Logo Header Antaranews Lampung

Lampung Selatan hadirkan sistem layanan publik terpadu hingga tingkat desa

Jumat, 20 Februari 2026 05:01 WIB
Image Print
Sekda Lampung Selatan Supriyanto saat memimpin rapat koordinasi persiapan peluncuran layanan terpadu hingga tingkat desa. ANTARA/HO-Kominfo Lampung Selatan
Setiap hari Rabu kami akan turun ke kecamatan dan desa secara bergilir. Ini akan menjadi agenda rutin mingguan agar pelayanan semakin dekat, cepat, dan terukur.

Lampung Selatan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menghadirkan layanan terpadu keliling ke kecamatan hingga desa secara rutin setiap hari Rabu, guna memastikan pelayanan publik semakin dekat, cepat, dan terukur bagi masyarakat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto, di Kalianda, Kamis, menegaskan pola pelayanan jemput bola sejatinya telah berjalan. Namun, mulai April mendatang, sistem tersebut diperkuat dengan jadwal rutin dan integrasi lintas perangkat daerah agar lebih efektif.

“Setiap hari Rabu kami akan turun ke kecamatan dan desa secara bergilir. Ini akan menjadi agenda rutin mingguan agar pelayanan semakin dekat, cepat, dan terukur. Saya yakin ini akan meningkatkan kepuasan masyarakat, termasuk dalam capaian PBB (Pajak Bumi dan Bangunan),” ujar Supriyanto.

Menurutnya, titik pelayanan akan ditentukan masing-masing kecamatan, baik di aula kantor kecamatan maupun balai desa yang representatif.

"Saat ini, jadwal desa yang akan dikunjungi masih dalam tahap penyusunan dan akan segera diumumkan kepada publik," kata dia.

Ia menjelaskan, pelayanan terpadu tersebut melibatkan berbagai perangkat daerah, antara lain Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, BPPRD, Dinas Perizinan, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan, Inspektorat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta instansi terkait lainnya.

Melalui program ini, katanya, masyarakat dapat mengakses beragam layanan dalam satu lokasi, mulai dari administrasi kependudukan, perpajakan daerah, perizinan, layanan kesehatan, hingga pelayanan administrasi lainnya.

"Integrasi layanan ini diharapkan memangkas waktu, biaya, dan jarak yang selama ini menjadi kendala bagi warga di wilayah desa," ucapnya.

Selain mendekatkan pelayanan, program ini juga menjadi bagian dari percepatan misi Bupati Lampung Selatan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Ia juga menyampaikan bahwa inisiatif tersebut selaras dengan implementasi program Lampung Selatan Betik (Bebas Transaksi Ilegal dan Korupsi), yang menekankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan langsung kepada masyarakat.

"Dengan sistem yang lebih terjadwal dan terintegrasi, Pemkab Lampung Selatan berharap pelayanan publik tidak hanya semakin efektif, tetapi juga mampu menjangkau masyarakat hingga tingkat desa secara berkelanjutan," ujar dia.


Baca juga: Kawanara diproyeksikan jadi pusat pertanian modern di Lamsel

Baca juga: Ketua MPR sebut Lampung Selatan punya potensi jadi kekuatan ekonomi provinsi

Baca juga: Bupati Lamsel tegaskan OPD kooperatif untuk pemeriksaan interim BPK



Pewarta :
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026