CEO : Aliansi Nissan-Renault Tidak Dalam Bahaya

id Nissan, mobil, Captiva

Mobil konsep crossover baru Nissan, Xmotion, ditampilkan pada pada Pameran Otomotif Internasional Amerika Utara di Detroit, Michigan. AS. (Bill Pugliano/China Daily)

Jakarta (Antaranews Lampung) - Aliansi Nissan dengan Renault Prancis sama sekali tidak dalam bahaya, kata CEO pabrikan mobil Jepang itu kepada AFP, Senin (7/1), meskipun ada ketegangan pasca penangkapan kepala kemitraan Carlos Ghosn.

Dalam sebuah wawancara, Hiroto Saikawa menepis anggapan bahwa aliansi itu, yang juga termasuk Mitsubishi Motors, telah rusak akibat penangkapan Ghosn karena dugaan pelanggaran keuangan.

"Aku sama sekali tidak berpikir itu dalam bahaya," katanya.

Dia menolak berkomentar langsung tentang kasus yang dihadapi Ghosn, di mana Ghosn akan muncul di pengadilan pada Selasa untuk mendengar penjelasan tentang penahanannya yang sedang berlangsung.

"Ini adalah proses pada sistem Jepang, jadi saya tidak punya apa-apa untuk dikatakan," kata Saikawa.

"Saya hanya ingin fokus untuk menstabilkan perusahaan," tambahnya.

Penangkapan Ghosn mengguncang industri mobil dan mengekspos keretakan dalam aliansi tiga perusahaan yang ia bina, khususnya antara Nissan dan Renault.

Nissan dan Mitsubishi Motors dengan cepat menyingkirkan Ghosn dari posisi pimpinan pasca penangkapannya. Namun Renault memutuskan untuk terus menjadikan Ghosn sebagai CEO.

 
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar