Logo Header Antaranews Lampung

PLN Lampung usulkan 30.669 rumah tangga dapat Program BPBL

Senin, 22 Juni 2026 20:14 WIB
Image Print
Tim PLN UID Lampung melakukan pemeriksaan peralatan kerja guna memastikan kesiapan operasional dalam mendukung pelaksanaan Program BPBL 2026 yang diusulkan menjangkau 30.669 rumah tangga di 15 kabupaten di Provinsi Lampung. Senin (22/6/2026). (ANTARA/HO-PLN Lampung)
Berdasarkan data usulan BPBL Tahun 2026, sebanyak 30.669 rumah tangga di Provinsi Lampung

Bandarlampung (ANTARA) - Perusahaan Listrik Negara (PLN) Lampung mengusulkan sebanyak 30.669 rumah tangga kurang mampu mendapatkan Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) Tahun 2026.

"Berdasarkan data usulan BPBL Tahun 2026, sebanyak 30.669 rumah tangga di Provinsi Lampung yang tersebar di 15 kabupaten diusulkan menjadi penerima manfaat," kata General Manager PLN UID Lampung Rizky Mochamad di Bandarlampung, Senin.

Ia mengatakan BPBL merupakan program pemerintah yang bertujuan membantu rumah tangga kurang mampu memperoleh sambungan listrik baru tanpa biaya.

"Melalui program ini, masyarakat penerima manfaat akan mendapatkan instalasi rumah, sambungan listrik, dan Sertifikat Laik Operasi (SLO) secara gratis sehingga dapat menikmati listrik secara aman dan mandiri," katanya.

Ia mengatakan bahwa sebagai tindak lanjut arahan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PLN UID Lampung sedang menggelar sosialisasi kepada mitra kerja yang akan terlibat dalam pelaksanaan program.

"Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menyamakan pemahaman terkait mekanisme survei, validasi data calon penerima manfaat, hingga proses penyambungan listrik di lapangan. Jadi kami terus mematangkan persiapan pelaksanaan BPBL melalui penguatan koordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan mitra kerja agar program berjalan tepat sasaran," katanya.

Menurut dia, kehadiran program ini tentu dapat memperluas akses energi listrik sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.

"Namun keberhasilan Program BPBL membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Kami siap mendukung penuh pelaksanaannya melalui koordinasi yang erat dengan pemerintah daerah, validasi data calon penerima manfaat, serta kesiapan personel dan peralatan agar proses penyambungan dapat berjalan lancar sesuai target yang ditetapkan,” katanya.

Menurut Rizky, listrik memiliki peran penting dalam mendorong aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan masyarakat oleh karena PLN berkomitmen menjaga kualitas pelaksanaan program di setiap tahapan.

"Melalui kolaborasi yang kuat antara Kementerian ESDM, pemerintah daerah, PLN, dan mitra kerja, Program BPBL 2026 diharapkan dapat mempercepat pemerataan akses energi serta menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di seluruh Provinsi Lampung," katanya.



Pewarta :
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026