Haduh....Jalan di Lampung Tengah Rusak Parah
Kamis, 25 Juni 2015 21:26 WIB
Kerusakan jalan di Lampung Tengah yang dikeluhkan warga dan para pengguna jalan. (FOTO: ANTARA Lampung/Febrilia Ekawati-Ist)
Lampung Tengah (ANTARA Lampung) - Jalan provinsi rute Bandarjaya menuju Mandala di Kecamatan Bandar Mataram Kabupaten Lampung Tengah Provinsi Lampung yang menghubungkan ke Jalan Lintas Timur Sumatera mengalami rusak parah, sehingga dikeluhkan pengguna jalan dan warga setempat.
Menurut Riyono (49) warga Desa Karang Endah Kecamatan Terbanggi Besar, pengguna jalan tersebut, Kamis (25/6), pada badan jalan tersebut berlubang hingga 60 cm.
Dampak kerusakan jalan ini mengakibatkan sering terjadi kecelakaan lalu-lintas terutama dialami pengendara sepeda motor karena harus mengerem mendadak untuk menghindari jalan berlubang tersebut.
Selain itu, akibat jalan rusak proses distribusi hasil pertanian masyarakat menjadi terhambat. Jalan rusak itu, juga mengakibatkan banyak warga setempat terkena penyakit infeksi saluran pernapasan atas (Ispa) akibat debu yang bertebaran di sepanjang jalan yang rusak itu.
Jalan rusak itu diawali dari Pasar Bandarjaya, Desa Karang Endah dengan tingkat kerusakan terparah, Desa Namba Dadi, Desa Onoharjo yang berada di Kecamatan Terbanggi Besar, menuju Kecamatan Seputih melintasi enam desa, juga kerusakan terparah di Desa Varia Agung, Kurnia Mataram, Sumber Agung, Wirata Agung, Darma Agung, Bumi Setia hingga kecamatan Bandar Mataram meliputi tiga desa dan paling parah di Mandala.
Menurut Riyono (49), warga Desa Karang Endah Kecamatan Terbanggi Besar, jalan rusak itu akibat truk truk besar bermuatan pasir yang melintas setiap hari bisa sampai 50--60 unit truk dengan tonase hingga 21 ton.
Beberapa minggu yang lalu bahkan ada truk colt diesel bermuatan jagung terguling akibat jalan berlubang.
Menurut Sumirah (46), warga Varia Agung Kecamatan Seputih Mataram sebagai pedagang bakso dan kelontongan, saat jalan belum rusak parah (sekitar tahun 2011 lalu), omzet sehari-harinya rata-rata mencapai Rp2 juta, namun saat ini hanya Rp400 ribu. Akibat jalan rusak, pembeli di warungnya berkurang drastis.
Dia menyatakan, kerusakan jalan itu sudah sangat lama terjadi, sekitar lima tahunan dan hingga saat ini tidak juga diperbaiki, sehingga saat musim hujan mobil minibus dan sepeda motor bisa terendam, hanya mobil truk besar yang bisa lolos melintasi jalan rusak parah di Varia Agung itu pun kadang terjebak lubang dan macet.
Saat musim kemarau debunya bertebaran kemana-mana membuat sesak napas dan batuk batuk.
Warga setempat mempertanyakan kenapa hingga saat ini jalan jalur Bandarjaya menuju Bandar Mataram yang menghubungkan ke Jalan Lintas Timur Sumatera itu belum juga diperbaiki, meskipun banyak pejabat tinggi daerah baik kabupaten maupun provinsi sering melintasi ruas jalan ini.
Pengguna jalan itu, Febrilia Ekawati (30) juga mengeluhkan kerusakan jalan tersebut yang hingga kini belum juga diperbaiki.
Menurut dia, saat melintasi jalan itu dari Way Kambas untuk pulang ke Bandarjaya melewati rute Jalan Lintas Timur ke Bandar Mataram menuju Bandarjaya, kondisi jalannya rusak parah.
Menurut Riyono (49) warga Desa Karang Endah Kecamatan Terbanggi Besar, pengguna jalan tersebut, Kamis (25/6), pada badan jalan tersebut berlubang hingga 60 cm.
Dampak kerusakan jalan ini mengakibatkan sering terjadi kecelakaan lalu-lintas terutama dialami pengendara sepeda motor karena harus mengerem mendadak untuk menghindari jalan berlubang tersebut.
