Badan Amal Inggris Bantu Gaza
Jumat, 8 Agustus 2014 21:08 WIB
Terowongan di Jalur Gaza. (id.wikipedia.org).
London (Antara/AFP) - Lembaga bantuan Inggris mengeluarkan seruan darurat bagi rakyat terdampak kemelut di Gaza, dengan BBC setuju memasang iklan menyerukan sumbangan, lima tahun sesudah menolak ikut dalam upaya seperti itu.
Panitia Darurat Bencana (DEC), yang menyatukan 13 badan amal terkemuka Inggris saat genting, menyatakan setengah juta orang di Gaza terpaksa meninggalkan rumah dan hingga 1,5 juta warga mendapat keterbatasan air, kebersihan atau perawatan kesehatan.
Hampir 1.900 warga Palestina dan 67 orang Israel tewas dalam empat pekan permusuhan Israel dengan Hamas.
Ketua Pelaksana DEC Saleh Saeed menyatakan Gaza terancam dan darurat kemanusiaan itu memengaruhi setiap penduduk.
Ia mengatakan, "Banyak orang tinggal di penampungan Perserkatan Bangsa-Bangsa, yang sangat sesak, dan mereka masih memerlukan makanan dan barang dasar rumah tangga. Banyak yang sangat memerlukan perawatan kesehatan, tapi perlengkapan rumah sakit hampir habis."
"Bahkan sebelum perang dimulai, rakyat Gaza hampir hancur. Sekarang, kita melihat darurat kemanusiaan memengaruhi hampir setiap pria, wanita dan anak-anak di Gaza," katanya.
Pemerintah Inggris menyatakan akan menyelaraskan sumbangan umum setara nilainya hingga Rp34 miliar pertama.
"Bagi yang ingin membantu warga di Gaza, memberi satu pound sekarang berarti membelikan dua kali lebih banyak kemasan makanan, memberi dua kali selimut dan membantu dua kali lebih banyak orang melalui kemelut itu," kata sekretaris pembangunan antarbangsa Justine Greening.
Sebelas dari 13 angota DEC bekerja di Gaza atau berencana bekerja di sana dan pada Jumat, badan amal itu mengumumkan akan menggenjot upaya memanfaat gencatan senjata tiga hari.
Oxfam memberikan air untuk 175.000 orang sehari, Palang Merah Inggris menangani 3.900 orang terluka, dan Bantuan Islam membantu 125.000 orang dengan, kebersihan, makanan dan kesejahteraan anak, kata DEC.
Pada 2009, BBC menerima ribuan pengaduan sesudah bergabung dengan televisi Sky News memutuskan tidak mengudarakan penggalangan dana DEC untuk Gaza, yang ditunjukkan saluran lain.
BBC, yang didanai rakyat, menyatakan ingin menghindari mengorbankan kepercayaan masyarakat atas ketakberpihakkannya.
BBC menyatakan menyebut tiga pertimbangan sesudah diminta menyiarkan seruan saat ini, yakni tingkat kemelut, kemampuan lembaga memberikan bantuan, dan kemungkinan berhasil menarik warga.
Ditambahkannya dalam pernyataan, "Kebutuhan kemanusiaan di Gaza banyak diakui, termasuk oleh pemerintah Israel, dan DEC memberi jaminan bahwa bantuan itu mencapai yang memerlukannya."
Penerjemah: B.Soekapdjo/M. Anthoni.
Panitia Darurat Bencana (DEC), yang menyatukan 13 badan amal terkemuka Inggris saat genting, menyatakan setengah juta orang di Gaza terpaksa meninggalkan rumah dan hingga 1,5 juta warga mendapat keterbatasan air, kebersihan atau perawatan kesehatan.
Hampir 1.900 warga Palestina dan 67 orang Israel tewas dalam empat pekan permusuhan Israel dengan Hamas.
Ketua Pelaksana DEC Saleh Saeed menyatakan Gaza terancam dan darurat kemanusiaan itu memengaruhi setiap penduduk.
Ia mengatakan, "Banyak orang tinggal di penampungan Perserkatan Bangsa-Bangsa, yang sangat sesak, dan mereka masih memerlukan makanan dan barang dasar rumah tangga. Banyak yang sangat memerlukan perawatan kesehatan, tapi perlengkapan rumah sakit hampir habis."
"Bahkan sebelum perang dimulai, rakyat Gaza hampir hancur. Sekarang, kita melihat darurat kemanusiaan memengaruhi hampir setiap pria, wanita dan anak-anak di Gaza," katanya.
Pemerintah Inggris menyatakan akan menyelaraskan sumbangan umum setara nilainya hingga Rp34 miliar pertama.
"Bagi yang ingin membantu warga di Gaza, memberi satu pound sekarang berarti membelikan dua kali lebih banyak kemasan makanan, memberi dua kali selimut dan membantu dua kali lebih banyak orang melalui kemelut itu," kata sekretaris pembangunan antarbangsa Justine Greening.
Sebelas dari 13 angota DEC bekerja di Gaza atau berencana bekerja di sana dan pada Jumat, badan amal itu mengumumkan akan menggenjot upaya memanfaat gencatan senjata tiga hari.
Oxfam memberikan air untuk 175.000 orang sehari, Palang Merah Inggris menangani 3.900 orang terluka, dan Bantuan Islam membantu 125.000 orang dengan, kebersihan, makanan dan kesejahteraan anak, kata DEC.
Pada 2009, BBC menerima ribuan pengaduan sesudah bergabung dengan televisi Sky News memutuskan tidak mengudarakan penggalangan dana DEC untuk Gaza, yang ditunjukkan saluran lain.
BBC, yang didanai rakyat, menyatakan ingin menghindari mengorbankan kepercayaan masyarakat atas ketakberpihakkannya.
BBC menyatakan menyebut tiga pertimbangan sesudah diminta menyiarkan seruan saat ini, yakni tingkat kemelut, kemampuan lembaga memberikan bantuan, dan kemungkinan berhasil menarik warga.
Ditambahkannya dalam pernyataan, "Kebutuhan kemanusiaan di Gaza banyak diakui, termasuk oleh pemerintah Israel, dan DEC memberi jaminan bahwa bantuan itu mencapai yang memerlukannya."
Penerjemah: B.Soekapdjo/M. Anthoni.
Pewarta :
Editor : M. Tohamaksun
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pondok Pesantren Darul Amal Lampung jadi pesantren pertama terapkan Santri Link
25 June 2025 22:34 WIB
Pj Gubernur: Lampung bangga terpilih jadi ikon bazar amal tahunan internasional WIC
22 November 2024 9:17 WIB, 2024
Safari Ramadhan, Wali Kota Metro salurkan bantuan ke Masjid Khairul Amal
14 March 2024 15:40 WIB, 2024
Pemusik Pusakata dan Dompet Dhuafa galang dana bantu sekolah di Maluku
25 February 2024 14:07 WIB, 2024
Sven Goran Eriksson diberi kesempatan latih Liverpool untuk pertandingan amal
14 February 2024 5:35 WIB, 2024
Bersama Dompet Dhuafa, BALAD FC kumpulkan donasi melalui pertandingan amal
11 March 2023 21:33 WIB, 2023
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Angka kelahiran rendah, kota-kota besar di Jepang alami penurunan populasi
01 February 2026 17:11 WIB
Kapal induk USS Abraham Lincoln siap lakukan operasi ke Iran dalam 1-2 hari
27 January 2026 9:55 WIB