Ikan Sungai Bertahan Tinggi
Senin, 30 Juli 2012 10:19 WIB
Perajin menjajakan lampu hias menanfaatkan jenis ikan laut buas yang sudah kering dan diawetkan, Telukbetung, Kota Bandarlampung. Kerajinan itu dijajakan mulai dari harga puluhan ribu rupiah. (Foto ANTARA/M.Tohamaksun).
Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Harga berbagai jenis ikan sungai segar dan udang muara bertahan tinggi di pasaran Kota Bandarlampung selama puasa Ramadhan 1433 H/2012, meski sebagian kecil turun karena ada kenaikan mendadak beberapa hari menjelang puasa.
Sejumlah pedagang ikan segar di Pasar Bawah, Tanjungkarang, Kota Bandarlampung, Minggu mengatakan, tingginya harga ikan itu antara lain akibat masalah pasokan dan meningkatnya pembeli.
"Harga ikan sekarang sebetulnya bertahan, bahkan ada beberapa yang turun setelah sempat naik beberapa hari menjelang masuknya puasa," kata seoran pedagang ikan di Bandalampug, Ridwan (46).
Harga ikan gabus sungai segar yang biasanya bertahan di Rp40.000/Kg, sempat naik menjadi Rp50.000 sampai Rp60.000/Kg saat menjelang puasa, dan kini bertahan di Rp45.000/Kg.
Pasar Bawah yang letaknya di pusat Kota Bandarlampung, terdapat puluhan pedagang ikan berbagai jenis baik ikan laut, ikan sungai, ikan segar, ikan masih hidup, bahkan ikan kering/ikan asap.
Saat ini harga ikan laut bervariasi, namun umumnya masih bertahan agak tinggi dan pasokan di pasaran masih agak berkurang akibat nelayan umumnya baru mulai melaut setelah istirahat di awal-awal bulan puasa.
Khusus ikan sungai segar yang banyak dibeli konsumen adalah ikan Baung (biasa untuk disayur pindang dan pepes) dengan harga bertahan di Rp80.000/Kg, ikan Lais Rp80.000/Kg, dan ikan sungai yang paling mahal adalah ikan Jelabat dengan harga Rp150.000/Kg.
Selanjutnya ikan gabus sungai segar (hidup) Rp45.000/Kg, ikan lele segar (hidup) Rp18.000/Kg, ikan mas segar (hidup) Rp25.000/Kg.
Kemudian udang air payau (campuran antara air sungai dan laut/muara), untuk ukuran kecil harganya Rp60.000/Kg, ukuran sedang Rp110.000/Kg, dan udang ukuran besar Rp120.000/Kg.
Pemandangan sehari-hari di pasar ikan itu, para pembeli umumnya memilih ikan sesuai jenis dan ukurannya, ada yang minta lansung dimatikan, dibersihkan, dan banyak pula pembeli yang memita ikan yang dibelinya itu sudah diiris dalam ukuran/porsi tertentu.
Sedangkan harga sayur-mayur daun-daunan (bayam, kangkung, genjer), cabai dan sejenisnya relatif stabil, begitu juga dua komoditas yang sedang ramai dibicarakan, yakni tahu dan tempe tersedi cukup banyak dan harganya normal di pasaran setempat.
Harga tahu ukuran sedang Rp5.000/bungkus/isi 10 buah, dan tempe baik bungkus plastik maupun daun pisang Rp2.500/buah.
"Tahu dan tempe di sini tetap ada, harganya juga masih biasa-biasa saja," ujar seorang pedagang sayuran di Pasar Bawah Bandarlampung itu.
Namun baik para pedagang ikan maupun sayur-sayuran mengatakan, perkembangan harga itu akan berubah secara tiba-tiba dan dipastikan akan terus berangsur aik hingga mendekati lebaran nanti. (ANTARA).
Sejumlah pedagang ikan segar di Pasar Bawah, Tanjungkarang, Kota Bandarlampung, Minggu mengatakan, tingginya harga ikan itu antara lain akibat masalah pasokan dan meningkatnya pembeli.
