya terdapat di Sumbar.
Bila diteliti jenis ini banyak ditemukan di wilayah Sumbar namun sulit ditemukan di daerah lain.
Terakhir ular tersebut ditemukan oleh mahasiswa Biologi pada tahun 2007 di Lembah Harau 50 Kota.
Meskipun begitu hingga saat ini diprediksi ular tersebut masih banyak berkeliaran di daerah Bukit Barisan, ucapnya.
"Jumlah Ular endemik tersebut belum keseluruhan yang ada di Sumbar, ada kemungkinan pada penelitian lainnya juga ditemukan jenis yang berbeda," tambahnya.
Walaupun begitu dia berharap informasi ini dapat menambah khasanah pengetahuan masyarakat tentang jenis hewan melata tersebut.
Sementara itu perwakilan dari BKSDA Sumbar Budi Novela mengatakan bahwa Ular merupakan jenis hewan terestrial yang sangat besar jangkauan daerahnya.
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
144 unit Koperasi Desa Merah Putih di Lampung telah miliki gerai untuk operasional
27 April 2026 19:15 WIB
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
BMKG prakirakan kota-kota besar di Indonesia, termasuk Lampung diguyur hujan
26 January 2025 7:40 WIB, 2025
DMC Dompet Dhuafa membuka pos bagi penyintas erupsi Gunung Ibu Halmahera
24 January 2025 10:21 WIB, 2025
BMKG prakirakan hujan guyur mayoritas wilayah Indonesia, termasuk Bandarlampung
22 January 2025 5:35 WIB, 2025
BNPB lakukan operasi modifikasi cuaca untuk kurangi banjir di Bandarlampung
20 January 2025 12:11 WIB, 2025
Jihan Nurlela sebut perlu revitalisasi mangrove untuk maksimalkan ekowisata
12 January 2025 5:06 WIB, 2025