Logo Header Antaranews Lampung

BPBD Lampung: Aktifkan siskamling guna deteksi dini titik api saat kemarau panjang

Kamis, 9 April 2026 19:53 WIB
Image Print
Analis Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung Wahyu Hidayat saat memberi keterangan. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.
Tahun ini kita memang diminta untuk mewaspadai musim kemarau panjang dan adanya fenomena Godzilla El Nino

Bandarlampung (ANTARA) - Analis Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung Wahyu Hidayat mengatakan untuk mengantisipasi adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat kemarau panjang dapat dilakukan dengan mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) untuk mendeteksi secara dini titik api.

"Tahun ini kita memang diminta untuk mewaspadai musim kemarau panjang dan adanya fenomena Godzilla El Nino. Ini tentunya berpotensi mengakibatkan karhutla," ujar Analis Bencana BPBD Provinsi Lampung Wahyu Hidayat di Bandarlampung, Kamis.

Ia mengatakan hampir seluruh daerah di Provinsi Lampung rawan terjadi bencana hidrometeorologi kering.

"Di Lampung ini hampir semua rawan kekeringan dan ada beberapa daerah rawan terjadi karhutla. Ada beberapa titik yang harus diwaspadai ekstra, seperti Kabupaten Lampung Timur, yang memiliki sejarah kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Way Kambas," katanya.

Lalu perlu juga diantisipasi adanya titik api di Kabupaten Way Kanan serta Kabupaten Mesuji.

"Saat puncak musim kemarau atau saat adanya fenomena Godzilla El Nino perlu dilakukan langkah deteksi titik api lebih awal. Ini dapat dilakukan dengan mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (Siskamling)," ucap dia.

Upaya antisipasi lainnya, kata dia, dilakukan pula pembentukan Desa Tangguh bencana (Destana) di daerah rawan bencana kekeringan serta karhutla, yang berfungsi untuk melakukan fungsi pengawasan titik api di lingkup desa setempat.

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan BPBD di 15 kabupaten dan kota, unit reaksi cepat, dan Pusdalop untuk meminimalisir terjadinya kebakaran hutan dan lahan," tambahnya.

Pihaknya pun telah memetakan sejumlah hal yang harus dipersiapkan dalam menanggulangi adanya kemarau panjang, seperti dengan memastikan manajemen air untuk menjaga ketersediaan air minum, serta air bersih masyarakat terpenuhi.

"Jangan sampai kita kekurangan air dan potensi-potensi kebakaran hutan, serta lahan ini juga sangat penting diantisipasi," ujar Wahyu Hidayat.



Pewarta :
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026