Logo Header Antaranews Lampung

Pasokan Bawang Ke Lampung Tersendat

Selasa, 8 Mei 2012 09:45 WIB
Image Print
Bawang merah asalBrebes Jawa Tengah (Foto ANTARA / M.Tohamaksun)

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Pasokan bawang merah ke Bandarlampung mulai tidak lancar karena jalan lintas Sumatra wilayah Provinsi Lampung makin rusak parah.

Menurut Suharjo, distributor bumbu dapur, di Bandarlampung, Selasa, biaya pengiriman barang dari Jawa ke Bandarlampung juga naik akibat kerusakan jalan tersebut.

"Seharusnya barang dapat lebih cepat sampai jika saja jalanan tidak rusak. Karena jalan rusak parah, waktu pengiriman barang menjadi lebih lama," katanya.

Dia mengatakan, ketika hujan sopir umumnya harus menghentikan kendaraan karena takut kendaraannya terguling atau terperosok ke lubang jalan.

"Akibatnya, pengiriman barang memakan waktu yang cukup lama, danjuga ada penambahan biaya untuk sopir, terutama ketika harus berhenti di jalan. Penambahan biaya itu akan berdampak pada kenaikan harga jual bawang," katanya.

Namun saat ini pedagang belum berani memberikan harga tinggi, karena dikhawatirkan dagangannya tidak laku seperti beberapa waktu lalu.

"Harga bawang merah saat ini relatif normal di tingkat distributor yakni Rp10.000-Rp11.000/kg, dan bawang putih Rp7.000-Rp8.000/kg" katanya.

Sementara itu, para pengecer bumbu masak menyebutkan harga bawang di tingkat agen termasuk tinggi.

"Harga yang diberikan agen masih relatif tinggi, pedagang pengecer seperti menjadi sulit untuk menentukan harga," kata Fatimah pedagang di Pasar SMEP.

Saat ini harga eceran bawang merah berkisar Rp12.000-Rp14.000/kg.

Harga bawang putih, lanjut dia, antara Rp9.000-Rp11.000/kg.

Pengecer bumbu masak di Pasar Tugu Bandarlampung, Resti, menyebutkan harga bawang di tingkat agen termasuk tinggi.

"Agen menyebutkan harga bawang dinaikkan karena biaya pengirimannya juga membengkak, terutama akibat kerusakan jalan lintas Sumatera wilayah Lampung," katanya.

Sebagian besar bawang merah didatangkan dari Brebes Jateng, meski sebagian juga dipasok dari wilayah kabupaten Lampung Barat.



Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026