Logo Header Antaranews Lampung

Ketua Pelti Lampung upayakan penambahan fasilitas latihan tenis

Sabtu, 25 April 2026 11:06 WIB
Image Print
Ketua Pelti Lampung Upayakan Penambahan Fasilitas Latihan Tenis di Lampung (ANTARA/Emir F. Saputra)
Saya sudah mengirimkan surat kepada Pangdam terkait permohonan penggunaan lapangan tenis di Jalan Barehand

Bandarlampung (ANTARA) - Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Lampung, Rycko Menoza SZP, berkomitmen untuk memperkuat sarana prasarana serta pembinaan atlet tenis di wilayah Lampung guna meningkatkan prestasi di tingkat daerah maupun nasional.

Rycko yang juga merupakan Anggota Komisi VII DPR RI ini mengungkapkan bahwa salah satu kendala utama saat ini adalah keterbatasan tempat latihan mandiri bagi para atlet. Menanggapi hal tersebut, pihaknya tengah berupaya melakukan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk institusi militer.

"Saya sudah mengirimkan surat kepada Pangdam terkait permohonan penggunaan lapangan tenis di Jalan Barehand (sebelumnya dikenal sebagai lapangan Korem) yang saat ini belum termanfaatkan secara optimal. Kami akan terus memonitor perkembangannya agar dapat digunakan sebagai pusat latihan atlet kita," ujar Rycko Menoza di Bandarlampung, dalam keterangannya di Bandarlampung, Sabtu.

Rycko menekankan pentingnya ketersediaan fasilitas yang memadai untuk memotivasi para pengurus di tingkat kabupaten/kota. Ia mendorong para Ketua Pelti di daerah yang sudah memiliki fasilitas tenis untuk memaksimalkannya melalui kegiatan rutin dan turnamen.

"Prestasi hanya bisa dicapai jika kita rutin mengadakan kegiatan dan kompetisi. Tanpa tempat dan pertandingan yang berkelanjutan, motivasi atlet tidak akan terangsang," tambahnya.

Rycko Menoza juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas generasi dengan melibatkan para mantan pemain tenis profesional dalam proses kaderisasi atlet di Bumi Ruwa Jurai.

Dia menilai pengalaman dan jam terbang yang dimiliki para pemain senior sangat dibutuhkan untuk mendeteksi sekaligus membina bibit-bibit muda potensial agar mampu bersaing dengan klub-klub besar dari luar daerah.

"Tugas ini adalah kerja kolektif. Sehebat apa pun kepemimpinan di tingkat provinsi, tanpa dukungan dari para ketua pengurus di kabupaten/kota, misi untuk mengharumkan nama Pelti Lampung tidak akan berjalan maksimal," ujarnya.

Selain fokus pada pembinaan teknis, Rycko juga memberikan instruksi tegas terkait penguatan organisasi. Ia meminta seluruh klub tenis di Lampung yang belum terdaftar secara resmi untuk segera menyelesaikan proses administrasi dan legalitasnya.

Menurutnya, pengukuhan klub tidak boleh hanya menjadi formalitas penyerahan Surat Keputusan (SK) semata. Ia mendorong agar setiap pengukuhan disertai dengan seremoni yang layak sebagai bentuk pengakuan resmi dan sarana publikasi bagi pengembangan tenis di daerah.

"Kami ingin klub-klub ini aktif, baik secara legal maupun seremonial. Hal ini penting untuk menunjukkan keseriusan kita dalam mengembangkan potensi pemain tenis di seluruh wilayah Provinsi Lampung," tambahnya.

Melalui langkah strategis yang mengombinasikan pelibatan pakar (mantan pemain) dan tertib administrasi organisasi, Pelti Lampung optimistis dapat melahirkan atlet-atlet unggul yang siap berprestasi di panggung olahraga nasional.



Pewarta :
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026