Hati-hati Dengan Uang
Sabtu, 9 Agustus 2014 19:54 WIB
Uang Rupiah baru. (ANTARA FOTO ok/Zabur Karuru).
Barabai, Kalsel (Antara) - Mantan Menteri Negara Otonomi Daerah Republik Indonesia Ryaas Rasyid mengingatkan masalah uang cukup berbahaya dan bisa menyeret ke arah kurang baik.
Mantan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara mengemukakan itu saat silaturahmi dengan Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan H Harun Nurasid, di Barabai (ibu kota kabupaten tersebut, 165 kilometer utara Banjarmasin), Sabtu.
"Pasalnya masalah uang itu banyak setannya yang kita bisa terperangkap pada perbuatan terlarang, baik berdasarkan hukum maupun agama," tandas mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB-PII) tersebut.
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Pemerintahan dan Reformasi Birokrasi itu mencontohkan pada salah satu bupati di Indonesia yang kini sudah tidak aktif lagi dan terjerat kasus hukum sebagai pembelajaran bagi yang lainnya.
"Sebab dengan tidak terseret dalam persoalan keuangan, kita bisa hidup dan bekerja dengan tenang, tanpa dibayang-bayangi rasa ketakutan akan jerat hukum," lanjut Ketua Dewan Pakar Pengurus Pusat KB-PII itu.
"Sebagai contoh diri saya sendiri, beberapa jabatan birokrasi yang pernah saya pegang, alhamdulillah sampai saat ini saya bisa tenang, tak ada masalah hukum," demikian Ryaas Rasid.
Silaturahmi yang berlangsung di rumah jabatan Bupati HST di "kota apam" Barabai itu juga hadir Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalsel HM Thamrin mewakili gubernur setempat, anggota DPD-RI asal provinsi tersebut HM Sofwat Hadi, dan Ketua Umum KB-PII Kalsel ustadz H Chairani Idris.
Selain itu, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah HST, serta anggota Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) kabupaten setempat.
Kedatangan Ryaas Rasid ke Barabai yang saat Presiden Soekarno mendapat julukan Bandung Kalimantan itu, untuk menghadiri silaturahmi Idul Fitri 1435 Hijriah atau halalbihalal KB-PII Kalsel, sekaligus memberi ceramah umum dengan topik "keumatan dan kebangsaan".
Selain itu, menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PII) Kalsel periode 2014 - 2016 oleh Pengurus Besar organisasi pelajar Islam tertua dan terbesar di tanah air ini.
Mantan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara mengemukakan itu saat silaturahmi dengan Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan H Harun Nurasid, di Barabai (ibu kota kabupaten tersebut, 165 kilometer utara Banjarmasin), Sabtu.
"Pasalnya masalah uang itu banyak setannya yang kita bisa terperangkap pada perbuatan terlarang, baik berdasarkan hukum maupun agama," tandas mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB-PII) tersebut.
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Pemerintahan dan Reformasi Birokrasi itu mencontohkan pada salah satu bupati di Indonesia yang kini sudah tidak aktif lagi dan terjerat kasus hukum sebagai pembelajaran bagi yang lainnya.
"Sebab dengan tidak terseret dalam persoalan keuangan, kita bisa hidup dan bekerja dengan tenang, tanpa dibayang-bayangi rasa ketakutan akan jerat hukum," lanjut Ketua Dewan Pakar Pengurus Pusat KB-PII itu.
"Sebagai contoh diri saya sendiri, beberapa jabatan birokrasi yang pernah saya pegang, alhamdulillah sampai saat ini saya bisa tenang, tak ada masalah hukum," demikian Ryaas Rasid.
Silaturahmi yang berlangsung di rumah jabatan Bupati HST di "kota apam" Barabai itu juga hadir Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalsel HM Thamrin mewakili gubernur setempat, anggota DPD-RI asal provinsi tersebut HM Sofwat Hadi, dan Ketua Umum KB-PII Kalsel ustadz H Chairani Idris.
Selain itu, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah HST, serta anggota Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) kabupaten setempat.
Kedatangan Ryaas Rasid ke Barabai yang saat Presiden Soekarno mendapat julukan Bandung Kalimantan itu, untuk menghadiri silaturahmi Idul Fitri 1435 Hijriah atau halalbihalal KB-PII Kalsel, sekaligus memberi ceramah umum dengan topik "keumatan dan kebangsaan".
Selain itu, menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PII) Kalsel periode 2014 - 2016 oleh Pengurus Besar organisasi pelajar Islam tertua dan terbesar di tanah air ini.
Pewarta : Syamsuddin Hasan
Editor : M. Tohamaksun
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BI Sulawesi Selatan salurkan uang tunai ke 38 bank untuk kebutuhan Lebaran
06 April 2022 21:20 WIB, 2022
BI Maluku: Uang pecahan Rp75.000 sudah ditukarkan sebanyak 38 ribu lembar
25 August 2020 15:18 WIB, 2020
Gubernur Arinal orang pertama di Lampung miliki uang baru pecahan Rp75.000
17 August 2020 16:33 WIB, 2020
Terpopuler - Riil
Lihat Juga
Waykanan-Mesuji ditawarkan sebagai tempat industri gula kepada Taiwan
15 January 2019 18:00 WIB, 2019
Penerbangan Internasional Perdana Melalui Bandara Raden Inten II Pada Februari
11 January 2019 18:18 WIB, 2019