Selain itu, akibat jalan rusak proses distribusi hasil pertanian masyarakat menjadi terhambat. Jalan rusak itu, juga mengakibatkan banyak warga setempat terkena penyakit infeksi saluran pernapasan atas (Ispa) akibat debu yang bertebaran di sepanjang jalan yang rusak itu.
Jalan rusak itu diawali dari Pasar Bandarjaya, Desa Karang Endah dengan tingkat kerusakan terparah, Desa Namba Dadi, Desa Onoharjo yang berada di Kecamatan Terbanggi Besar, menuju Kecamatan Seputih melintasi enam desa, juga kerusakan terparah di Desa Varia Agung, Kurnia Mataram, Sumber Agung, Wirata Agung, Darma Agung, Bumi Setia hingga kecamatan Bandar Mataram meliputi tiga desa dan paling parah di Mandala.
Menurut Riyono (49), warga Desa Karang Endah Kecamatan Terbanggi Besar, jalan rusak itu akibat truk truk besar bermuatan pasir yang melintas setiap hari bisa sampai 50--60 unit truk dengan tonase hingga 21 ton.
Beberapa minggu yang lalu bahkan ada truk colt diesel bermuatan jagung terguling akibat jalan berlubang.
Menurut Sumirah (46), warga Varia Agung Kecamatan Seputih Mataram sebagai pedagang bakso dan kelontongan, saat jalan belum rusak parah (sekitar tahun 2011 lalu), omzet sehari-harinya rata-rata mencapai Rp2 juta, namun saat ini hanya Rp400 ribu. Akibat jalan rusak, pembeli di warungnya berkurang drastis.
Dia menyatakan, kerusakan jalan itu sudah sangat lama terjadi, sekitar lima tahunan dan hingga saat ini tidak juga diperbaiki, sehingga saat musim hujan mobil minibus dan sepeda motor bisa terendam, hanya mobil truk besar yang bisa lolos melintasi jalan rusak parah di Varia Agung itu pun kadang terjebak lubang dan macet.
Saat musim kemarau debunya bertebaran kemana-mana membuat sesak napas dan batuk batuk.
Warga setempat mempertanyakan kenapa hingga saat ini jalan jalur Bandarjaya menuju Bandar Mataram yang menghubungkan ke Jalan Lintas Timur Sumatera itu belum juga diperbaiki, meskipun banyak pejabat tinggi daerah baik kabupaten maupun provinsi sering melintasi ruas jalan ini.
Pengguna jalan itu, Febrilia Ekawati (30) juga mengeluhkan kerusakan jalan tersebut yang hingga kini belum juga diperbaiki.
Menurut dia, saat melintasi jalan itu dari Way Kambas untuk pulang ke Bandarjaya melewati rute Jalan Lintas Timur ke Bandar Mataram menuju Bandarjaya, kondisi jalannya rusak parah.
Pewarta :
Editor : Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Bandarlampung prioritaskan pemasangan lampu jalan untuk tekan aksi kriminal
27 January 2026 21:30 WIB
HKA dan BTB bantu normalisasi irigasi atasi genangan air di Lampung Tengah
22 January 2026 13:17 WIB
Ramp cek di Terminal Mulyojati Metro Lampung, 8 kendaraan tak layak jalan
16 December 2025 16:52 WIB
Terpopuler - Lampung Tengah
Lihat Juga
KPK panggil istri Bupati Lampung Tengah nonaktif Ardito Wijaya untuk diperiksa
15 January 2026 11:32 WIB
Damkarmat Lampung Selatan evakuasi buaya peliharaan warga di Natar, Lamsel
28 December 2025 17:30 WIB
Pria Bandarlampung sekap anak di bawah umur asal Lampung Tengah selama empat hari
21 October 2025 16:42 WIB
Wakil Bupati Lampung Tengah hadiri kirab budaya HUT ke -68 Dusun Sriwaluyo II
23 September 2025 9:30 WIB
FIFGROUP gelar hajatan untuk dekatkan layanan ke masyarakat di Bandar Jaya
13 September 2025 17:41 WIB
LBH Bandarlampung komitmen dampingi masyarakat tiga kampung terlibat konflik agraria
18 August 2025 9:59 WIB
DPRD Lampung minta percepatan unit pemukiman transmigrasi jadi desa definitif
22 July 2025 12:06 WIB