
Dompet Dhuafa perkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat desa lewat program Jantara

Semarang, Jateng (ANTARA) - Jelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Dompet Dhuafa terus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui program Jantara (Jaringan Tani Ternak Nusantara).
Program ini dikembangkan di wilayah Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, guna mendukung peternak lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis komunitas.
Program Jantara merupakan pengembangan dari pengelolaan peternakan terpusat DD Farm yang telah dijalankan sejak 2021 di Kendal, Jawa Tengah.
Melalui program ini, Dompet Dhuafa memperluas jaringan peternakan rakyat agar manfaat pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dapat dirasakan langsung oleh masyarakat secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan Giat Press Touring The Kurban Series 1447 H, pada Selasa (12/05), sejumlah awak media nasional diajak meninjau langsung program Jatanra. Awak media diajak meninjau peternakan sapi dan domba yang dikelola bersama masyarakat di Desa Tolokan Dusun Dangklik, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.
Perwakilan Dompet Dhuafa Jawa Tengah, Zaini, mengatakan bahwa program Jantara tidak hanya berfokus pada penyediaan hewan kurban berkualitas, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi peternak desa.
“Melalui program Jantara, kami ingin memperkuat kapasitas peternak, membangun kemandirian usaha, dan memperluas jejaring ekonomi berbasis komunitas,” ujar Zaini.
Saat ini, sebanyak 50 ekor domba dikelola di wilayah Getasan dan 50 ekor lainnya berada di Kendal. Seluruh ternak tersebut dikelola bersama kelompok peternak lokal sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat berbasis desa.
Kepala Desa Tolokan Dusun Dangklik, Dwi Wahono, mengapresiasi program peternakan yang dijalankan Dompet Dhuafa karena dinilai mampu membuka peluang ekonomi baru bagi warga.
“Program ini sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan melalui keterlibatan langsung dalam pengelolaan peternakan,” katanya.
Sementara itu, salah satu peternak mitra, Kabul Budiono, mengaku mendapatkan banyak manfaat sejak bergabung dalam program tersebut. Selain menerima bantuan ternak, para peternak juga memperoleh pelatihan teknis terkait penggemukan hingga penanganan penyakit hewan.
“Dari awal kami diajarkan cara beternak yang baik, mulai dari penggemukan sampai penanganan penyakit ternak,” ungkap Kabul.
Di sisi lain, drh. Hermanto memastikan kondisi kesehatan hewan ternak di DD Farm terus dipantau secara berkala menjelang Idul Adha, termasuk pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK).
Menurutnya, seluruh sapi dan domba yang dikelola menunjukkan pertumbuhan sehat dengan pengawasan ketat terhadap pakan, sanitasi kandang, serta pemeriksaan kesehatan rutin.
Melalui program Jantara, Dompet Dhuafa berharap model peternakan berbasis pemberdayaan masyarakat ini dapat terus berkembang dan menjadi penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan.
BERITA KERJA SAMA
Pewarta : Muklasin
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
