Bandarlampung (Antara Lampung)- Sejumlah pedagang beras di Bandarlampung menyebutkan harga pangan utama itu cenderung naik karena panen raya padi tahun ini diperkirakan molor, sementara Operasi Pasar (OP) Bulog belum digelar untuk menekan kenaikan harganya.
         
"Umur tanaman padi umumnya baru beberapa minggu sehingga nyaris tak ada yang panen besar di daerah ini. Sebagian gabah malah sudah ada yang didatangkan dari daerah Sumatera bagian selatan," kata Rodjie, salah satu pedagang beras di kawasan Pasar Tugu Bandarlampung.
         
Ia menyebutkan harga beras sekarang ini paling murah Rp8.000- Rp8.500/kg, dan harga beras premium di atas Rp10.000/kg, seperti merek SJ yang mencapai Rp10.800- Rp11.500/kg.
         
"Tidak semua beras naik harganya saat ini, tergantung mereknya. Kalau stoknya berkurang, kemungkinan besar mereka baru menaikkan harga berasnya," katanya.
         
Faktor cuaca yang mengakibatkan petani mengundurkan jadwal penanaman padinya. Misalnya di kawasan Metro, para petani baru menanam padi sekitar tiga pekan lalu, sehingga panen baru akan berlangsung pada akhir Mei. Padahal, panen padi di daerah itu umumnya sudah berlangsung pada Maret dan April.
         
"Meski harga beras naik, pasokan bahan pangan itu tetap lancar. Kalau dipesan dari penggilingan, langsung dikirimkan. Cuma dengan harga baru," katanya.
        
Dia menyebutkan harga beras sekarang ini masih terjangkau. Meski demikian, Bulog diharapkan menggelar OP beras untuk menekan kenaikan harganya.
         
Pedagang beras lainnya di Pasar Tugu Bandarlampung, Edy Susanto, menyebutkan pasokan beras lancar, namun harganya naik.
         
"Misalnya, sekarang harga beras merek "Berasku" sudah mencapai Rp260.000/karung isi 25 kg, padahal sebelumnya Rp250.000/karung. Masih naik tipis harganya," katanya.
         
Ia memperkirakan kenaikan harga beras itu terkait dengan musim panen yang diperkirakan baru berlangsung pada April dan Mei, padahal awalnya diperkirakan panen mulai pada akhir Maret.
         
Sementara itu, sejumlah warga Bandarlampung menyebutkan harga beras sekarang ini memang tinggi, namun masih terjangkau.