
Pengelola Tol Bakter edukasi keselamatan di tol kepada siswa SMP-SMA

Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pengelola jalan tol, institusi pendidikan, aparat pemerintah, serta masyarakat luas dalam membangun kesadaran kolektif
Bandarlampung (ANTARA) - PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll (BTB) bersama Hakaaston (HKA) selaku pengelola ruas Tol Bakauheni Terbanggi Besar (Bakter) melakukan edukasi keselamatan di wilayah sekitar jalan tol tersebut kepada siswa SMP dan SMA.
"Kami melakukan edukasi ke SMP Negeri 1 dan SMA Negeri 1 Merbau Mataram, Lampung Selatan," kata Manager Public Affairs HKA, M. Alkautsar, di Bandarlampung, Rabu.
Ia mengatakan edukasi itu dilakukan mengingat masih adanya aktivitas masyarakat, khususnya pelajar, yang memanfaatkan area berisiko tinggi seperti jembatan penyeberangan orang (JPO), flyover jalan tol, hingga memasuki ruang milik jalan tol.
"Kondisi tersebut dinilai memerlukan pendekatan yang lebih terarah dan sistematis, mengingat jalan tol merupakan infrastruktur strategis nasional yang memiliki fungsi vital dalam mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi," katanya.
Ia mengatakan bahwa melalui pendekatan berbasis komunitas di sektor pendidikan, perusahaan menempatkan generasi muda sebagai aktor kunci dalam membangun budaya keselamatan sejak dini, sekaligus sebagai pelopor keselamatan di jalan tol.
"Penyesuaian agenda ini bukan semata kegiatan sosialisasi rutin, tetapi merupakan bagian dari upaya strategis dalam memastikan bahwa pengoperasian jalan tol berjalan beriringan dengan peningkatan kesadaran publik," ujarnya.
Menurut dia, jalan tol adalah representasi kehadiran negara dalam menghadirkan konektivitas yang aman dan efisien, sehingga pemanfaatannya harus selaras dengan prinsip keselamatan dan kepatuhan terhadap regulasi.
Ia menambahkan bahwa fenomena aktivitas masyarakat di area terlarang tidak dapat dipandang sebagai persoalan teknis semata, melainkan memerlukan pendekatan kolaboratif yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
"Keselamatan di jalan tol adalah tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pengelola jalan tol, institusi pendidikan, aparat pemerintah, serta masyarakat luas dalam membangun kesadaran kolektif," jelasnya.
Alkautsar menjelaskan pendekatan edukatif ini menjadi penting untuk memastikan bahwa masyarakat tidak hanya memahami aturan, tetapi juga menyadari konsekuensi dan risiko yang dapat timbul apabila aturan tersebut diabaikan.
Ia menegaskan bahwa penguatan sosialisasi ini juga merupakan bagian dari dukungan terhadap agenda nasional dalam peningkatan keselamatan transportasi, serta penguatan tata kelola ruang publik yang tertib, aman, dan berkelanjutan.
"Ke depan, kegiatan serupa akan terus kami perluas dengan pendekatan yang lebih adaptif dan berbasis komunitas , guna memastikan intervensi yang dilakukan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi keselamatan masyarakat," tuturnya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Merbau Mataram menyampaikan apresiasi atas kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh pengelola Tol Bakter.
Ia menilai edukasi seperti ini sangat penting untuk memberikan pemahaman sejak dini kepada para siswa terkait bahaya yang mengintai di sekitar jalan tol.
"Kami sangat mendukung kegiatan ini karena memberikan wawasan baru kepada siswa kami agar lebih sadar akan keselamatan diri dan tidak melakukan aktivitas berisiko di area jalan tol," ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa pelajar tingkat SMA memiliki mobilitas yang tinggi, sehingga perlu dibekali dengan pengetahuan terkait keselamatan di lingkungan sekitar.
Baca juga: Terduga pelaku pelemparan batu jadi pelopor keselamatan di Tol Bakter
Baca juga: Kendaraan melintas di Tol Bakter naik 75 persen selama masa Lebaran
Baca juga: Petugas Tol Bakter temukan tas berisi uang pemudik yang tertinggal di "rest area"
Pewarta : Agus Wira Sukarta
Editor:
Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
