
Produksi beras Lampung Januari-Juni 2026 diprediksi meningkat 5,51 persen

Berdasarkan data evaluasi, produksi beras di periode Januari-Juni 2026 untuk Lampung diprediksi meningkat 5,51 persen
Bandarlampung (ANTARA) - Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan, Regulasi, dan Reformasi Birokrasi Kementerian Pertanian (Kementan) Tin Latifah mengatakan bahwa produksi beras di Provinsi Lampung pada periode Januari-Juni 2026 diprediksi akan meningkat 5,51 persen.
"Berdasarkan data evaluasi, produksi beras di periode Januari-Juni 2026 untuk Lampung diprediksi meningkat 5,51 persen. dengan perkiraan produksi beras di Januari-Juni 2026 mencapai 1.065.921 ton meningkat dari periode yang sama di 2025 yang jumlahnya hanya 1.010.272 ton, sehingga produksi bertambah sebanyak 55.649 ton," ujar Tin Latifah di Bandarlampung, Selasa.
Menurut dia, perkiraan produksi beras di Lampung di Januari-Juni 2026 dapat tumbuh positif 5,51 persen ini, dengan catatan pertanaman yang ditanam di Februari, Maret, April semuanya aman, lalu produktivitas terjaga, dan tidak terjadi kekeringan.
Dia menjelaskan Provinsi Lampung dinilai mampu mencapai produksi yang telah diprediksi, karena di tahun sebelumnya produktivitas Lampung mampu bertahan di tengah produksi padi daerah lain sebagian besar mengalami penurunan.
"Produktivitas di Provinsi Lampung ini akan terus dijaga dan ditingkatkan melalui sejumlah kegiatan seperti optimalisasi lahan rawa, optimalisasi lahan non rawa, padi gogo, cetak sawah baru, peningkatan benih berkualitas dan berbagai program lainnya," ucap dia.
Menurut dia, secara nasional Presiden telah menginstruksikan adanya percepatan swasembada pangan menjadi 1 tahun.
"Target swasembada pangan berkelanjutan itu untuk target luas tanam nasional mencapai 16,8 juta hektare, dan harapannya bisa menjadi luas panen 13,15 juta hektare. Oleh karena itu Provinsi Lampung mendapatkan target sekitar 850 hektar sampai 1 juta hektar untuk luas tanam tahun ini," tambahnya.
Ia mengatakan produktivitas Lampung harus tetap terjaga untuk memastikan swasembada pangan tetap tercapai.
"Kita harus berkolaborasi untuk memastikan produksi Lampung terjaga," ujar dia.
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