"Harga ikan sekarang sebetulnya bertahan, bahkan ada beberapa yang turun setelah sempat naik beberapa hari menjelang masuknya puasa," kata seoran pedagang ikan di Bandalampug, Ridwan (46).
Harga ikan gabus sungai segar yang biasanya bertahan di Rp40.000/Kg, sempat naik menjadi Rp50.000 sampai Rp60.000/Kg saat menjelang puasa, dan kini bertahan di Rp45.000/Kg.
Pasar Bawah yang letaknya di pusat Kota Bandarlampung, terdapat puluhan pedagang ikan berbagai jenis baik ikan laut, ikan sungai, ikan segar, ikan masih hidup, bahkan ikan kering/ikan asap.
Saat ini harga ikan laut bervariasi, namun umumnya masih bertahan agak tinggi dan pasokan di pasaran masih agak berkurang akibat nelayan umumnya baru mulai melaut setelah istirahat di awal-awal bulan puasa.
Khusus ikan sungai segar yang banyak dibeli konsumen adalah ikan Baung (biasa untuk disayur pindang dan pepes) dengan harga bertahan di Rp80.000/Kg, ikan Lais Rp80.000/Kg, dan ikan sungai yang paling mahal adalah ikan Jelabat dengan harga Rp150.000/Kg.
Selanjutnya ikan gabus sungai segar (hidup) Rp45.000/Kg, ikan lele segar (hidup) Rp18.000/Kg, ikan mas segar (hidup) Rp25.000/Kg.
Kemudian udang air payau (campuran antara air sungai dan laut/muara), untuk ukuran kecil harganya Rp60.000/Kg, ukuran sedang Rp110.000/Kg, dan udang ukuran besar Rp120.000/Kg.
Pemandangan sehari-hari di pasar ikan itu, para pembeli umumnya memilih ikan sesuai jenis dan ukurannya, ada yang minta lansung dimatikan, dibersihkan, dan banyak pula pembeli yang memita ikan yang dibelinya itu sudah diiris dalam ukuran/porsi tertentu.
Sedangkan harga sayur-mayur daun-daunan (bayam, kangkung, genjer), cabai dan sejenisnya relatif stabil, begitu juga dua komoditas yang sedang ramai dibicarakan, yakni tahu dan tempe tersedi cukup banyak dan harganya normal di pasaran setempat.
Harga tahu ukuran sedang Rp5.000/bungkus/isi 10 buah, dan tempe baik bungkus plastik maupun daun pisang Rp2.500/buah.
"Tahu dan tempe di sini tetap ada, harganya juga masih biasa-biasa saja," ujar seorang pedagang sayuran di Pasar Bawah Bandarlampung itu.
Namun baik para pedagang ikan maupun sayur-sayuran mengatakan, perkembangan harga itu akan berubah secara tiba-tiba dan dipastikan akan terus berangsur aik hingga mendekati lebaran nanti. (ANTARA).
Pewarta :
Editor : M. Tohamaksun
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sekda Provinsi sebut pentingnya perkuat edukasi larangan buang sampah di sungai
09 March 2026 21:48 WIB
BBWS Lampung sebut normalisasi sungai jadi langkah jangka pendek atasi banjir
09 March 2026 14:30 WIB
Tim SAR gabungan cari warga hilang saat sebrangi sungai di Lampung Selatan
18 February 2026 15:30 WIB
Gubernur Lampung ingatkan pentingnya revitalisasi sungai untuk mitigasi bencana
12 February 2026 16:55 WIB
Terpopuler - Bisnis
Lihat Juga
Mulai Februari, penerbangan internasiol melalui Bandara Radin Inten Lampung
14 January 2019 10:31 WIB, 2019
KAI sediakan tiket angkutan terusan rute kertapati-tanjungkarang-gambir
14 December 2018 13:39 WIB, 2018