Nutricia Tarik Susu Bayi
Minggu, 4 Agustus 2013 11:06 WIB
Ibu menyusui (www.google.co.id).
Wellington (Antara/Xinhua-OANA) - Pembuat susu bayi Karicare telah menarik dua produk dari pasar Selandia Baru, karena keselamatan konsumen menjadi perhatian utamanya, demikian isi pernyataan di jejaring Nutricia.
Produk yang ditarik adalah Karicare Infant Formula Stage One dan Karicare Gold plus Follow On Formula Stage Two.
Nutricia sekarang akan menarik Karicare Infant Formula Stage 1 (0-6 bulan), dengan nomor 3169 dan 3170 dan tanggal penggunaan 17 06 2016 dan 18 06 2016.
Yang juga akan ditarik adalah Karicare Gold+ Follow On Formula Stage 2 (6-12 bulan), dengan nomor produksi D3183 dan tanggal penggunaan 31 12 2014.
Hanya produk di Selandia Baru yang akan ditarik, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad pagi. Penarikan itu tak meliputi produk Karicare.
Raksasa susu Selandia Foterra pada Sabtu memberitahu Nutricia bahwa bahan mereka memiliki potensi masalah kualitas, kata Nutricia di dalam pernyataan yang disiarkan pada Sabtu malam.
Pelanggan tak boleh mengkonsumsi produk dengan nomor produksi itu buat bayi, kata Nutricia.
Fonterra pada Sabtu menyatakan bahwa pada pemeriksaan menunjukkan potensi keberadaan rangkaian Clostridium (Clostridium Botulinum) sampel konsentrat air dadih, yang bisa mengakibatkan keracunan makanan.
Protein bagian kental susu sapi yang terpengaruh diproduksi pada Mei 2012 dan perusahaan tersebut menyatakan pipa kotor di pabriknya di Hautapu, Wilayah Waikato, North Island, menjadi penyebab pencemaran tersebut.
Menteri Perdagangan Selandia Baru Tim Grose pada Ahad (28/7) mengatakan pertanyaan mengapa dan di mana potensi pencemaran terjadi, siapa yang akan bertanggung-jawab dan mengapa pemerintah tidak diberitahu sebelumnya sangat penting.
Ia menyatakan akan ada penyelidikan penuh tapi sekarang prioritasnya ialah menangani masalah saat ini.
Sementara itu, orang tua yang marah, pengekspor dan pejabat mempertanyakan mengapa Fonterra memerlukan waktu lebih dari setahun untuk mengidentifikasi dan memperingatkan mengenai bakteri mematikan mungkin mencemari formula bayi di Wellington dan luar negeri.
Pengekspor Selandia Baru menyatakan krisis Fonterra mempengaruhi mereka semua dan merusak reputasi negeri itu dalam hal keselamatan makanan di seluruh dunia.
Kekhawatiran itu meliputi 40 ton konsentrat air dadih yang digunakan untuk membuat 900 ton makanan termasuk formula bayi, yogurt, minuman olah raga dan protein di seluruh tujuh negara, termasuk Australia, China, Malaysia, Thailand, Arab Saudi dan Vietnam.
Penerjemah: Chaidar.
Produk yang ditarik adalah Karicare Infant Formula Stage One dan Karicare Gold plus Follow On Formula Stage Two.
Nutricia sekarang akan menarik Karicare Infant Formula Stage 1 (0-6 bulan), dengan nomor 3169 dan 3170 dan tanggal penggunaan 17 06 2016 dan 18 06 2016.
Yang juga akan ditarik adalah Karicare Gold+ Follow On Formula Stage 2 (6-12 bulan), dengan nomor produksi D3183 dan tanggal penggunaan 31 12 2014.
Hanya produk di Selandia Baru yang akan ditarik, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad pagi. Penarikan itu tak meliputi produk Karicare.
Raksasa susu Selandia Foterra pada Sabtu memberitahu Nutricia bahwa bahan mereka memiliki potensi masalah kualitas, kata Nutricia di dalam pernyataan yang disiarkan pada Sabtu malam.
Pelanggan tak boleh mengkonsumsi produk dengan nomor produksi itu buat bayi, kata Nutricia.
Fonterra pada Sabtu menyatakan bahwa pada pemeriksaan menunjukkan potensi keberadaan rangkaian Clostridium (Clostridium Botulinum) sampel konsentrat air dadih, yang bisa mengakibatkan keracunan makanan.
Protein bagian kental susu sapi yang terpengaruh diproduksi pada Mei 2012 dan perusahaan tersebut menyatakan pipa kotor di pabriknya di Hautapu, Wilayah Waikato, North Island, menjadi penyebab pencemaran tersebut.
Menteri Perdagangan Selandia Baru Tim Grose pada Ahad (28/7) mengatakan pertanyaan mengapa dan di mana potensi pencemaran terjadi, siapa yang akan bertanggung-jawab dan mengapa pemerintah tidak diberitahu sebelumnya sangat penting.
Ia menyatakan akan ada penyelidikan penuh tapi sekarang prioritasnya ialah menangani masalah saat ini.
Sementara itu, orang tua yang marah, pengekspor dan pejabat mempertanyakan mengapa Fonterra memerlukan waktu lebih dari setahun untuk mengidentifikasi dan memperingatkan mengenai bakteri mematikan mungkin mencemari formula bayi di Wellington dan luar negeri.
Pengekspor Selandia Baru menyatakan krisis Fonterra mempengaruhi mereka semua dan merusak reputasi negeri itu dalam hal keselamatan makanan di seluruh dunia.
Kekhawatiran itu meliputi 40 ton konsentrat air dadih yang digunakan untuk membuat 900 ton makanan termasuk formula bayi, yogurt, minuman olah raga dan protein di seluruh tujuh negara, termasuk Australia, China, Malaysia, Thailand, Arab Saudi dan Vietnam.
Penerjemah: Chaidar.
Pewarta :
Editor : M. Tohamaksun
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sebanyak 366 orang balita, ibu hamil, serta menyusui di Metro terima MBG
25 September 2025 13:40 WIB, 2025
Lampung targetkan 1.200 ibu hamil-menyusui ikut program makan bergizi gratis
19 November 2024 11:58 WIB, 2024
Pemprov Lampung laksanakan makan bergizi ibu hamil menyusui pada 22 November
18 November 2024 18:33 WIB, 2024
Rayakan Pekan ASI Sedunia, LKC Dompet Dhuafa hadirkan edukasi menyusui
21 August 2024 20:13 WIB, 2024
LKC DD Banten berikan edukasi dan paket nutrisi bagi Ibu hamil dan menyusui dalam pekan ASI Sedunia
17 August 2021 19:19 WIB, 2021
LKC Dompet Dhuafa monitoring kesehatan dan beri paket gizi bagi ibu menyusui penyintas COVID-19
05 August 2021 21:05 WIB, 2021
Benarkah makan hidangan pedas saat menyusui bisa sebabkan anak diare?
06 February 2021 18:56 WIB, 2021
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Putin sebut Indonesia mitra kunci di Asia-Pasifik dan sahabat terpercaya di ASEAN
03 September 2026 15:44 WIB
USGS perkirakan banyak korban jiwa dan kerusakan parah di Venezuela akibat gempa
25 June 2026 8:14 WIB