
Dompet Dhuafa siapkan daging kurban ke Palestina

Jakarta (ANTARA) - Dompet Dhuafa melakukan penyembelihan hewan kurban tidak dilakukan langsung di Gaza, Palestina, karena mempertimbangkan faktor keamanan dan keterbatasan ketersediaan hewan ternak.
Pemotongan akan dilakukan di India dengan memilih kerbau sebagai kurban utama.
Pemilihan India dinilai lebih memungkinkan karena ketersediaan kerbau yang melimpah dan harga yang terjangkau dibandingkan membeli hewan hidup di Palestina.
“Jadi kita akan potong kerbau di India nanti kemudian dikirim ke Palestina, kami tidak melakukan pemotongan hewan hidup di Gaza karena pertimbangan keamanan dan juga ketersediaan hewan kurban yang bisa disembelih,” ujar Syamsul Ardiansyah, Manager Aliansi Strategis Dompet Dhuafa dalam rilisnya di Jakarta, Rabu (20/6/26).
Daging kurban nantinya akan dikemas dalam bentuk frozen meat atau daging beku sebelum didistribusikan ke para pengungsi Palestina di sejumlah wilayah sekitar Palestina, seperti Tepi Barat, Lebanon, Suriah, Yordania, Turki hingga Mesir.
Lebih lanjut, Syamsul menjelaskan, distribusi daging kurban ditargetkan berlangsung dalam kurun waktu satu bulan setelah pemotongan. Selain dalam bentuk daging beku, sebagian daging kurban juga akan dikirim ke pabrik di Mesir dan Dubai untuk diolah menjadi daging kaleng.
Daging kaleng akan diproduksi dalam dua jenis, yakni pure meat berupa daging utuh siap santap tanpa tambahan bumbu, serta meat with sauce yang telah dibumbui sesuai selera masyarakat Palestina. Kedua produk itu dirancang agar dapat langsung dikonsumsi setelah dipanaskan.
“Kita khususkan untuk bisa dikirimkan masuk ke Gaza. Kenapa kita buat dalam bentuk kaleng karena mempertimbangkan masa guna ya dengan bentuk kaleng dan bisa diterima oleh warga Palestina khususnya di Gaza dalam kurun waktu tidak kurang dari enam bulan,” sambung Syamsul.
Dompet Dhuafa juga memperluas distribusi kurban ke tujuh negara yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan, yaitu Myanmar, Somalia, Palestina, Suriah, Lebanon, Yordania, dan Sudan. Program ini dijalankan melalui kolaborasi bersama tiga mitra global. Tahun ini, Dompet Dhuafa juga menambahkan unta sebagai salah satu hewan kurban yang akan disembelih.
Program Tebar Hewan Kurban 1447 H, Dompet Dhuafa menargetkan sedikitnya sekitar 142 ekor kerbau untuk Palestina. Namun, Dompet Dhuafa juga berharap jumlah hewan yang berhasil dihimpun dapat mencapai 300 ekor agar manfaatnya menjangkau lebih banyak pengungsi Palestina di berbagai negara.
Produk kaleng ini diprioritaskan untuk dapat masuk ke Gaza karena memiliki masa simpan yang lebih panjang dan dinilai lebih sesuai dengan tantangan logistik bantuan kemanusiaan.
BERITA KERJA SAMA
Pewarta : Muklasin
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
